NTB.Suara.com – Bursok Anthony pernah viral pada bulan Maret 2023 lalu lantaran email pengaduannya soal investasi PT bodong yang diduga merugikan negara ke Dirjen Pajak itu bocor ke media sosial.
Isi surat pengaduannya lalu ditanggapi oleh Yustinus Pranowo, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, sebagai aduan yang sifatnya pribadi.
Sudah beberapa kali Bursok Anthony mengirim surat aduan, namun hingga kini belum ada penyelesaian tuntas atas kasus yang diadukannya, membuatnya nekad menulis email kembali.
Kali ini pegawai Dirjen Pajak Pematang Siantar itu menuding keterlibatan Sri Mulyani dan jajarannya terlibat konflik kepentingan.
“Saya menduga kuat jika Ibu Menteri Keuangan, Bapak Direktur Jenderal Pajak dan Bapak Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan terlibat konflik kepentingan terkait perusahaan-perusahaan fiktif yang saya adukan, yakni PT. Antares Payment Method dan PT. Beta Akses Vouchers,” tulis Bursok Anthony di email aduannya (28/5/2023).
Pada poin ketiga dalam surat pengaduannya dia menduga ada tiga bank BUMN yang melakukan kejahatan dengan menerbitkan nomor rekening virtual untuk PT bodong tersebut.
Tak tanggung-tanggung, Bursok juga menyenggol nama Awan Nurmawan yang dia duga merangkap jabatan sebagai komisaris dari tiga bank BUMN tersebut.
“Sebanyak 3 bank BUMN yang saya duga melakukan kejahatan perbankan dengan alasan telah menerbitkan nomor rekening virtual (virtual account) kepada perusahan-perusahaan fiktif bernama PT. Antares Payment Method dan PT. Beta Akses Vouchers, dimana komisaris dari ke-3 bank BUMN yang dimaksud merupakan pejabat-pejabat dari Kementerian Keuangan yang merangkap jabatan yang saya duga salah satunya adalah Bapak Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan,” tulis Bursok Anthony.
Belum ada konfirmasi resmi dari para pihak yang dituding dalam email tersebut. (Mf Ifta/*)
Baca Juga: Angkasa Pura I Siap Sambut Airbus A380 Emirates di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali