Mercedes-Benz Terancam Didepak dari Gaikindo, Gara-gara Apa?

Arsito Hidayatullah, Insan Akbar Krisnamusi

Selasa, 16 Januari 2018 | 19:46 WIB
Mercedes-Benz Terancam Didepak dari Gaikindo, Gara-gara Apa?
Logo Mercedes-Benz. [Shutterstock]

Suara.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memberikan ultimatum pada Mercedes-Benz agar kembali memberikan data penjualan wholesales mereka pada Januari nanti. Jika tidak, pabrikan asal Jerman ini terpaksa bakal dikeluarkan oleh asosiasi resmi pabrikan-pabrikan otomotif di Indonesia tersebut.

"Kami memberikan waktu sampai Januari pada Mercedes untuk putuskan, mau atau tidak (berikan data penjualan). Kalau tidak mau, akan kami keluarkan," tegas Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, saat ditemui seusai Paparan Proyeksi Pasar Otomotif 2018, Selasa (16/1/2018), di Jakarta.

Sebagai informasi, sejak Mei 2017, Mercedes tidak lagi memberikan data penjualan kepada Gaikindo. Padahal, setiap anggota Gaikindo diwajibkan memberikan data tersebut untuk didokumentasikan, dipublikasikan, serta diberikan kepada pemerintah.

Department Manager Public Relations PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Dennis A Kadaruskan, ketika dihubungi via sambungan telepon oleh Suara.com pada Desember tahun lalu, mengatakan bahwa pihaknya hanya mau memberikan data penjualan retail. Hanya saja, ia menolak memberitahukan alasan mengapa Mercedes mengulangi aksi yang pernah mereka lakukan pada 2012 itu.

Jongkie lalu membeberkan alasan Mercedes. "Mereka dilarang oleh kantor pusat di Jerman untuk memberikan data itu. Kata mereka karena takut diduga melakukan kartel atau persekongkolan dan melanggar Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 soal Persaingan Usaha," bocornya.

"Padahal kami diamanatkan oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 79 Tahun 2013 untuk mengumpulkan data setiap anggota kami dan memberikannya ke Kementerian Keuangan," papar Jongkie.

"Kami juga sudah bertemu dengan Wakil Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Ibu Kurnia (Sya'ranie) dan menjelaskan permasalahannya, dan dia mengerti. Tapi Mercedes meminta bukti surat tertulis dari KPPU," lanjut dia.

Jongkie menjelaskan, membiarkan Mercedes terlalu lama tidak memberikan pembukuan penjualan tidaklah adil bagi anggota Gaikindo yang lain. Pasalnya, seluruh anggota lain juga dituntut memberikan data, dan tetap melakukannya.

Jongkie lalu mengingatkan kembali kerugian yang nantinya dialami Mercedes jika tetap pada pendirian mereka, hingga lalu dikeluarkan dari Gaikindo. "Suara mereka tidak akan ditampung masuk ke Gaikindo untuk disampaikan ke pemerintah," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lagi, Mercedes Ogah Kasih Data Penjualan ke Gaikindo, Ada Apa?

Lagi, Mercedes Ogah Kasih Data Penjualan ke Gaikindo, Ada Apa?

Otomotif | Rabu, 27 Desember 2017 | 12:34 WIB

Ini Alasan KPPU Yakin Aqua Bersalah Terkait Dugaan Monopoli

Ini Alasan KPPU Yakin Aqua Bersalah Terkait Dugaan Monopoli

Bisnis | Kamis, 07 Desember 2017 | 04:30 WIB

Pinjam Tesla Model X, Mercedes Diduga Sebabkan Kerusakan Rp1 M

Pinjam Tesla Model X, Mercedes Diduga Sebabkan Kerusakan Rp1 M

Otomotif | Selasa, 05 Desember 2017 | 07:43 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×