SETARA: Kasus Penyadapan Prabowo Ancaman Serius Penyalahgunaan Kekuasaan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 05 November 2026 | 17:49 WIB
SETARA: Kasus Penyadapan Prabowo Ancaman Serius Penyalahgunaan Kekuasaan
Presiden Prabowo Subianto
baca 10 detik
  • SETARA Institute sebut kasus penyadapan mantan Kapolri sebagai ancaman serius penyalahgunaan kekuasaan.

  • Organisasi mendesak pengusutan tuntas jaringan kekuasaan dan aktor intelektual di balik operasi ilegal.

  • Lemahnya pengawasan DPR dan Kompolnas turut disorot tajam pasca terbongkarnya skandal penyadapan.

Suara.com - Kasus penyadapan Prabowo atau Presiden Prabowo Subianto bongkar penyalahgunaan kekuasaan negara yang menuntut investigasi tuntas dan pengawasan ketat. Kasus penyadapan ilegal terhadap kepala negara yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit membuka mata publik terhadap ancaman serius penyalahgunaan kekuasaan.

Praktik ini menunjukkan instrumen resmi penegakan hukum berpotensi dibajak untuk kepentingan di luar jalur konstitusional.

Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menegaskan bahwa peristiwa luar biasa ini bukan sekadar perkara pidana intersepsi biasa.

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

"Kasus ini merupakan persoalan fundamental mengenai penyalahgunaan kekuasaan, pembajakan instrumen negara, dan ancaman terhadap prinsip negara hukum dan demokrasi," ujar Hendardi dalam keterangan resminya.

Pihaknya memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Bareskrim yang berani memproses hukum mantan pimpinan tertinggi tersebut.

Langkah tanpa kompromi ini membuktikan tidak ada kekebalan hukum bagi siapa pun yang diduga melanggar ketentuan berlaku.

Pengungkapan kasus ini mengirimkan sinyal bahaya bahwa warga sipil berada dalam posisi rentan apabila seorang kepala negara saja bisa menjadi sasaran empuk.

Penyelidikan tidak boleh berhenti sekadar menetapkan siapa pelaku penyadapan di dalam tubuh aparat penegak hukum.

Aparat wajib mengusut tuntas pihak yang memerintahkan, memfasilitasi, hingga motif operasional di balik aksi spionase tersebut.

baca juga

"Siapa yang memerintahkan, siapa yang mengetahui, siapa yang memfasilitasi, untuk kepentingan apa operasi tersebut dilakukan, dan apakah terdapat jaringan kekuasaan yang lebih luas yang terlibat," tegas Hendardi.

Segala dugaan tindak pidana tambahan harus dibuktikan secara objektif melalui jalur hukum yang akuntabel.

Di sisi lain, SETARA Institute melayangkan kritik tajam terhadap langkah Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra.

Konferensi pers yang digelar Yusril dinilai melampaui batas koordinasi pemerintahan dalam situasi krisis penegakan hukum.

"Menko Kumham Imipas jangan begitu jauh masuk ke ruang komunikasi dan penjelasan perkara yang sedang ditangani penyidik Polri," kata Hendardi.

Skandal penyadapan ini sekaligus menelanjangi fungsi pengawasan parlemen yang selama ini berjalan setengah hati.

Komisi III DPR dipertanyakan efektivitas kerjanya dalam mengawasi penggunaan perangkat intersepsi canggih oleh lembaga kepolisian.

"DPR tidak boleh hanya berisik ketika ada kepentingan politik, tetapi diam ketika instrumen negara diduga disalahgunakan," ucap Hendardi.

Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi total bagi lembaga pengawas seperti Komisi Kepolisian Nasional agar bekerja secara optimal.

Transformasi internal kepolisian dinilai sangat bergantung pada keberanian institusi untuk membersihkan diri dari unsur penyalahgunaan wewenang.

"Perangkat bernegara tidak boleh menjadi alat untuk memata-matai, mengintimidasi, dan mengendalikan warga negara demi kepentingan kekuasaan politik," pungkas Hendardi.

Krisis tata kelola keamanan nasional ini berakar dari lemahnya sistem check and balances terhadap kewenangan luar biasa yang dipegang aparat. Tanpa reformasi struktural dan transparansi penegakan hukum, ancaman terhadap privasi warga serta prinsip demokrasi akan terus berulang di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum

Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:03 WIB

Kapolri Buka Suara Soal Kasus Penyadapan Presiden: Murni Penegakkan Hukum

Kapolri Buka Suara Soal Kasus Penyadapan Presiden: Murni Penegakkan Hukum

News | Kamis, 05 November 2026 | 16:28 WIB

Namanya Masuk Daftar Penyadapan, Hercules: Wah, Aku Makin Hebat

Namanya Masuk Daftar Penyadapan, Hercules: Wah, Aku Makin Hebat

News | Kamis, 05 November 2026 | 16:18 WIB

Terkini

Profil Hakim Christina Endarwati di Sidang Roy Suryo Cs: Minta Jokowi Jawab Tegas

Profil Hakim Christina Endarwati di Sidang Roy Suryo Cs: Minta Jokowi Jawab Tegas

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:49 WIB

SETARA: Kasus Penyadapan Prabowo Ancaman Serius Penyalahgunaan Kekuasaan

SETARA: Kasus Penyadapan Prabowo Ancaman Serius Penyalahgunaan Kekuasaan

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:49 WIB

Sadar Finansial vs FOMO Kuliner: Refleksi Realita Ekonomi Anak Muda

Sadar Finansial vs FOMO Kuliner: Refleksi Realita Ekonomi Anak Muda

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 17:45 WIB

OJK Beberkan Mekanisme Pengembalian Kerugian Investor dari Manipulasi Saham

OJK Beberkan Mekanisme Pengembalian Kerugian Investor dari Manipulasi Saham

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 17:40 WIB

Perintah Tegas Menhan Sjafrie, Satgas PKH Ambil Alih Kawasan Hutan Ilegal Afiliasi Arif Kurniawan

Perintah Tegas Menhan Sjafrie, Satgas PKH Ambil Alih Kawasan Hutan Ilegal Afiliasi Arif Kurniawan

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:39 WIB

Harga HUAWEI FreeBuds SE 5 MAX di Indonesia Dibanderol Rp459 Ribu, Cek Apa Fiturnya

Harga HUAWEI FreeBuds SE 5 MAX di Indonesia Dibanderol Rp459 Ribu, Cek Apa Fiturnya

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 17:37 WIB

Foto Jokowi di Ijazah Berkacamata, Bolehkah? Ini Penjelasan UGM

Foto Jokowi di Ijazah Berkacamata, Bolehkah? Ini Penjelasan UGM

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:35 WIB

9 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam Usia 40 Tahun ke Atas

9 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 17:35 WIB

Miris! 1.550 Ekor Trenggiling Jadi Korban Perburuan, 779 Kg Sisiknya Dimusnahkan di Sumut

Miris! 1.550 Ekor Trenggiling Jadi Korban Perburuan, 779 Kg Sisiknya Dimusnahkan di Sumut

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 17:33 WIB

Krisis Sampah Perkotaan, Mengapa Perempuan Jadi yang Paling Terdampak?

Krisis Sampah Perkotaan, Mengapa Perempuan Jadi yang Paling Terdampak?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 17:32 WIB

×