Lima Universitas di Jawa Ini Sedang Kembangkan Mobil Listrik

Tomi Tresnady | Insan Akbar Krisnamusi | Suara.com

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 11:17 WIB
Lima Universitas di Jawa Ini Sedang Kembangkan Mobil Listrik
Motor Gesits dipamerkan di PT. Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. [suara.com/Insan]

Suara.com - Lima universitas negeri di Indonesia kini sedang melakukan penelitian dan pengembangan mobil listrik hingga ke tahap prototipe.

Regulasi dari kementerian-kementerian lain terkait, seperti Kementerian Perindustrian, diharapkan menunjukkan keberpihakan pada industri dan inovasi dalam negeri.

Di tengah seremoni penandatanganan kerja sama produksi motor listrik kreasi Indonesia bernama Gesits, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendorong lima universitas negeri untuk menggeber riset mobil listrik hingga ke tahap prototipe.

"Sepeda motor turut menyumbang polusi sangat besar. Setelah (Gesits) selesai, selanjutnya ialah mobil listrik nasional. Lima perguruan tinggi negeri saya tugasi selesaikan mobil listrik nasional. Kami danai riset mereka dan sekarang sedang dalam tahap prototipe," kata dia, Jumat (18/8/2017) sore di Cileungsi, Bogor.

"Lima perguruan tinggi itu ialah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)," lanjut dia.

Nasir lalu menegaskan bahwa regulasi haruslah disusun untuk memudahkan dan memberi jalan pada inovasi agar lebih mudah menuju industri, terutama inovasi anak-anak negeri sendiri.

Tanpa hal tersebut, maka inovasi dari Indonesia yang dimulai dari sebuah riset akan sulit menjadi sebuah produk yang mampu bersaing di industri.

"Keberpihakan, afirmasi terhadap inovasi dalam negeri harus kita lakukan," tegasnya.

Menurut Nasir, hal tersebut tak akan tercapai jika kementerian yang ia pimpin berjalan sendiri.

Harus ada koordinasi dengan kementerian-kementerian teknis seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan.

Kemenristekdikti sendiri telah menerbitkan regulasi yang mempermudah pendanaan riset yang berbasis kepada hasil.

Mereka juga sedang mendata ulang seluruh riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi serta lembaga-lembaga penelitian lain.

Tugas Kemenristekdikti, sambung Nasir, ialah mendorong dan melindungi riset dalam negeri.

Sementara, untuk masuk dengan daya saing cukup ke industri, perlu koordinasi dengan kementerian-kementerian lain.

"Kami tugasnya, di riset sampai di Technology Readiness Level (TRL) 6. Kalau sudah di situ, kami akan undang Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan sertifikasi masuk ke industri. Kami akan berusaha bagaimana caranya mereka ke TRL 7, 8, dan 9 yang sudah masuk ke industri," paparnya.

Ia mengakui, insentif untuk produk hasil riset dalam negeri menjadi salah satu jalan keluar agar inovasi dari Indonesia mampu bersaing dengan barang-barang sejenis dari merek asing di pasar.

Nasir lalu mencontohkan bagaimana Iran melindungi riset dalam negeri hingga mampu mencapai proses industrialisasi sejak 2004.

Dalam waktu 10 tahun, di Negeri Para Mullah itu akhirnya ada 1.000 inovasi karya sendiri yang masuk ke dalam industri.

Rektor ITS, Joni Hermana, menilai bahwa secara engineering, anak-anak muda hasil gemblengan perguruan tinggi di Tanah Air sebenarnya sudah mampu.

"Tapi, ketika sudah mencapai TRL 6, 7, 8 tertatih-tatih, apalagi 9. Karena itu perlu dukungan luar biasa dan keberpihakan. Kalau kita bersatu, kita bisa," tegas Joni yang juga hadir di Cileungsi.

Sepeda motor listrik Gesits sendiri merupakan hasil riset dan pengembangan ITS selama tujuh tahun.

Mereka menciptakannya dengan sokongan dana penelitian dari Kemenristekdikti serta supervisi dari Garansindo Group yang bakal memasarkannya mulai tahun depan.

Produksinya diharapkan terjadi paling cepat akhir tahun ini dengan kapasitas produksi awal 50 ribu unit per tahun. Perakitnya ialah PT. Wijaya Karya Industri dan Konstruksi.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, mengaku baru mendengar soal adanya lima universitas yang membuat prototipe mobil listrik.

"Saya belum tahu, harus saya pelajari dulu. Saya belum tahu. Baru dengar dari pidato beliau (M. Nasir) tadi," tukas Putu.

Sebagai informasi, Kementerian Perindustrian saat ini sedang menyusun regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang akan memberikan insentif pajak bagi mobil-mobil berteknologi ramah lingkungan seperti mobil hibrida dan listrik.

Sejauh ini, kementerian baru menginformasikan soal insentif bea masuk dan pajak penjualan barang mewah bagi mobil-mobil berbahan bakar alternatif untuk berbagai pabrikan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

E-Power, Teknologi Mobil Listrik Nissan untuk Indonesia

E-Power, Teknologi Mobil Listrik Nissan untuk Indonesia

Otomotif | Selasa, 15 Agustus 2017 | 21:19 WIB

Joe Taslim Pingin Punya Mobil Listrik

Joe Taslim Pingin Punya Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 08:42 WIB

Mobil Hibrida dan Listrik Diharapkan Sumbang 20% Pasar pada 2025

Mobil Hibrida dan Listrik Diharapkan Sumbang 20% Pasar pada 2025

Otomotif | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 12:01 WIB

Menteri Jonan soal Mobil Listrik: Kita Tak Bisa Melawan Zaman

Menteri Jonan soal Mobil Listrik: Kita Tak Bisa Melawan Zaman

Otomotif | Senin, 07 Agustus 2017 | 23:15 WIB

DEN: Mobil Listrik Harus Berdayakan Energi Baru Terbarukan

DEN: Mobil Listrik Harus Berdayakan Energi Baru Terbarukan

Otomotif | Senin, 07 Agustus 2017 | 22:17 WIB

Terkini

Toyota Land Cruiser FJ Resmi Meluncur di Thailand Gunakan Platform Hilux Rangga

Toyota Land Cruiser FJ Resmi Meluncur di Thailand Gunakan Platform Hilux Rangga

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 12:10 WIB

Kumpulan Lengkap Nomor Darurat Jalur Arus Balik dan Mudik Lebaran 2026, Medis hingga Derek Tol Resmi

Kumpulan Lengkap Nomor Darurat Jalur Arus Balik dan Mudik Lebaran 2026, Medis hingga Derek Tol Resmi

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 12:05 WIB

Harga Motor Listrik Jarak Tempuh di Atas 100 km, Bisa Jadi Pengganti Nmax dan PCX

Harga Motor Listrik Jarak Tempuh di Atas 100 km, Bisa Jadi Pengganti Nmax dan PCX

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 11:32 WIB

3 Kunci Utama Selamat dan Nyaman Lewati Arus Balik Lebaran Tahun 2026

3 Kunci Utama Selamat dan Nyaman Lewati Arus Balik Lebaran Tahun 2026

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 10:43 WIB

4 Cara Akurat Cek Tarif Tol Pakai HP, Rahasia Perjalanan Mudik Bebas Macet

4 Cara Akurat Cek Tarif Tol Pakai HP, Rahasia Perjalanan Mudik Bebas Macet

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 10:06 WIB

5 Mobil Keluarga 7 Seater Murah dan Kuat Tanjakan yang Awet Jangka Panjang

5 Mobil Keluarga 7 Seater Murah dan Kuat Tanjakan yang Awet Jangka Panjang

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 09:59 WIB

5 Fakta Veda Ega Pratama Guncang Balapan Moto3 Brasil, Pembalap Gunung Kidul yang Gegerkan Dunia

5 Fakta Veda Ega Pratama Guncang Balapan Moto3 Brasil, Pembalap Gunung Kidul yang Gegerkan Dunia

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 09:35 WIB

6 Mobil Murah 3 Baris 1000cc: Pajak tak Mencekik, Irit Bensin, Pas Buat Keluarga Muda

6 Mobil Murah 3 Baris 1000cc: Pajak tak Mencekik, Irit Bensin, Pas Buat Keluarga Muda

Otomotif | Minggu, 22 Maret 2026 | 17:02 WIB

5 Mobil 1000cc Bertenaga dan Siap Hajar Tanjakan, Harga Mirip Motor Matic

5 Mobil 1000cc Bertenaga dan Siap Hajar Tanjakan, Harga Mirip Motor Matic

Otomotif | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:55 WIB

Punya Suspensi USD dan Mesin 175cc, 'Kembaran' Honda ADV160 Ini Dijual Jauh Lebih Murah

Punya Suspensi USD dan Mesin 175cc, 'Kembaran' Honda ADV160 Ini Dijual Jauh Lebih Murah

Otomotif | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:00 WIB