- Sebanyak 4.200 peserta mengikuti ajang Soekarno Run Blitar 2026 di Alun-Alun Kota Blitar pada Minggu pagi, 8 November 2026.
- Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Hasto Kristiyanto dan Ganjar Pranowo.
- Para peserta menempuh kategori rute lari sejauh 5 kilometer dan 10 kilometer yang melintasi Makam Bung Karno.
Suara.com - Sebanyak 4.200 pelari dari berbagai daerah memadati kawasan Alun-Alun Kota Blitar, Jawa Timur, Minggu (8/11/2026) pagi, untuk mengikuti ajang Soekarno Run Blitar 2026.
Digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November, kegiatan ini memadukan konsep sport tourism dengan nilai-nilai perjuangan Proklamator RI, Ir. Soekarno.
Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, hadir melepas langsung ribuan peserta yang didominasi kalangan anak muda.
Sebelum pengibaran bendera start, acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Eri tampak didampingi Bupati Blitar Rijanto, Anggota DPR RI Fraksi PDIP Pulung Agustanto, serta jajaran pengurus DPD PDIP Jawa Timur dan DPC PDIP Blitar.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo dan istrinya, Siti Atikoh, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Mengenakan kaus resmi Soekarno Run berwarna merah, Hasto bahkan turun langsung mengikuti kategori lari 10 kilometer (10K).
"Hari ini lari yang luar biasa. Ada Pak Sekjen PDI Perjuangan Pak Hasto Kristiyanto, dan langsung lari juga Pak Ganjar. Hari ini lari dalam suasana yang berbeda, sangat luar biasa karena melewati Istana Gebang dan Makam Bung Karno," ujar Eri menyemangati para peserta.
Dalam sambutannya, Eri mengatakan olahraga lari mengajarkan setiap individu untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri hingga mencapai garis finis. Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan filosofi berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri yang diajarkan Bung Karno.
"Hari ini kita diajarkan bagaimana lari dengan kaki sendiri. Bahwa kita tidak bisa mengandalkan lari dengan peserta lain. Kita punya semangat, kita punya daya tahan tubuh, kita punya kekuatan. Maka inilah pesan dari Bung Karno bahwa kita harus berdiri di kaki sendiri," tegasnya.
Ia juga menilai olahraga dapat membentuk generasi tangguh yang memiliki visi dan semangat pantang menyerah. Karena itu, para peserta diajak memaknai nilai-nilai kepahlawanan sepanjang rute perlombaan.
"Di dalam olahraga ini akan muncul manusia yang baru, kata Bung Karno. Karena dengan lari, kita memulai sesuatu dengan semangat. Kita lari harus memiliki visi untuk mencapai ke depan, dan ketika mencapai garis finis, kita harus punya semangat pantang menyerah," ujar Eri.
Soekarno Run Blitar 2026 diikuti 4.200 peserta, termasuk 135 atlet profesional. Mereka datang dari berbagai provinsi di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kompetisi dibagi menjadi dua kategori, yakni 5K dan 10K. Rute 5K melintasi Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno. Sementara itu, kategori 10K membentang dari Istana Gebang hingga kompleks Makam Bung Karno.
Sejumlah tokoh turut meramaikan kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat dan Anggota DPR RI Once Mekel.
Hasto berhasil menyelesaikan kategori 10K. Setibanya di garis finis, ia bersama sejumlah pelari lainnya menunjukkan gestur acungan tiga jari atau three-finger salute.
Gestur tersebut dikenal luas melalui novel dan film The Hunger Games. Dalam kisah tersebut, salam tiga jari digunakan masyarakat di distrik-distrik tertindas sebagai simbol penghormatan, terima kasih, perpisahan, sekaligus perlawanan terhadap pemerintahan Capitol yang tiran.
Dalam sejumlah aksi, gestur tiga jari juga kerap digunakan sebagai simbol kritik dan bentuk pengawasan terhadap kebijakan publik.
Tak hanya Hasto, Ganjar juga beberapa kali terlihat menunjukkan gestur tiga jari selama kegiatan berlangsung.
Sebelumnya, Hasto menekankan pentingnya menanamkan nilai keberanian, idealisme, dan kemandirian atau berdikari kepada generasi muda agar mampu menghadapi dinamika zaman.
"Karena itulah, Soekarno Run itu menjadi suatu bagian dari kultur PDI-P agar anak-anak muda percaya diri, berpikir merdeka, dan juga punya keberanian di dalam mengabdi kepada bangsa dan negaranya," ujar Hasto di Blitar, Sabtu.