Array

Mobil Listrik, Gaikindo Minta Industri Otomotif Tak Jadi Tumbal

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 23 Mei 2018 | 02:15 WIB
Mobil Listrik, Gaikindo Minta Industri Otomotif Tak Jadi Tumbal
Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, berbicara soal mobil listrik di Jakarta, Selasa (22/5). [Suara.com/Liberty Jemadu]

Suara.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meminta pemerintah tak gegabah dalam merumuskan kebijakan soal mobil listrik di Tanah Air.

Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, di Jakarta, Selasa (22/5/2018) mengatakan pemerintah sebaiknya membiarkan mobil listrik berkembang dan bersaing secara alami di pasar Indonesia tanpa perlu membatasi produksi dan penjualan mobil-mobil berbahan bakar minyak.

"Pemerintah jangan membatasi produksi mobil combustion engine, misalnya di tahun 2040. Jangan mematikan industri (otomotif) yang sudah ada," tegas Nangoi berapi-api di sela-sela jumpa pers jelang gelaran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018.

Pada 2017 lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, memang sempat mengemukakan gagasan untuk membatasi produksi dan penjualan mobil berbahan bakar minyak pada 2040 dan menggantinya dengan mobil listrik.

Sementara pemerintah saat ini masih menggodok rancangan peraturan presiden tentang mobil listrik, yang antara lain mengatur soal insentif bagi pabrikan yang menjual dan memproduksi mobil listrik di Tanah Air.

Pemerintah Presiden Joko Widodo berambisi pada 2025 mendatang, 20 persen mobil yang diproduksi dan dijual di Indonesia sudah mengunakan mesin listrik.

Nangoi mewakili Gaikindo mengatakan pemerintah sebaiknya membiarkan mobil listrik bersaing secara alami dalam pasar yang sudah terbentuk saat ini.

"Pemerintah hanya perlu mendukung dengan regulasi," kata Nangoi yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Isuzu Astra Motor Indonesia itu.

Sementara terkait insentif pajak bagi mobil listrik, Nangoi mendesak pemerintah untuk berlaku adil.

"Kalau mobil listrik diberi insentif, kami juga minta treatment yang sama," tukas dia.

Treatment yang dimaksud Nangoi antara lain termasuk pembenahan pajak untuk mobil-mobil jenis sedan yang selama ini masih digolongkan sebagai barang mewah di Tanah Air.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa permintaan Gaikindo itu bukan berarti pihaknya tak mendukung perkembangan mobil listrik di Tanah Air.

"Tapi nanti teman-teman wartawan jangan bilang kami tak mendukung. Gaikindo sangat mendukung mobil listrik," ujar dia berulang-ulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI