Mobil Otonom Dinilai Akan Perbanyak Pengangguran

Dythia Novianty, Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 31 Desember 2018 | 14:00 WIB
Mobil Otonom Dinilai Akan Perbanyak Pengangguran
Ilustrasi mobil otonom. [shutterstock]

Suara.com - Selain mobil listrik, perkembangan teknologi juga membawa industri otomotif untuk bergerak ke arah mobil otonom (tanpa awak). Meski beberapa perusahaan otomotif terus mengembangkannya, bukan berarti teknologi ini lepas dari respon negatif.

Pemerintah India misalnya, perkembangan teknologi ini dinilai sangatlah berisiko besar. Karenanya, negara ini dengan tegas menolak kehadiran teknologi otonom yang bisa berdampak terhadap risiko besar bagi pengemudi maupun penumpang mobil.

Mengutip GaadiWaadi, Menteri Transportasi dan Lalu Lintas India, Nitin Gadkari menegaskan, mobil dengan teknologi otonom tidak akan mendapatkan ijin. Teknologi ini dinilai rentan terhadap kegagalan teknologi.

Selain pertimbangan tersebut, Nitin beralasan, negaranya masih membutuhkan peluang kerja yang tinggi. Sedangkan teknologi otonom dinilai akan berdampak pada berkurangnya lapangan pekerjaan.

Meski demikian, Pemerintah India siap berdiskusi terkait teknologi otonom. Hanya saja memang tidak akan menjadi prioritas.

"Kami tidak memprioritaskan teknologi otonom dan lebih memilih mobil listrik," kata Nitin.

Teknologi mobil otonom dinilai merupakan sebuah kendaraan yang cocok untuk negara kecil dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak. Sedangkan di India bisa berdampak dengan semakin banyaknya pengangguran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Karyawan Uber Ungkap Bahaya Mobil Swakemudi

Karyawan Uber Ungkap Bahaya Mobil Swakemudi

Otomotif | Minggu, 16 Desember 2018 | 07:44 WIB

Waymo Siap Lakukan Uji Coba Mobil Swakemudi

Waymo Siap Lakukan Uji Coba Mobil Swakemudi

Otomotif | Jum'at, 16 November 2018 | 12:15 WIB

Beijing Jadi Kota Pengujian Tunggangan Swakemudi

Beijing Jadi Kota Pengujian Tunggangan Swakemudi

Otomotif | Jum'at, 02 November 2018 | 12:00 WIB

Beijing Tambah Jalan Lagi untuk Uji Coba Kendaraan Swakemudi

Beijing Tambah Jalan Lagi untuk Uji Coba Kendaraan Swakemudi

Otomotif | Sabtu, 22 September 2018 | 06:34 WIB

Volkswagen Kembangkan Mobil Swakemudi Anti Bosan

Volkswagen Kembangkan Mobil Swakemudi Anti Bosan

Otomotif | Sabtu, 15 September 2018 | 08:19 WIB

Gara-gara Ini, Mobil Swakemudi Uber Tewaskan Pejalan Kaki

Gara-gara Ini, Mobil Swakemudi Uber Tewaskan Pejalan Kaki

Otomotif | Senin, 25 Juni 2018 | 08:02 WIB

Terkini

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan

Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Banten | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:15 WIB

×