- Letjen Ariyo Windutomo ditunjuk menjadi Plt KSP menggantikan Listyo Sigit.
- Ariyo kini merangkap dua jabatan strategis di lingkungan Istana Kepresidenan.
- Ariyo dikenal sebagai sosok kepercayaan Prabowo sejak bertugas di Kemhan.
Suara.com - Dinamika di lingkaran Istana Kepresidenan memanas usai pencopotan Jenderal Polisi (Purn) Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dengan menunjuk Letnan Jenderal (Letjen) TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt.)
Kepala Staf Kepresidenan per 4 November 2026 menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Penunjukan Ariyo Windutomo dilakukan setelah Listyo Sigit resmi dicopot dan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.
Sosok Ariyo Windutomo tentu bukan nama baru di lingkar terdekat sang presiden. Lantas, siapa sebenarnya Letjen TNI Ariyo Windutomo dan bagaimana rekam jejak kariernya hingga dipercaya mengemban posisi strategis tersebut? Berikut ulasan profil lengkapnya.

Mengemban Dua Posisi Krusial di Lingkaran Istana
Dengan penunjukan terbarunya, Letjen Ariyo Windutomo kini memegang dua mandat penting sekaligus di episentrum pemerintahan.
Sebelum ditugaskan menjadi Plt. KSP, perwira tinggi TNI Angkatan Darat kelahiran 27 Januari 1974 ini telah menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), yang kini juga disebut Sekretaris Presiden sejak 29 November 2024.
Saat itu, ia ditunjuk melalui keputusan Panglima TNI menggantikan posisi Heru Budi Hartono.
Kariernya di lingkungan Istana terus meroket hingga ia resmi menyandang pangkat jenderal bintang tiga (Letnan Jenderal) pada 16 Maret 2026, sebelum akhirnya dipercaya mengisi kekosongan kursi pimpinan KSP.
Jejak Militer: dari Pasukan Lapangan Menuju Teknokrat Pertahanan
Ariyo Windutomo merupakan abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1996 dari kecabangan Infanteri.
Di almamaternya, ia satu angkatan dengan sejumlah perwira tinggi terkemuka, salah satunya Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Awal karier teritorialnya tercatat saat ia menjabat sebagai Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) 0508/Depok pada tahun 2011–2012.
Kala itu, Ariyo aktif memimpin renovasi sejumlah sekolah dasar negeri di wilayah Depok. Selepas dari Depok, ia dipercaya bertugas di jajaran Staf Teritorial Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih di tanah Papua.
Kiprah Ariyo kemudian banyak berkembang sebagai teknokrat militer. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) serta meraih gelar Magister Manajemen Pertahanan di Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia, tempat ia juga sempat mengabdi sebagai kepala pengawas.
Orang Dekat Prabowo Sejak Era Kemenhan
Koneksi kerja yang solid antara Prabowo Subianto dan Ariyo Windutomo telah terbangun jauh hari sebelum Prabowo menduduki kursi RI 1.
Ariyo tercatat lama berdinas di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Di kementerian tersebut, Ariyo menduduki sejumlah posisi manajerial penting:
- Analis Madya Biro Kepegawaian Kemhan
- Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian Kemhan
- Kepala Biro Urusan Umum (Karoum) Setjen Kemhan (diangkat pada 4 November 2022)
Saat menjabat sebagai Karoum Kemhan, pangkatnya pecah bintang menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen).
Ariyo dikenal andal dalam tata kelola protokoler dan acara kenegaraan; ia sukses mengorganisir Parade Senja tingkat presiden dan gala dinner peringatan HUT ke-78 TNI pada Oktober 2023.
Kecakapannya dalam manajemen acara skala nasional berlanjut di era pemerintahan Presiden Prabowo, di mana Ariyo dipercaya memegang amanah besar sebagai Ketua Pelaksana HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berasal dari Keluarga Militer
Darah prajurit mengalir kuat dalam diri Ariyo. Ayahnya, almarhum Brigjen TNI (Purn) Soemarno MS, merupakan purnawirawan perwira tinggi dari korps perbekalan/perlengkapan TNI AD.
Hubungan kekeluargaan di lingkungan militer juga terlihat dari kakak perempuannya, Asri Wiraningsih Kosasih, yang bersuamikan Mayjen TNI Kosasih, perwira tinggi yang menjabat sebagai Panglima Kodam III/Siliwangi.