Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB
Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso. [istimewa]
baca 10 detik
  • Partai Gerindra mendesak Polri agar mengusut tuntas aktor intelektual dan pemberi dana dalam kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
  • Tindakan penyadapan tersebut dinilai sebagai bentuk sabotase serta pengkhianatan serius terhadap kedaulatan negara.
  • Sejumlah tokoh politik mempertanyakan dugaan keterlibatan Jokowi dan adanya skenario politik untuk menggoyang kepemimpinan nasional.

Suara.com - Partai Gerindra mendesak Polri tidak berhenti mengusut mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah perwira tinggi yang menjadi tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Penyidik diminta membongkar pihak yang diduga menjadi otak, pemberi perintah, hingga penyandang dana operasi tersebut.

Juru Bicara Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menilai penyadapan terhadap Presiden bukan sekadar pelanggaran etik atau kejahatan siber.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk sabotase dan pengkhianatan terhadap kedaulatan negara.

"Tindakan menyadap Presiden bukan lagi sekadar kejahatan siber atau pelanggaran etik, melainkan tindakan sabotase dan pengkhianatan terhadap kedaulatan negara. Siapa pun yang bermain di belakang layar, apa pun jabatannya dan seberapa besar kekuatannya harus diseret ke muka hukum," ujar Sugiat dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Rabu (4/11/2026).

Sugiat menduga aksi penyadapan yang menyeret Listyo bersama sejumlah perwira tinggi Polri tidak mungkin hanya didasari inisiatif pribadi.

Dia menilai perlu ditelusuri kemungkinan adanya kekuatan lain yang menggerakkan operasi tersebut.

Karena itu, Sugiat meminta penyidik mengungkap aktor intelektual di balik perkara tersebut, bukan hanya menindak para tersangka yang diduga terlibat langsung.

"Polri tidak boleh berhenti hanya pada eksekutor di lapangan atau oknum yang ditetapkan sebagai tersangka saat ini. Bareskrim harus mengusut tuntas siapa pihak yang menjadi otak penggerak, pemberi perintah, maupun penyandang dana di balik aksi penyadapan ilegal ini," tegas Sugiat.

baca juga

Dia juga mengapresiasi langkah Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam mengusut kasus tersebut.

Gerindra berharap penanganan perkara ini menjadi momentum membersihkan institusi kepolisian dari praktik penyalahgunaan wewenang dan keberadaan oknum yang bekerja untuk kepentingan tersembunyi.

Listyo Sigit Prabowo dan Jokowi [Antara]
Listyo Sigit Prabowo dan Jokowi [Antara]

Dugaan Keterlibatan Jokowi

Desakan Gerindra agar penyidikan menelusuri pihak di balik penyadapan sejalan dengan tuntutan sejumlah tokoh politik.

Sebelumnya, politikus PDI Perjuangan (PDIP) M. Guntur Romli mempertanyakan kemungkinan keterlibatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dalam perkara tersebut.

Guntur menyoroti rekam jejak Listyo yang merupakan Kapolri pilihan Jokowi. Dia juga mempertanyakan dugaan aliran hasil penyadapan ke Solo dan meminta penyidik mengusut siapa yang memberi perintah, menerima hasil sadapan, serta ke mana data tersebut dikirim.

Sementara itu, mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengaitkan kasus penyadapan dengan kemungkinan adanya skenario politik untuk menggoyang kepemimpinan nasional.

Mahfud bahkan menyinggung kembali pernyataan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie pada 2024 mengenai isu Jokowi hanya memberikan kesempatan kepada Prabowo menjabat presiden selama dua tahun.

Mahfud juga menyoroti hubungan Jokowi dan Listyo yang terjalin sejak Listyo menjabat Kapolresta Surakarta pada 2011. Setelah Jokowi menjadi presiden, Listyo dipercaya menjadi ajudannya pada 2014 hingga 2016, sebelum kemudian diusulkan Jokowi sebagai calon tunggal Kapolri pada Januari 2021.

Mahfud menilai pihak-pihak yang terbukti bersekongkol untuk menggulingkan atau mengganti kepemimpinan nasional secara melawan hukum dapat dijerat pasal makar.

Namun, dugaan adanya skenario politik maupun keterlibatan pihak lain dalam kasus penyadapan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti Loyalitas Listyo, Guntur Romli: Disuruh Jokowi Sadap Presiden Prabowo?

Soroti Loyalitas Listyo, Guntur Romli: Disuruh Jokowi Sadap Presiden Prabowo?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:02 WIB

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:06 WIB

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:31 WIB

Terkini

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:40 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:35 WIB

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:33 WIB

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Bali | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:24 WIB

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 10:21 WIB

Potret Kelam Perundungan dan Kejahatan Digital dalam Novel 'Mel, Melatiku'

Potret Kelam Perundungan dan Kejahatan Digital dalam Novel 'Mel, Melatiku'

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:20 WIB

×