Kaleidoskop 2018: Produsen Otomotif Global yang Terpuruk

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 31 Desember 2018 | 08:00 WIB
Kaleidoskop 2018: Produsen Otomotif Global yang Terpuruk
Ilustrasi mobil Jaguar (Shutterstock).

Suara.com - Kurun 12 bulan terakhir, berbagai perkembangan yang mengarah kepada kondisi positif maupun negatif terjadi dalam peta otomotif secara global. Menggembirakan, sekaligus mengenaskan. Termasuk terjadi pada pabrikan raksasa. Baik di Asia maupun Eropa dan Amerika.

Paling hangat adalah menyimak terus bersatunya aliansi Asia - Eropa dari tiga pemain otomotif: Renault - Nissan - Mitsubishi yang ditinggal sementara oleh pemimpinnya, Carlos Ghosn untuk menghadapi tuntutan jaksa di Tokyo, Jepang, berkenaan kasus penyalahgunaan dana serta mengecilkan nominal perolehan gajinya.

Namun akankah kecemerlangan Nissan dalam aliansi juga tersimak di sektor pertumbuhannya secara mandiri? Belum tentu, bila hal ini dikaitkan dengan keputusan perusahaan asal Jepang ini untuk menutup dua pabriknya di Meksiko.

Berbincang soal penutupan pabrik sendiri, seolah General Motors "tak mau kalah". Mereka sepakat untuk menutup lima kawasan produksinya serta menetapkan beberapa model yang hanya akan diproduksi sampai akhir 2019.

Putusan ini kabarnya sempat membuat President of The United States alias POTUS, Donald Trump berang dan pimpinan perusahaan kendaraan tenaga listrik (Electric Vehicle atau EV) Elon Musk berminat membeli bangunan-bangunan pabrik yang tak akan digunakan lagi oleh General Motors.

Masih soal penutupan tempat produksi, perusahaan ban Goodyear memutuskan angkat kaki dari Venezuela. Tadinya mereka bertahan, namun krisis ekonomi yang sudah melilit negara itu sekitar empat tahun membuat putusan menutup pabrik tak terhindarkan. Sebagai pesangon, tersedia 10 ban untuk dibawa pulang setiap pekerjanya.

Bila Carlos Ghosn melakukan skandal penggelapan dana serta pelaporan keuangan bernilai tidak benar, Volkswagen juga terbukti melakukan skandal. Yaitu kebohongan soal emisi gas buang pada kendaraan mereka yang bermesin diesel. Akibatnya adalah penarikan besar-besaran produk terimbas di Amerika Serikat, bahkan dengan konsekuensi menawarkan kepada konsumen untuk dibeli kembali.

Sungguh pun demikian, Volkswagen masih bersemangat dalam berbisnis, dengan meraih kepemilikan saham mayoritas dari Volvo WirelessCar sebesar lebih dari 70 persen. Juga melakukan alokasi dana agar bisa lebih banyak memproduksi kendaraan tenaga listrik.

Dari Britania Raya, nama Jaguar Land Rover yang biasanya berpendar terpaksa harus meredup. Bila sebelumnya mereka mengumumkan siap membuka lokasi produksi baru di Republik Ceko sebagai bukti bahwa keputusan politis Brexit--referendum untuk Britain Leave atau Britain Remain dalam badan ekonomi Uni Eropa--tidak selalu berdampak ekstrem, kini terjadi hal sebaliknya. Perusahaan ini menghentikan kelompok pekerjanya di Midlands, Inggris demi menyelaraskan permintaan pasar dengan lini produksi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perjumpaan di Amsterdam: Bagaimana Nasib Nissan dan Renault ?

Perjumpaan di Amsterdam: Bagaimana Nasib Nissan dan Renault ?

Otomotif | Jum'at, 21 Desember 2018 | 12:15 WIB

Line-up 2019: Nissan Bakal Hentikan Seribu Karyawan

Line-up 2019: Nissan Bakal Hentikan Seribu Karyawan

Otomotif | Jum'at, 21 Desember 2018 | 11:35 WIB

Mitsubishi Pamer Sistem Infotainment Terbaru

Mitsubishi Pamer Sistem Infotainment Terbaru

Otomotif | Rabu, 28 November 2018 | 16:25 WIB

Terkini

Stasiun Gambir Terbakar Malam Ini, Api Berasal dari Ruang Panel Listrik

Stasiun Gambir Terbakar Malam Ini, Api Berasal dari Ruang Panel Listrik

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:44 WIB

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:38 WIB

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:29 WIB

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 21:26 WIB

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:18 WIB

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:17 WIB

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 21:07 WIB

Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus

Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 21:02 WIB

×