Sentil Logika Roy Suryo, Jokowi Bongkar Perjuangan Skripsi 1985: Revisi Judul 3 Kali, Lulus Nilai A

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 05 November 2026 | 11:09 WIB
Sentil Logika Roy Suryo, Jokowi Bongkar Perjuangan Skripsi 1985: Revisi Judul 3 Kali, Lulus Nilai A
Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, hadir langsung sebagai saksi dan memberikan sentilan tajam terhadap alur berpikir Roy soal ijazahnya. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Jokowi hadir sebagai saksi dalam sidang pembuktian ijazah palsu Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis, 5 November 2026.
  • Joko Widodo heran terhadap logika terdakwa yang menyimpulkan ijazah palsu tanpa pernah melihat dokumen aslinya secara langsung.
  • Joko Widodo membeberkan kronologi pembuatan skripsi hingga lulus dengan nilai A pada ujian tanggal 23 Oktober 1985.

Suara.com - Sidang pembuktian ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026) mulai memanas.

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, yang hadir langsung sebagai saksi memberikan sentilan tajam terhadap alur berpikir Roy soal ijazahnya.

"Wong melihat ijazah aslinya saja belum pernah kok sudah bisa menyimpulkan ijazah palsu, gimana," kata Jokowi.

Ia mengaku heran dengan dasar argumen yang dibangun oleh pihak Roy selaku terdakwa dalam perkara tersebut.

"Saya itu kadang-kadang nggak ngerti logika berpikirnya seperti apa," kata Jokowi, menegaskan kebingungannya.

Tidak berhenti pada sentilan logika, Jokowi juga memanfaatkan kesempatan itu untuk membeberkan kronologi pembuatan skripsinya secara detail.

Ia ingin meluruskan berbagai tudingan miring yang selama ini beredar di tengah masyarakat luas.

"Yang Mulia, dalam hal skripsi saya ingin menyampaikan bahwa skripsi ini dibuat dengan mengajukan proposal judul sampai tiga kali kepada dosen pembimbing skripsi saya, yaitu Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro," ungkap Jokowi.

Setelah melalui proses panjang , proposal penelitian akhirnya mendapatkan lampu hijau dari pihak kampus.

baca juga

"Kemudian disetujui, judul skripsinya adalah 'Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta'," tutur Jokowi menjelaskan.

Tahapan akademik berikutnya dilalui dengan ujian resmi di hadapan para dosen penguji yang berkompeten di bidangnya.

"Dan pada tanggal 23 Oktober 1985 dilakukan ujian skripsi dengan dosen penguji Ir. Sofyan Warsito dan Ir. P. Burhanuddin," kisah Jokowi.

Hasil dari ujian tersebut membuktikan bahwa proses pengerjaan karya ilmiahnya berjalan dengan standar kelulusan yang sah.

"Saya dinyatakan lulus dengan nilai A," tegas ayah dari Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka itu.

Ia juga menceritakan proses pencetakan fisik dokumen ilmiahnya setelah melewati tahap perbaikan akhir.

"Setelah sedikit revisi, skripsi itu saya cetak di Percetakan Perdana, dengan cover dan lembar pengesahan oleh Percetakan Perdana," jelas Jokowi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak mentah-mentah seluruh materi nota perlawanan yang diajukan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. (Suara.com/Alif)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak mentah-mentah seluruh materi nota perlawanan yang diajukan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. (Suara.com/Alif)

Sementara itu, bagian isi dari dokumen akademik tersebut dikerjakan dengan metode konvensional yang lazim pada masanya.

"Kemudian halaman yang lainnya saya lakukan dengan ketik manual," kata Jokowi lagi.

Menanggapi tuduhan soal kejanggalan font pada sampul buku, Jokowi memberikan penjelasan telak berdasarkan realitas masa lalu.

Ia memastikan, kebiasaan cetak tersebut merupakan standar umum pada masanya dan bukan keistimewaan khusus.

"Kalau dikatakan bahwa covernya pakai Times New Roman yang itu belum ada di tahun 1985, nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lirikan Mata Jokowi ke Roy Suryo di Ruang Sidang Ijazah Palsu

Lirikan Mata Jokowi ke Roy Suryo di Ruang Sidang Ijazah Palsu

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:47 WIB

Jawab Tudingan Ijazah Palsu di Pengadilan, Jokowi Ungkap Alasan Sering Disebut 'Anak Teknologi Kayu'

Jawab Tudingan Ijazah Palsu di Pengadilan, Jokowi Ungkap Alasan Sering Disebut 'Anak Teknologi Kayu'

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:35 WIB

Hakim Periksa KTP Jokowi, Pekerjaannya Berbeda dengan yang Diucapkan

Hakim Periksa KTP Jokowi, Pekerjaannya Berbeda dengan yang Diucapkan

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:27 WIB

Jokowi Datang ke PN Jaktim, Ditemani Kahiyang dan Kaesang

Jokowi Datang ke PN Jaktim, Ditemani Kahiyang dan Kaesang

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:15 WIB

Jokowi Hadir Sidang Ijazah, PSI Minta Maaf Kalau Jalan Sekitar PN Jaktim Macet

Jokowi Hadir Sidang Ijazah, PSI Minta Maaf Kalau Jalan Sekitar PN Jaktim Macet

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Sentil Logika Roy Suryo, Jokowi Bongkar Perjuangan Skripsi 1985: Revisi Judul 3 Kali, Lulus Nilai A

Sentil Logika Roy Suryo, Jokowi Bongkar Perjuangan Skripsi 1985: Revisi Judul 3 Kali, Lulus Nilai A

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:09 WIB

Minyak Zaitun Apakah Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Minyak Zaitun Apakah Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 11:08 WIB

Persib Bandung Berpeluang Hadapi Wakil Australia hingga Korea Selatan di Babak 16 Besar ACL 2

Persib Bandung Berpeluang Hadapi Wakil Australia hingga Korea Selatan di Babak 16 Besar ACL 2

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 11:02 WIB

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Misi Karhutla di Kalteng

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Misi Karhutla di Kalteng

Kaltim | Kamis, 05 November 2026 | 11:02 WIB

Pakar UGM Soroti Ketidakadilan Fiskal: PPh DPR Ditanggung Negara, Kenapa Pembalut Dipajaki?

Pakar UGM Soroti Ketidakadilan Fiskal: PPh DPR Ditanggung Negara, Kenapa Pembalut Dipajaki?

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:01 WIB

Ferry Boboho Putus Rantai Aliran Uang, Jaksa Hadapi Beban Ganda Buktikan Kasus Febrie?

Ferry Boboho Putus Rantai Aliran Uang, Jaksa Hadapi Beban Ganda Buktikan Kasus Febrie?

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:01 WIB

5 Tersangka Korupsi Pembangunan Senilai Rp7,6 Miliar Ditahan

5 Tersangka Korupsi Pembangunan Senilai Rp7,6 Miliar Ditahan

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 10:59 WIB

×