-
Julukan Roy Panci Roy Suryo kembali viral di media sosial.
-
Julukan Roy Panci Roy Suryo bermula dari sengketa inventaris Kemenpora.
-
Kasus aset telah tuntas pada 2019 di PN Jakarta Selatan.
Suara.com - Nama mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo Kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Di tengah proses hukum kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan terdakwa Roy Suryo, julukan lawas "Roy Panci" mendadak viral lagi dan ramai disematkan warganet kepadanya.
Bahkan, sejumlah potongan jalannya persidangan saat Jokowi dihadirkan sebagai saksi langsung diserbu komentar bernada guyonan oleh publik.
"Roy Panci nanya berapa anak pak lurah tempat bapak KKN? Pak Jokowi spontan menjawab, saya KKN gak urus anak pak lurah. Makjleb," tulis salah seorang warganet di platform media sosial Threads.
Julukan "Roy Panci" maupun "Dewa Panci" memang seolah menjadi cap yang terus melekat pada sosok pakar telematika tersebut setiap kali namanya mencuat ke ruang publik.
Lantas, bagaimana sebenarnya asal-usul di balik julukan menggelitik tersebut?

Bermula dari Sengkarut Inventaris Rumah Dinas Menpora
Gelar "Roy Panci" bermula dari persoalan Barang Milik Negara (BMN) setelah Roy Suryo menyelesaikan tugasnya sebagai Menpora pada akhir masa jabatan Kabinet Indonesia Bersatu II era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2014 silam.
Sorotan publik memuncak ketika pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melayangkan surat resmi.
Surat penagihan tersebut meminta Roy Suryo untuk mengembalikan ribuan unit barang inventaris milik negara yang diduga belum dikembalikan dari rumah dinasnya.
Kala itu, daftar rincian aset yang ditagih bocor ke ruang publik dan sontak membuat masyarakat terbelalak.
Pasalnya, barang-barang yang tercatat tidak hanya sebatas perabot besar atau alat elektronik, melainkan juga merembet ke perkakas dapur berukuran kecil.
Mulai dari antena televisi, sendok, gayung, cobek, hingga panci masuk ke dalam daftar inventaris yang ditagih.
Temuan bahwa barang-barang dapur seperti panci ikut terbawa sontak menuai reaksi heboh di jagat maya.
Banyak warganet yang mencibir dan menilai polemik perkakas rumah tangga itu sebagai hal yang memalukan bagi seorang mantan pejabat negara setingkat menteri.
Sejak saat itulah warganet mulai melabelinya dengan sebutan "Roy Panci" atau "Dewa Panci".
Julukan ini dengan cepat viral, melegenda, dan kerap dimunculkan kembali sebagai bahan sindiran atau meme setiap kali Roy Suryo tersandung kontroversi baru.
Bantahan Tegas dan Putusan Hukum 2019
Kendati julukan tersebut telanjur abadi di benak netizen, Roy Suryo sendiri secara konsisten membantah tudingan bahwa dirinya sengaja menguasai aset-aset negara dari rumah dinas Menpora.
Persoalan sengketa barang inventaris antara Roy Suryo dan pihak Kemenpora tersebut pada akhirnya telah dibawa ke ranah hukum dan dinyatakan rampung secara resmi melalui putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2019.
Meski persoalan hukum terkait aset itu telah berkekuatan tetap dan tuntas bertahun-tahun lalu, jejak digital rupanya tak pernah benar-benar hilang.
Alhasil, di tengah panasnya persidangan kasus ijazah palsu Jokowi saat ini, gelar "Roy Panci" kembali digaungkan publik sebagai bahan olok-olok di lini masa.