Ganjil Genap Jakarta Diusulkan Berlaku Penuh Seharian, Mobil Listrik Wajib Patuh

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 04 November 2026 | 15:34 WIB
Ganjil Genap Jakarta Diusulkan Berlaku Penuh Seharian, Mobil Listrik Wajib Patuh
[Suara.com/ANTARA]
baca 10 detik
  • Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengusulkan pencabutan pengecualian aturan ganjil genap bagi mobil listrik di Jakarta pada Rabu, 4 November 2026.
  • Kebijakan pembatasan kendaraan ganjil genap di Jakarta disarankan untuk diberlakukan penuh sepanjang hari tanpa jeda waktu siang.
  • Pemerintah dituntut segera memperbaiki layanan transportasi umum di wilayah penyangga agar warga beralih dari kendaraan pribadi.

Suara.com -  Saat ini, mobil listrik masih menikmati previlese eksklusif berupa kebebasan melintas di seluruh ruas jalan berstatus ganjil genap. Namun, seiring dengan volume kendaraan berbasis baterai yang semakin padat mendominasi jalanan ibu kota, keistimewaan tersebut dinilai sudah saatnya untuk dievaluasi secara menyeluruh.

Pengamat transportasi publik, Djoko Setijowarno, secara tegas mendukung usulan agar kendaraan listrik tidak lagi mendapatkan pengecualian dalam aturan ganjil genap.

Menurut pandangannya, tujuan awal dari pemberian insentif bebas ganjil genap adalah untuk merangsang minat masyarakat agar beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Kini, setelah populasi EV semakin membludak di kalangan masyarakat urban, perlakuan yang setara dengan kendaraan bermesin pembakaran internal (combustion engine) sudah selayaknya diterapkan demi mengurai kemacetan yang kian parah.

"Saya kira benar itu, karena sekarang itu di Jakarta makin banyak orang beli mobil listrik. Karena ganjil genapnya untuk listrik kan tidak berlaku, kan? Sekarang makin banyak, ya sudah kenakan saja, tidak ada bedanya," kata Djoko saat dihubungi Suara.com, Rabu (4/11/2026).

Wacana penghapusan fasilitas bebas ganjil genap bagi kendaraan listrik ini sebelumnya sempat disinggung oleh Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko.

Dalam pandangannya, pemerintah memang perlu mempertimbangkan pencabutan previlese tersebut, tetapi dengan catatan menunggu hingga populasi kendaraan listrik di Jakarta menyentuh angka psikologis sekitar 30 persen dari total keseluruhan kendaraan.

Menanggapi parameter angka yang dilontarkan tersebut, Djoko memiliki pandangan yang sangat berseberangan. Akademisi sekaligus pengamat tata kota ini menilai bahwa pemerintah Provinsi DKI Jakarta sama sekali tidak perlu menggunakan patokan persentase sebagai syarat administratif untuk menertibkan volume kendaraan harian.

Baginya, kepadatan lalu lintas adalah masalah riil di depan mata yang membutuhkan intervensi kebijakan sesegera mungkin.

baca juga

"Nggak perlu pakai persentase begitu. Langsung saja diterapkan. Cabut aturan ganjil genapnya (untuk mobil listrik)," tuturnya.

Tidak hanya berhenti pada wacana pencabutan previlese mobil listrik, Djoko juga melontarkan usulan progresif lainnya terkait jam operasional pembatasan kendaraan.

Jika saat ini sistem ganjil genap di Jakarta diberlakukan secara parsial atau terbagi dalam sesi pagi pukul 06.00-10.00 WIB dan sesi sore pukul 16.00-21.00 WIB, Djoko menyarankan agar durasi aturan tersebut diperpanjang. Ia menginginkan skema pembatasan berlaku penuh sejak pukul 06.00 hingga 21.00 WIB tanpa adanya jeda waktu istirahat di siang hari, yang selama ini kerap menjadi celah bagi penumpukan kendaraan.

"Dan sebenarnya ganjil genapnya itu harusnya diubah, seperti Asian Games itu lho. Asian Games itu ganjil genap dari pagi sampai sore. Begitu, jadi tidak usah parsial," ujarnya.

Skema pembatasan penuh tanpa jeda seperti yang pernah sukses diterapkan pada perhelatan Asian Games 2018 terbukti sangat ampuh dalam menekan volume pergerakan kendaraan pribadi secara signifikan.

Kendati demikian, Djoko mengingatkan bahwa penerapan kebijakan pembatasan mobilitas yang lebih ketat ini wajib diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur serta layanan transportasi umum yang jauh lebih mumpuni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Hadir di Sidang Pembuktian Ijazah! Polisi Pasang Pengamanan Lapis 3, Pengunjung Dibatasi 80

Jokowi Hadir di Sidang Pembuktian Ijazah! Polisi Pasang Pengamanan Lapis 3, Pengunjung Dibatasi 80

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:30 WIB

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 12:12 WIB

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:42 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:53 WIB

Terkini

Swiss Ingin Penerbangan Langsung dari Jakarta, Sebut Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan

Swiss Ingin Penerbangan Langsung dari Jakarta, Sebut Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:35 WIB

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Jenderal Listyo Dinonaktifkan dari Ketua Dewan Penasihat KSPSI

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Jenderal Listyo Dinonaktifkan dari Ketua Dewan Penasihat KSPSI

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:35 WIB

Ganjil Genap Jakarta Diusulkan Berlaku Penuh Seharian, Mobil Listrik Wajib Patuh

Ganjil Genap Jakarta Diusulkan Berlaku Penuh Seharian, Mobil Listrik Wajib Patuh

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:34 WIB

Geger di DPRD DIY, Foto Gibran Diturunkan, Forum Kebangsaan Desak Pemakzulan

Geger di DPRD DIY, Foto Gibran Diturunkan, Forum Kebangsaan Desak Pemakzulan

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 15:33 WIB

Jokowi Hadir di Sidang Pembuktian Ijazah! Polisi Pasang Pengamanan Lapis 3, Pengunjung Dibatasi 80

Jokowi Hadir di Sidang Pembuktian Ijazah! Polisi Pasang Pengamanan Lapis 3, Pengunjung Dibatasi 80

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:30 WIB

Witch on the Holy Night Dapat Adaptasi Manga, Mulai Serialisasi 11 November

Witch on the Holy Night Dapat Adaptasi Manga, Mulai Serialisasi 11 November

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:30 WIB

Menjaga Nalar dan Integritas Anak di Tengah Polemik Ijazah

Menjaga Nalar dan Integritas Anak di Tengah Polemik Ijazah

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:28 WIB

Ini Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat, Bebas SLS dan Alkohol

Ini Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat, Bebas SLS dan Alkohol

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:25 WIB

Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai

Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:21 WIB

Drama Penyadapan di Istana: Elite Sibuk Berperang, Rakyat Tetap Jadi Korban

Drama Penyadapan di Istana: Elite Sibuk Berperang, Rakyat Tetap Jadi Korban

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:20 WIB

×