Sepanjang 2018, Penjualan Toyota Menurun

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Sepanjang 2018, Penjualan Toyota Menurun
Logo Toyota [Shutterstock].

Kehadiran Avanza baru menjadi tumpuan untuk menstabilkan posisi market share.

Suara.com - Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy mengungkapkan, sepanjang 2018 penjualan wholesales mobil Toyota mencapai sekitar 352.000 unit, sementara angka ritel-nya sekitar 357.000 unit.  Pencapaian ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai angka di atas 370.000 unit, baik wholesales maupun ritel.

"Pada 2018 terjadi sedikit penurunan. Untuk 2017, market share Toyota ada di angka 34 persen, sementara di 2018 sekitar 31 persen. Akan tetapi ini sudah sesuai ekspektasi kami, kalau melihat kompetisi dan kondisi market di 2018," ujar Anton Jimmi Suwandy, di sela-sela peluncuran All New Camry, di Jakarta.

Lebih lanjut, Anton Jimmi Suwandy mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat market share Toyota menurun. Salah satunya, adalah persaingan pasar semakin ketat.

"Ada banyak kombinasi, mulai dari sisi kompetisi yang semakin berat, lalu ada faktor lain di segmen tertentu seperti LCGC (Low Cost Green Car) terkait isu leasing," paparnya.

Menghadapi 2019, Anton Jimmi Suwandy optimistis market share Toyota akan tetap berada di nomor satu dan stabil di atas angka 31 persen. Apalagi akan ada beberapa peluncuran model terbaru, salah satunya Toyota Avanza yang selama ini dikenal sebagai mobil terlaris.

"Untuk 2019, kita tetap ingin mempertahankan market share di level sekitar 31 persen," tutup Anton Jimmi Suwandy. 

loading...
Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS