- Warga Pidie, Aceh, tiarap saat terjadi penembakan oleh TNI dalam perayaan Maulid Nabi pada 4 November 2026.
- Bentrokan dan penembakan dipicu oleh upaya aparat TNI menertibkan pengibaran Bendera Bulan Bintang di lokasi acara.
- Insiden penembakan tersebut menyebabkan satu warga tewas, enam orang luka-luka, serta kerusakan fasilitas acara.
Suara.com - Video yang memperlihatkan warga Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, tiarap di tengah suara tembakan beredar di media sosial.
Peristiwa itu terjadi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu (4/11/2026), yang dilaporkan menewaskan seorang warga dan melukai sejumlah lainnya.
Dalam video yang diunggah akun Acheh Sultanate, sejumlah warga sipil terlihat langsung tiarap ketika terdengar rentetan suara tembakan. Salah seorang warga terdengar berteriak, "Allahu akbar."
Rekaman itu juga memperlihatkan beberapa laki-laki dewasa menggotong seorang pria yang diduga terkena tembakan. Namun, identitas pria tersebut dan kondisi pastinya tidak dapat dipastikan hanya dari video yang beredar.
Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menyebut aparat TNI melakukan penembakan terhadap warga sipil saat acara Maulid di Tiro, Pidie.
"TNI melakukan tembakan membabi buta terhadap sipil tak bersenjata pada acara Maulid di Tiro, Pidie 4 November 2026," demikian bunyi keterangan video tersebut.
Bentrokan Dipicu Penertiban Bendera Bulan Bintang
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari dilaporkan berubah menjadi tragedi setelah terjadi ketegangan terkait pengibaran Bendera Bulan Bintang.
Polemik tersebut memicu bentrokan antara warga dan aparat TNI.
Dikutip dari Atjehwatch, bentrokan bermula ketika warga berupaya mengibarkan Bendera Bulan Bintang dalam rangkaian acara Maulid.
Ketegangan meningkat saat aparat berupaya menertibkan bendera tersebut dan kemudian terjadi penembakan ke arah kerumunan.
Peristiwa itu menuai sorotan karena berlangsung di tengah kegiatan keagamaan.
Sejumlah pihak juga mengecam tindakan aparat yang dinilai berlebihan, meski kronologi dan penggunaan kekuatan masih perlu ditelusuri berdasarkan keterangan resmi serta bukti yang dapat diverifikasi.
Satu Warga Tewas, Enam Orang Dilaporkan Luka-luka
Menurut laporan Atjehwatch, seorang warga bernama Abzalul Rizal, 20, dari Dayah Gampong Baro, meninggal dunia setelah terkena tembakan. Laporan tersebut menyebut korban meninggal di lokasi kejadian.
Enam warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan dibawa ke fasilitas medis. Mereka adalah Basri Hasan (46), warga Dayah Cot; Muhammad (48) dan Musliadi (40), warga Pulo Keunari; Darul Kamal (52), warga Paya Cot; Juanda Cut Rahman (62), warga Meunasah Mancang; serta Mutia (38), warga Gampong Pulo Keunari.
Selain korban jiwa dan luka-luka, lokasi perayaan Maulid juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Panggung acara dakwah disebut porak-poranda, sementara perangkat pengeras suara mengalami kerusakan parah.
Mabes TNI Buka Suara
Mabes TNI AD menyampaikan kronologi insiden yang terjadi di Meunasah Desa Pulo Keunari.
Dalam keterangan pers seperti dikutip Antara, TNI AD menyebut peristiwa bermula dari upaya penertiban bendera Bulan Bintang yang dikibarkan saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurut siaran pers tersebut, aparat TNI dan Polri telah melakukan pendekatan persuasif kepada penyelenggara acara. Namun, panitia disebut tetap bersikeras tidak menurunkan bendera tersebut.
Proses penertiban kemudian diwarnai penolakan warga.
TNI AD menyebut massa melakukan pelemparan batu ke arah aparat hingga situasi dinilai mengancam keselamatan personel.
Aparat kemudian melakukan tindakan pengamanan secara bertahap.
TNI AD menyatakan personel mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan peluru hampa, lalu peluru karet.
"Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet," demikian bunyi siaran pers TNI AD, seperti dikutip ANTARA.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang dari lokasi kegiatan.