-
Gus Faruq menyampaikan ceramah kondisi tertimbun tanah 1,5 jam di Konawe Selatan.
-
Aksi ceramah liang kubur murni metode dakwah tanpa sarana lubang sirkulasi oksigen.
-
Gus Faruq merupakan satu dari tiga pendakwah aktif pengaplikasi metode unik ini.
Suara.com - Viral aksi dakwah tidak biasa mewarnai Pengajian Rutin Minggu Pahing PCNU Konawe Selatan di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Cialam Jaya, Minggu (1/11/2026). Penceramah asal Lampung, Gus Faruq, menyampaikan seluruh pesan agamanya dari dalam liang kubur yang tertimbun tanah selama 1,5 jam.
Video dakwah Gus Faruq diviralkan akun IG @kendariinfo. Sensasi pengingat kematian ini menyedot perhatian ratusan jamaah yang hadir di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Pendakwah tersebut berhasil menyelaraskan pesan moril spiritual melalui simulasi alam kubur secara langsung di hadapan publik.
Keberanian fisik sang da'i teruji saat ia bertahan bernapas di dalam tanah tanpa menggunakan sarana bantuan penunjang sirkulasi udara. Prosesi dakwah ekstrem ini diakhiri dengan keluarnya Gus Faruq dari liang kubur dalam kondisi selamat tanpa cedera.
Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulum (IPNU), Yazidurrozaq, mengonfirmasi bahwa agenda spiritual ini merupakan forum berkala PCNU Konawe Selatan. Pertemuan keagamaan tersebut diselenggarakan secara konsisten setiap tiga bulan sekali bagi warga nahdliyin.
Penamaan forum keagamaan ini menyesuaikan penanggalan tradisional masyarakat Jawa yang dipadukan dengan hari kalender umum. Istilah Ahad Pahing merujuk pada hari Minggu yang bertepatan dengan Pahing, salah satu dari lima hari pasaran dalam kalender Jawa.
Pihak penyelenggara menegaskan tidak ada motif magis atau atraksi hiburan di balik pelaksanaan aksi simulasi pemakaman tersebut. Penggunaan liang lahat murni dipilih sebagai sarana visualiasi pesan keagamaan agar lebih menghujam ke sanubari jamaah.
Menurut Yazidurrozaq, ceramah dari dalam kubur merupakan metode dakwah yang digunakan Gus Faruq untuk menyampaikan pesan kepada jemaah. Aksi tersebut tidak memiliki tujuan lain di luar kegiatan dakwah.
“Beliau melakukan itu hanya sebatas metode berdakwahnya, tidak ada unsur lain,” jelasnya, dikutip dari KendariInfo.
Teknik penyampaian pesan spiritual melalui cara ekstrem semacam ini tergolong sangat langka di Tanah Air. Keberadaan praktisi dakwah dengan pendekatan visual langsung seperti ini kini jumlahnya semakin menyusut tajam.
Yazidurrozaq menambahkan, terdapat tujuh pendakwah dari berbagai daerah di Indonesia yang awalnya menggunakan metode dakwah serupa. Namun, saat ini hanya tiga orang yang masih aktif, termasuk Gus Faruq.
Pengajian Rutin Ahad Pahing merupakan forum pembinaan keagamaan berkala yang dikelola oleh PCNU Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan ini dirancang untuk mempererat silaturahmi antarwarga serta menghidupkan tradisi keislaman di Sulawesi Tenggara.
Kedatangan penceramah dari luar daerah seperti Lampung menjadi bagian dari upaya menghadirkan variasi dakwah bagi masyarakat lokal. Kehadiran Gus Faruq memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan tradisi keagamaan tiga bulanan di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum.