Bersama Nazi, Audi Peras Ribuan Pekerja Paksa pada Perang Dunia II

Liberty Jemadu

Minggu, 01 Juni 2014 | 16:54 WIB
Bersama Nazi, Audi Peras Ribuan Pekerja Paksa pada Perang Dunia II
Ilustrasi mobil-mobil Audi (Reuters).

Suara.com - Audi pernah mengeksploitasi ribuan tahanan di kamp konsentrasi Nazi dan memaksa mereka bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi sehingga banyak yang akhirnya tewas, demikian hasil sebuah penelitian terbaru yang digelar atas permintaan Audi sendiri.

Riset sejarah yang digelar oleh Martin Kukowski dan Rudolf Boch menunjukkan bahwa Auto Union, cikal bakal Audi, menanggung beban moral atas kematian sekitar 4.500 tahanan di kamp konsentrasi Flossenberg di Bavaria. Ribuan buruh itu tewas saat bekerja di kamp kerja paksa.

"Ada koneksi luas yang jelas antara Auto Union dengan Nazi... (Auto Union) jelas berada dalam jeratan rezim Partai Nazi," jelas para peneliti, seperti yang diulas The Telegraph pekan lalu.

Studi mereka menemukan bahwa 18.000 tahanan di Flossenberg diperbudak di Auto Union dan perusahaan itu juga menambah 16.500 pekerja paksa dari kamp lainnya untuk membuat kendaraan perang Jerman pada era Nazi. Seperempat dari para tahanan itu adalah orang Yahudi.

Dalam penelitian itu juga ditemukan bahwa pendiri Auto Union, Richard Bruhn, adalah anggota aktif Nazi. Dia dijuluki pemimpin industri pertahanan karena memproduksi alat-alat perang Jerman pada masa itu.

Auto Union didirikan pada 1932 dan merupakan hasi penggabungan dari perusahaan mobil Jerman seperti Audi, DKW, Horch, dan Wanderer. Bruhn adalah pemimpin Auto Union sejak 1932 sampai 1945. Pada akhir perang dia ditahan oleh Inggris. Tetapi dia kembali menjadi kepala Auto Union ketika perusahaan itu kembali dibuka di Jerman Barat di era Perang Dingin.

Pada 1953 Jerman Barat menganugerahi Bruhn bintang penghargaan kenegaraan karena perannya dalam membangkitkan kembali Auto Union dengan bantuan dana dari Amerika Serikat via program Marshall Plan. Bruhn meninggal pada 1964. Audi Union mengganti nama menjadi Audi pada 1985.

Audi produsen mobil Jerman terakhir yang menjelaskan hubungannya dengan Nazi di masa lalu. Sebelumnya BMW, Daimler, dan Volkswagen sudah melakukan riset yang sama. Volkswagen bahkan memberikan ganti rugi kepada bekas pekerja paksa mereka.

Tidak hanya produsen mobil, Deutsch Bank, salah satu bank terbesar di Jerman, pernah mengakui bahwa mereka mendanai pembangunan kamp konsentrasi Auswitch, sementara Hugo Boss adalah pembuat seragam tentara Nazi. (The Telegraph)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Audi, Produsen Mobil Pertama yang Gunakan Teknologi Laser

Audi, Produsen Mobil Pertama yang Gunakan Teknologi Laser

Otomotif | Senin, 12 Mei 2014 | 17:34 WIB

5 Mobil SUV "Keren" di Beijing Auto Show 2014

5 Mobil SUV "Keren" di Beijing Auto Show 2014

Otomotif | Kamis, 24 April 2014 | 16:36 WIB

Eva Braun, Istri Hitler Mungkin Keturunan Yahudi

Eva Braun, Istri Hitler Mungkin Keturunan Yahudi

News | Minggu, 06 April 2014 | 00:13 WIB

Terkini

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

×