NTB.Suara.com - Persib Bandung gagal mendapatkan tiga poin saat bertemu dengan Persita Tangerang. Asa Luis Milla untuk menghantar pemainnya David da Silva jadi top skorer Liga 1 semakin sulit.
David da Silva kini hanya mengoleksi 23 gol, sedangkan striker Borneo FC Matheus Pato di waktu bersamaan menambah pundi golnya menjadi 25 usai turut menyumbang 2 gol saat melawan RANS Nusantara FC.
Persib Bandung sebelum pertandingan mengusung misi mendapatkan tiga poin dan membantu David da Silva menambah jumlah gol.
Tapi kenyataannya Persib malah dibantai oleh Persita dengan skor 0-4. Akibatnya tim tidak bisa membantu David da Silva, lebih sialnya Persib bisa tersingkir sebagai runner-up Liga 1.
Pasalnya jika Persija menang dari Dewa United (10//2023) maka posisi runner-up harus diserahkan pada Macan Kemayoran.
Pelatih Persib Bandung, Luis Milla mengatakan belum tahu kenapa timnya bisa kalah telak dari Persita.
Padahal saat melawan Persis Solo para pemain bisa tampil cukup bagus. Selain bermain bagus para pemain juga menunjukkan semangat juang yang tinggi.
Karakter bermain itu hilang ketika melawan Persita, dan ini yang akan menjadi bahan evaluasi dari Luis Milla.
"Saya belum tahu masalahnya apa karena harus berbicara dengan pemain," ujar Luis Milla dikutip dari laman resmi klub, pada Senin (10/4).
"Kemarin saat melawan Persis Solo, pemain begitu punya sikap, karakter, daya juang yang sangat bagus buat tim kami, tapi sekarang berubah."
Pelatih asal Spanyol itu mengatakan permainan Persib saat melawan Persita adalah permainan terburuk. Pasalnya selama dilatih oleh Luis Milla, Persib tidak pernah kalah dengan defisit 4 gol.
"Tentunya saya sedih dengan hasil pertandingan ini."
"Tidak ada alasan, saya pikir selama saya bekerja bersama, ini adalah pertandingan paling buruk."
Kini Persib Bandung hanya menyisakan 1 pertandingan lagi. Harapan untuk jadi runner-up Liga 1 masih ada.
Tapi Persib harus berharap Persija juga terpeleset di pekan ke-33 saat melawan Dewa United. (Mf Ifta/*)