“Kalau dia obesitas, akhirnya dia diabetes nggak merugikan?” tanya Deddy.
Onad menjawab itu merugikan. Deddy melanjutkan, seharusnya orang obesitas melarang diri sendiri, karena itu yang disebut self love, yakni mengubah diri sendiri menjadi lebih baik.
“Gua setuju,” tandasnya.
Deddy melanjutkan contoh lagi, bagaimana dengan apabila Onad memiliki anak kemudian memperkosa orang lain, apakah akan memukulnya atau tidak.
“Gua gampar sekali, gua masukin ke kantor polisi,” kata Onad.
“Lu gak cinta ama anak lu. Kok lu gampar, kok lu masukin ke kantor polisi?” tanya Deddy.
“Cinta gue (ke anak),” jawabnya.
Habib Jafar pun memberikan tambahan bahwa kantor polisi ibarat neraka bagi dunia anaknya.
“Dalam perpektif lain, Tuhan kasih aturan ini A, ini B, kalau A konsekuensinya A, kalau B konsekuensinya B. Ketika semua orang melakukan A dan B, dan di akhirat konsekuensinya tidak oran berikan. Apakah orang akan menyebut Dia Yang Maha Adil?” tanya Habib Jafar.
Habi Jafar pun menjelaskan, Maha Pengasih, Penyayang, Adil, Kuasa itu satu kesatuan dari sifat Tuhan dalam keesaan Tuhan.
“Kalau Tuhan tidak memasukkan orang yang tidak adil ke neraka, lalu di mana lagi keadilan itu akan terjadi? Padahal di akhirat itu keadilan akan ditegakkan setegak-tegaknya,” tandas Habib Jafar.
Habib Jafar mengatakan keadilan bisa saja tidak tegak di dunia karena banyak faktor karena manusia itu sendiri. Namun, di akhirat keadilan akan ditegakkan.
“Agar apa (keadilan ditegakkan di akhirat, red)? Agar orang baik tidak merasa ditipu oleh Tuhan. Itu salah satu saja, selain yang disampaikan Om Ded itu,” terangnya.
“Ya udah, yang baik dimasukkin ke surga, yang tidak baik dimasukin ke neraka. Itu neraka pun karena kasihnya Tuhan. Karena ketika lu selesai dengan kerak-kerak lu di dunia, lu akan dimasukin ke surga, asalkan gak syirik ya,” papar Habib Jafar. (*)