Moonbin Dimakamkan Secara Tertutup, Begini Etika Hadiri Pemakaman di Korea

Suara NTB Suara.Com
Minggu, 23 April 2023 | 14:13 WIB
Moonbin Dimakamkan Secara Tertutup, Begini Etika Hadiri Pemakaman di Korea
Moonbin dimakamkan secara tertutup. (Sumber foto: Instagram @moon_ko_ng)

NTB.Suara.com – Moonbin ASTRO hari ini kabarnya dimakamkan yang hanya dihadiri beberapa rekan terdekatnya dan keluarga. Pihak keluarga memilih agar upacara peristirahatan Moonbin digelar secara tertutup untuk menjaga privasi.

Moonbin ASTRO sebelumnya diberitakan meninggal dunia di kediamannya pada Rabu (19/4/2023) pukul 08.00 malam KST, Gangnam, Seoul. Penyebab kematiannya diduga bunuh diri meskipun belum ada pernyataan lebih lanjut dari pihak kepolisian sejak terakhir melakukan autopsi.

Bicara tentang pemakaman Moonbin yang digelar hari ini. Ada sejumlah etika yang tidak bisa sembarang dilakukan maupun hal-hal unik di acara pemakaman di Korea.

Dilansir dari Instagram @taeyang_kulture pada Sabtu (22/4), upacara pemakaman Korea umumnya akan dilakukan di sebuah rumah duka.

Biasanya, akan diadakan di rumah sakit tertentu dan proses pemakaman bisa terbilang cepat bahkan di hari yang sama saat hari kematian orang tersebut.

Keluarga mendiang akan memberitahukan nomor ruangan di Jangryesik Jang (rumah duka) yang disewa kepada rekan-rekan yang ingin melayat.

Upacara pemakamannya sendiri bisa digelar secara besar-besaran yang dihadiri oleh ratusan orang dan biasanya digelar selama 3-7 hari.

Orang-orang yang melayat akan mengenakan pakaian serba hitam, untuk laki-laki biasanya memakai jas hitam, kemeja putih lengkap dengan dasi hitam. Dilarang untuk mengenakan pakaian cerah, pernak-pernik, maupun sebagainya yang mengandung unsur suka cita.

Pelayat juga memberikan uang belasungkawa atau yang disebut joeuigum dengan mengambil amplop yang disediakan, kemudian menuliskan nama pemberi, dan menyiapkan nominal uang dengan angka ganjil yang diakhiri dengan nol. Besaran uang tergantung seberapa dekat hubungan si pelayat dan mendiang.

Baca Juga: Cerita Pemilik Usaha Kripik di Kendari Berhasil Bangkit Berkat Bantuan PENA Kemensos

Di Korea, angka ganjil dianggap membawa keberuntungan, sementara angka genap dianggap pembawa nasib buruk.

Usai memberikan penghormatan kepada pihak keluarga mendiang, pelayat umumnya akan tinggal di rumah duka sembari menyantap hidangan yang sudah disediakan.

Pelayat juga diperbolehkan mengonsumsi alkohol, namun tidak boleh menuangkannya ke gelas orang lain.

Terkait prosesi pemakaman kepada mendiang, bisa dilakukan kremasi atau dikubur sesuai permintaan keluarga. Jika memilih kremasi, biaya yang dikenakan lebih murah dan umumnya abu jenazah akan disimpan di sebuah gedung khusus.

Jika pihak keluarga memilih untuk dikuburkan, butuh biaya lebih karena harus mempersiapkan lahan untuk mengubur jenazah, mengingat di Korea tidak memiliki lahan cukup luas untuk membuka tempat pemakaman umum. (Riadin Asy/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI