ntb

Alishter Kerjasama dengan Distan Lombok Tengah Latih Ratusan Petani Cara Penggunaan Pestisida Terbatas

Suara NTB Suara.Com
Selasa, 08 Agustus 2023 | 12:14 WIB
Alishter Kerjasama dengan Distan Lombok Tengah Latih Ratusan Petani Cara Penggunaan Pestisida Terbatas
Ketua Alishter Muliadi Benteng (kiri), memberikan sambutan dalam pelatihan pestisida terbatas. (NTB.Suara.com/Awaludin)

NTB.Suara.com - Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas atau Alishter bekerja sama dengan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, memberikan pelatihan kepada 100 orang petani tentang tata cara penggunaan dan pemanfaatan pestisida terbatas secara efektif, efisien, aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. 

Pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Ir. Muhammad Kamrin, bersama Ketua Alishter Muliadi Benteng, dan Direktur Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian, yang diwakili oleh Tri Linda Yanti, di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (8/8/2023).

Dalam sambutannya, Ketua Alishter Muliadi Benteng menjelaskan Alishter dibentuk pada 2015 dan mulai melakukan pelatihan kepada para petani sejak 2016 dengan tujuannya agar para pengguna herbisida terbatas, khususnya parakuat di Indonesia isa menggunakan secara efeisin, efektif dan aman. Artinya meminimalkan dampaknya baik terhadap manusia dan lingkungan.

"Sejak 2016 kami telah melaksanakan pelatihan di 302 kabupaten/kota di 28 provinsi dan di NTB sudah kesekian kali sejak 2016. Hari ini di Kabupaten Lombok Tengah yang menjadi daerah ke-303, dan pada Kamis (11/8), kami akan menggelar pelatihan lagi di Kabupaten Sumbawa, NTB," katanya.

Ia juga memaparkan bahwa tenaga kerja di sektor pertanian, berdasarkan data statistik dari tahun ke tahun terus menurun. Sebab, sebagian keluarga yang berada di desa merantau ke kota.

Untuk itu, herbisida terbatas menjadi alternatif dan sebagai teknologi yang bisa menggantikan tenaga kerja dan menekan biaya produksi usaha tani. 

Namun demikian, lanjut Muliadi, karena herbisida adalah bahan kimia yang bersifat racun maka harus digunakan secara benar dan bijaksana serta hati-hati agar tidak menimbulkan dampak kepada penggunanya atau yang menyemprot, termasuk tanaman dan lingkungan.

"Oleh karena itu, kami hari ini memberikan materi terkait peraturan dan perizinan, serta bagaimana memahami cara menyimpan dan memusnahkan pestisia. Dinas Kesehatan juga memberikan materi tentang pencegahan dan penanggulangan darurat kalau terjadi keracunan," ujarnya.

Dari Alister, kata dia, juga memberikan materi bagaimana menggunakan herbisida secara bijaksana, aman dan efektif. Terakhir pelatihan bagaimana cara mengkalibrasi alat supaya lebih efektif dan efisien dalam penggunaannya.

Baca Juga: 3 Fakta Dua Pemain Persib Acungkan Jari Tengah dan Marc Klok Lempar Botol Usai Dipecundangi Persis Solo

Adapun penganggaran kegiatan pelatihan yang sudah dilaksanakan di 303 kabupaten/kota seluruhnya ditanggung oleh Alishter, sehingga tidak membebani anggaran pemerintah. Sebab, Alishter sudah menjadi mitra kerja pemerintah dari tahun ke tahun.

Selain memberikan sertifikat kompetensi, Alishter juga memberikan doorprize atau hadiah kepada para petani peserta pelatihan yang berhasil menjawab pertanyaan seputar materi pelatihan. Hadiahnya berupa sepatu boot dan handsprayer.

"Insya Allah tahun depan balik lagi ke NTB, supaya makin banyak memahami, makin sehat di dalam menggunakan herbisida," ucap Muliadi.

Sementara itu, Perwakilan Direktorat Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian, Tri Linda Yanti, mengatakan dunia internasional melalui PBB ingin melarang parakuat karena memiliki potensi bahaya yang lebih tinggi daripada herbisida sistemik. Saat ini, yang beredar di Indonesia, ada herbisida kontak dan herbisida sistemik.

Pihaknya juga hadir setiap tahun di sidang PBB untuk memperjuangkan agar herbisida terbatas atau parakuat tidak dibatasi. Sebab, kalau dibatasi akan susah dalam kegiatan ekspor-impor, di mana produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan seluruh herbisida parakuat di Indonesia.

"Syarat yang diberikan saat kami berargumen dibuktikan dengan tidak terjadi kecelakaan atau kematian karena salah penggunaan dari herbisida. Tentunya ujung tombak dari hal ini adalah para petani," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI