NTB.Suara.com - Seperti agama Islam atau agama lainnya, agama Khonghucu juga menganjurkan puasa. Ws. Budi Suniarto menjelaskan, dalam Khonghucu puasa dikenal dengan zhai jie.
Dia menjelaskan, dalam Zhongyong Jilid XV Pasal 3 menyebutkan, “demikianlah menjadikan umat manusia di dunia, berpuasa, membersihkan hati dan mengenakan pakaian lengkap sujud bersembahyang kepada-Nya. Sungguh Maha Besar Dia, terasakan di atas dan di kanan-kiri kita”.
“Ini merupakan salah satu landasan tentang berpuasa ada di dalam agama Khonghucu,” tandas Budi Suniarto yang juga Ketua Harian Dewan Rohaniwan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) pada 20 Januari 2023.
Budi melanjutkan, dasar puasa dalam Khonghucu juga ada pada Liji Bab XXII: 6 tengang Ji Tong “Sempurnanya Persembahyangan”.
Budi Suniarto melanjutkan, zhai dilaksanakan selama tiga hari, atau tiga ketat, yakni waswas terhadap pengaruh benda-benda (makanan).
“Yakni puasa Khonghucu selama tiga hari, membatasi makanan yang masuk ke tubuh,” tandas dia.
Sedangkan jie selama tujuh hari, juga disebut tujuh longgar, yakni menghentikan berbagai kegemaran dan keinginannya atau berpantang perilaku. Contohnya tidak tidur di atas ranjang, tidak merokok, tidak ngopi, tidak main HP, tidak menonton film, dan lainnya.
Puasa atau zhai jie ini dilakukan saat malam setelah Imlek. Untuk memulai zhai jie ini diawali dengan prasatya atau niat apa saja dalam zhai jie-nya. Pada har pertama sampai ketiga melakukan zhai dan jie secara bersamaan, pada hari keempat sampai ketujuh melakukan jie. (*)
Baca Juga: Pasti Seruuu, Raffi Ahmad-Nagita Slavina Duet Jadi Host Acara Ramadhan