Jangan Main Tarik Ulur! Prabowo Didesak Ungkap Aktor di Balik Kasus Penyadapan

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB
Jangan Main Tarik Ulur! Prabowo Didesak Ungkap Aktor di Balik Kasus Penyadapan
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Pengamat politik Jamiluddin Ritonga meminta Presiden Prabowo bersikap tegas menangani kasus dugaan penyadapan.
  • Dugaan penyadapan yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit ini berpotensi memicu kecurigaan dan mengganggu soliditas Polri.
  • Kasus yang ditangani Kapolri Suyudi Ario Seto tersebut juga dapat memicu kecurigaan antarelite politik nasional.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto diminta tidak menggunakan pendekatan politik tarik ulur dalam menangani kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dua perwira tinggi Polri lainnya.

Sikap tegas Prabowo dinilai penting untuk segera mengungkap aktor di balik operasi penyadapan sekaligus mencegah perpecahan di internal Polri dan kecurigaan di antara elite politik.

Pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai dampak perkara tersebut tidak hanya menyangkut proses penegakan hukum, tetapi juga berpotensi mengganggu soliditas kepolisian dan stabilitas politik nasional.

Menurut Jamiluddin, dalam jangka pendek, dugaan penyadapan terhadap sejumlah tokoh, mulai dari Presiden, pejabat negara, politikus, media, organisasi masyarakat sipil hingga pengusaha, dapat memunculkan kecurigaan antarkelompok di tubuh Polri.

"Untuk jangka pendek, peristiwa tersebut dapat mengganggu situasi kondusif di internal Polri. Akan berpeluang terjadi kelompok-kelompok di internal Polri yang saling curiga," kata Jamiluddin kepada Suara.com, Rabu (4/11/2026).

Kecurigaan tersebut, kata dia, berpotensi berkembang menjadi persoalan soliditas organisasi apabila tidak segera ditangani.

"Kelompok satu akan curiga kepada kelompok lainnya. Kecurigaan antarkelompok ini dapat memperlemah soliditas di internal Polri," ujarnya.

Dampak perkara ini, kata Jamiluddin, juga berpotensi merembet ke hubungan antarelite politik. Terlebih, sasaran penyadapan diduga mencakup sejumlah tokoh politik sehingga dapat memunculkan saling curiga mengenai pihak yang berada di balik operasi tersebut.

"Di eksternal Polri, khususnya para elite politik juga berpeluang muncul saling curiga. Sesama elite politik antar partai bisa saja mencurigai sebagai aktor penyadapan tersebut," tuturnya.

baca juga

Menurut Jamiluddin, situasi tersebut dapat mengganggu komunikasi politik antarelite partai dan berimbas pada stabilitas politik nasional.

Karena itu, dia menilai Prabowo harus segera mengambil sikap tegas agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Presiden juga perlu memastikan aparat penegak hukum mengungkap pihak-pihak yang berada di balik dugaan penyadapan ilegal tersebut.

Jamiluddin mengingatkan, apabila Prabowo tidak segera menentukan sikap, situasi politik nasional berpotensi semakin sulit kembali kondusif.

"Kalau Prabowo cepat dan tegas menyelesaikan gerakan perlawanan melalui penyadapan itu, maka kondusicitas politil.nasional cepat pulih kembali. Namun bila Prabowo masih menggunakan politik tarik ulur seperri bermain layang-layang, maka politik nasional akan lama memjadi kondusif," jelasnya.

Dia menduga kelompok di balik operasi penyadapan tersebut memiliki kepentingan politik tertentu. Bahkan, kelompok itu berpotensi memanfaatkan situasi untuk melakukan tawar-menawar kekuasaan dengan Presiden Prabowo.

"Hal ini bisa terjadi karena orang orang yang bermain dan melakukan gerakan perlawanan secara silent operation dengan target yang ingin dicapai bisa melakukan bargaining kekuasaan politik dengan Presiden Prabowo," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:06 WIB

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:31 WIB

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

Terkini

Jangan Main Tarik Ulur! Prabowo Didesak Ungkap Aktor di Balik Kasus Penyadapan

Jangan Main Tarik Ulur! Prabowo Didesak Ungkap Aktor di Balik Kasus Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

Australia Belum Menyerah Kejar Mathew Baker, Regulasi FIFA Buka Peluang Tinggalkan Timnas Indonesia

Australia Belum Menyerah Kejar Mathew Baker, Regulasi FIFA Buka Peluang Tinggalkan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

Uang Pajak Kita ke Mana? Transparansi yang Masih Bikin Bingung

Uang Pajak Kita ke Mana? Transparansi yang Masih Bikin Bingung

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 09:32 WIB

Nasib 7 Masyarakat Adat Sulawesi Tengah di Ujung Verifikasi

Nasib 7 Masyarakat Adat Sulawesi Tengah di Ujung Verifikasi

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 09:32 WIB

Batu Bara RI Rp75 T, CORE Indonesia: Cuan Dagangnya Diduga Nyangkut di Singapura

Batu Bara RI Rp75 T, CORE Indonesia: Cuan Dagangnya Diduga Nyangkut di Singapura

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:28 WIB

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:20 WIB

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:18 WIB

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

×