NTB.Suara.com - Sebelumnya sebuah konten tentang dugaan anggota polisi membawa pulang barang bukti baju bekas impor viral di media sosial.
Terkait kasus itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap tiga orang. Salah satunya adalah admin atau pemilik sebuah akun menfes di twitter dengan nama akun @Askrlfess. Akun tersebut memiliki 801 ribu follower.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan mereka ditangkap karena diduga menyebarkan beritang bohong.
Dia mengatakan hasil pemeriksaan tersangka mengaku menyebarkan foto itu karena benci dengan polisi.
"Menurut hasil pemeriksaan kami, tersangka belum bisa memberi jawaban yang pasti hanya saja mereka mengatakan tidak suka sama polisi," katanya dikutip dari Antara, Kamis (6/4/2023).
Ketiga tersangka tersebut yakni IAS (26) dan ditangkap di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Kemudian inisial EW (29) yang ditangkap di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kemudian inisial AM (21) yang ditangkap di Sukabumi, Jawa Barat.
IAS merupakan pemilik akun twitter @Askrlfess. Polisi juga mengamankan tiga ponsel, satu PC, dan akun twitter serta emailnya.
Sementara dari tersangka EW yaitu dua unit ponsel, satu akun Twitter @rcyourbae, alamat email [email protected].
"Dan satu unit laptop, sedangkan AM diamankan satu buah ponsel," kata Auliansyah.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko sebelumnya mengatakan konten tersebut hoax karena tidak ada barang bukti keluar dari ruang penyidik.
Baca Juga: 4 Manfaat Kolagen untuk Kesehatan, Bisa Cegah Osteoporosis!
Sementara konten tersebut menyebut bahwa barang bukti dibawa pulang oleh seorang anggota polisi.
"Saya tegaskan tidak ada barang bukti sekecil apapun keluar dari yang dilakukan penyitaan oleh penyidik. Semuanya tertata secara prosedural, profesional dan proporsional, " kata dia.
Sebelumnya, akun Twitter @askrlfess pada Jumat (31/3) mengunggah sebuah konten dan tertulis jika baju bekas impor yang dipasang di status itu akan dijadikan hadiah Lebaran oleh anggota polisi.
Di dalam foto status WhatsApp yang disebarkan tersebut tertulis "Ngakak bngt punya aa katanya 'gaush beli baju lebaran. Di kantor banyak brang2 sitaan nnti d bawa pulang????????Resiko punya aa kerja di Dirkrimsus ya gini????',".(*)