- Mantan Presiden Joko Widodo menempuh pendidikan tinggi dan lulus sebagai Sarjana Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985.
- Pihak Universitas Gadjah Mada telah menegaskan secara resmi bahwa seluruh dokumen akademik Joko Widodo tercatat lengkap di kampus.
- Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa ijazah asli telah diserahkan kepada Joko Widodo sesuai dengan prosedur wisuda yang berlaku.
Suara.com - Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi kerap muncul di ruang publik, terutama terkait ijazahnya. Banyak orang ingin mengetahui secara pasti dari mana mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut menempuh pendidikan tinggi dan memperoleh gelar sarjananya.
Jokowi dikenal luas sebagai tokoh yang memiliki latar belakang sederhana dari Solo, Jawa Tengah. Perjalanan pendidikannya dimulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi menjadi bagian dari narasi biografinya yang sering dibahas. Salah satu fokus utama publik adalah ijazah S1-nya yang menjadi bukti resmi kelulusan di tingkat universitas.
Sejumlah pernyataan resmi dari pihak kampus dan penegasan langsung dari Jokowi sendiri telah memberikan kejelasan. Dokumen akademik yang dimiliki universitas menjadi dasar utama untuk menjawab keraguan yang muncul dari waktu ke waktu. Dengan demikian, fakta mengenai lulusan mana yang dimiliki Jokowi dapat dilacak secara terbuka.
Artikel ini akan menguraikan secara lengkap riwayat pendidikan Jokowi, khususnya terkait ijazah S1-nya, berdasarkan data yang telah dikonfirmasi oleh pihak terkait. Informasi tersebut mencakup fakultas, tahun masuk, tahun lulus, serta fokus studi yang diambil selama menempuh pendidikan.
Joko Widodo menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Ia terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dengan nomor mahasiswa 80/34416/KT/1681.
Proses studinya berlangsung hingga ia dinyatakan lulus pada tahun 1985. Secara lebih rinci, UGM mencatat kelulusannya pada 5 November 1985, diikuti dengan prosesi wisuda beberapa waktu kemudian di mana ijazah diserahkan.
Pada masa itu, Fakultas Kehutanan UGM belum menerapkan sistem penjurusan yang kaku seperti sekarang. Mahasiswa diberikan kebebasan memilih mata kuliah pilihan sesuai minat.
Jokowi sendiri banyak mengambil mata kuliah di bidang teknologi hasil hutan atau teknologi kayu. Beberapa di antaranya meliputi struktur dan sifat kayu, pengeringan kayu, pengawetan kayu, pulp dan kertas, industri kayu lapis, serta penggergajian. Teman-teman seangkatannya sering menyebutnya berada di wilayah teknologi kayu.
Skripsi yang disusun Jokowi berjudul “Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta”. Karya ilmiah tersebut menjadi bagian dari persyaratan kelulusan yang telah diselesaikan dan dipertahankan di depan penguji.
Pihak UGM, termasuk Rektor dan pimpinan Fakultas Kehutanan, berulang kali menegaskan bahwa seluruh proses akademik Jokowi tercatat lengkap dalam dokumen kampus, mulai dari registrasi, perkuliahan, KKN, hingga ujian skripsi.
Selain pendidikan tinggi, riwayat sekolah Jokowi juga jelas. Ia menempuh SD di SDN Nomor 111 Kota Surakarta (ada juga sebutan SDN 11 dalam beberapa keterangan), dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Kota Surakarta, kemudian SMA Negeri 6 Kota Surakarta.
Setelah lulus SMA, ia melanjutkan ke UGM. Penjelasan lengkap ini pernah disampaikan Jokowi sendiri di depan majelis hakim saat memberikan kesaksian terkait kasus yang melibatkan tudingan terhadap keaslian ijazahnya.
Isu seputar keaslian ijazah Jokowi sempat menjadi perbincangan hangat di ruang publik dan media sosial. Namun, Universitas Gadjah Mada secara konsisten memberikan klarifikasi.
Rektor UGM Prof. Ova Emilia dan pimpinan fakultas menyatakan bahwa Jokowi merupakan alumnus resmi Fakultas Kehutanan UGM yang lulus tahun 1985. Kampus memiliki data dan bukti pendukung yang lengkap.
Ijazah asli telah diserahkan kepada yang bersangkutan pada saat wisuda, sesuai prosedur yang berlaku bagi seluruh alumni.
Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan “Ijazah Jokowi lulusan apa?” adalah jelas: Jokowi adalah lulusan Sarjana (S1) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada tahun 1985, dengan fokus studi pada teknologi hasil hutan atau teknologi kayu. Fakta ini telah dikonfirmasi berulang kali oleh pihak universitas dan didukung oleh dokumen akademik resmi.