Kuda Sudah Basi, Kavaleri AS Akan Tunggangi Motor Terbang

Liberty Jemadu
JTARV atau hoverbike, sepeda motor terbang dengan teknologi swakemudi yang dikembangkan oleh militer Amerika Serikat (YouTube/US Army Research Laboratory).
JTARV atau hoverbike, sepeda motor terbang dengan teknologi swakemudi yang dikembangkan oleh militer Amerika Serikat (YouTube/US Army Research Laboratory).

Bisa dengan kecepatan sekitar 100 km/jam.

Suara.com - Abad 21 memang zamannya mesin dan teknologi, termasuk di medan perang. Salah satu buktinya ditunjukkan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat yang baru saja memamerkan kendaraan pasukan kavaleri terbarunya: sepeda motor terbang berteknologi swakemudi.

Laboratorium Riset Angkatan Darat AS pada awal pekan ini memamerkan sebuah purwarupa sepeda motor terbang bernama "Jount Tactical Aerial Resupply Vehicle" (JTARV) kepada sejumlah pejabat Departemen Pertahanan AS.

Kendaraan mirip motor, yang dibekali dengan dua pasang baling-baling ala drone, sudah dikembangkan sejak 2014 dan dalam pertunjukkan itu benar-benar bisa terbang.

Angkatan Darat AS menargetkan sepeda motor terbang itu bisa melesat rendah, dekat dengan tanah, dengan kecepatan sekitar 100 km/jam. JTARV, yang juga disebut sebagai hoverbike itu, akan dimanfaatkan untuk berbagai tugas, termasuk untuk mengantarkan kebutuhan tentara di garis depan.

Sepeda motor terbang itu saat ini masih menggunakan tenaga listrik, tetapi Angkatan Darat AS berharap bisa menggunakan mesin hibrida - kombinasi baterai dan mesin berbahan bakar minyak - agar kendaraan itu bisa menempuh jarak lebih jauh, hingga 200 km sambil mengangkut beban hingga 360kg.

Proyek pengembangan JTARV sendiri dilakukan oleh Angkatan Darat dan Marinir AS. Prototipe yang telah dibuat saat ini dibekali dengan sistem navigasi, sehingga bisa melesat tanpa awak, dan mampu melakukan manuver rumit dalam medan tempur berbahaya.

Dalam satu dekade terakhir drone memang telah menjadi peralatan militer yang sangat dibutuhkan di medan tempur. Ukurannya beragam, mulai dari kecil untuk tujuan mata-mata, hingga berukuran besar untuk melakukan pengemboman.

Penggunaan drone nirawak juga dinilai efektif untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, terutama ketika menggelar operasi di daerah yang dipenuhi bom dan penembak jitu. (CNET)

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS