NTB.Suara.com – Anas Urbaningrum kembali membuat surat yang dipublikasikan, berisi pesan ke sahabat atau loyalisnya yang selama ini setia menemani Anas walaupun sedang dalam penjara.
Dalam surat terbarunya, Anas menyebut sedang menjalani sisa waktu pengasingan, sebelum nanti saatnya dia pulang (bebas) dari lapas sukamiskin yang dia sebut tempat pengasingan.
“Ada saatnya pergi, ada saatnya pulang, Insya Allah beberapa waktu tersisa mengalami pengasingan akan tunai dengan baik,” tulis anas dilansir dari twitter anas urbaningrum.
Anas meminta sahabatnya untuk bersabar menghadapi kezaliman dan kriminalisasi dengan menjaga suasana tetap kondusif.
“Kita akan terus berjuang bersama untuk keadilan dengan cara yang baik dan penuh tanggungjawab,” kata Anas.
Surat Anas yang penuh teka teki ini ditanggapi beragam oleh netizen. Banyak yang menyebut surat ini merupakan sindiran atau sinyal bagi SBY yang menjadi presiden waktu anas terkena kasus korupsi hambalang. SBY diduga kuat mengkriminalisasi Anas melalui kasus hambalang.
Konflik Anas dengan SBY terjadi sejak Anas terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat. SBY disebut tidak merestui Anas sebagai Ketua Umum Demokrat dan lebih mendukung Andi Mallarangeng. Anas pernah menyebut langsung setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK bahwa dia “bayi yang tidak diinginkan” oleh SBY.