Suara.com - Sesuai janji, Mitsubishi pada awal pekan ini mengumumkan detail studi mobil listrik bersama pemerintah. Studi tersebut melibatkan pendonasian 10 unit mobil berbahan bakar alternatif Mitsubishi, yang mayoritas adalah Outlander PHEV, kepada Kementerian Perindustrian, lembaga-lembaga penelitian, plus Perguruan Tinggi nasional.
Mitsubishi, melalui pernyataan tertulis pada Senin (11/12/2017) kemarin, mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman terkait kerja sama dan studi bersama dengan pemerintah. Riset gabungan antara lain mempelajari efisiensi penggunaan mobil listrik di Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko, mengklaim bahwa penandatanganan nota kesepahaman antara pihaknya dengan pemerintah menunjukkan kepercayaan pada teknologi mobil listrik Mitsubishi.
"Pengumuman ini sekaligus menunjukan pentingnya Indonesia bagi Mitsubishi Motors dalam rencana pertumbuhan di masa depan. Kami senang dapat berperan dalam membantu mengurangi emisi di Indonesia dan mendukung transisi ke era ekonomi rendah karbon" ungkap Masuko dalam keterangan pers.
Studi dijalankan sehubungan dengan rencana pemerintah merilis regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) untuk mempromosikan dan menciptakan pasar mobil hibrida serta listrik di Indonesia hingga mencapai 20 persen dari pasar pada 2025. Regulasi yang ditargetkan terbit pada awal 2018 tersebut di antaranya berisi insentif pajak bagi mobil hibrida dan mobil listrik.
Lebih lanjut, Mitsubishi akan memberikan dua model kendaraan ramah lingkungan mereka yakni mobil hibrida Outlander PHEV plus mobil listrik i-MiEV.
Terdapat delapan unit Outlander PHEV dan dua unit i-MiEV. Dengan demikian, secara total, terdapat 10 unit kendaraan yang didonasikan Mitsubishi kepada pemerintah.
i-MiEV merupakan mobil listrik murni yang pertama kali diluncurkan pada 2009. Adapun Outlander PHEV menyusul empat tahun kemudian dan kini menjadi pemimpin pasar plug-in hybrid di Eropa serta Jepang.
Di samping memberikan kendaraan 'hijau', pabrikan asal Jepang ini juga menyumbangkan empat charging units.
Mitsubishi menyatakan, kerja sama dengan pemerintah kali ini menunjukkan komitmen jangka panjang mereka terhadap Indonesia. Pabrikan berlambang tiga berlian ini masuk ke Nusantara 46 tahun silam dan pada April tahun ini meresmikan pabrik perakitan anyar di Cikarang, Bekasi berkapasitas produksi 160 ribu unit per tahun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 3.000 karyawan.