Waspadai: Amonium nitrat dalam Airbag Bisa Meledak ...

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Senin, 04 Februari 2019 | 16:15 WIB
Waspadai: Amonium nitrat dalam Airbag Bisa Meledak ...
Konsep airbag mutakhir: saat terjadi benturan merobek wadah perlahan dan kantong pun mengembang aman. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Airbag alias kantong udara berfungsi untuk melindungi penumpang saat benturan seperti tabrakan terjadi.  Terbuat dari bahan kain nilon tipis dan biasanya dilipat ke dalam kemudi atau dashboard.

Salah satu produsen airbag terkenal, Takata, yang telah tutup pada April 2018 dan diambilalih oleh OTC Markets Group, dahulu menggunakan amonium nitrat dalam memproduksi kantong udara penyelamat penumpang saat tabrakan itu.

Awalnya, perusahaan kantong udara kendaraan roda empat (R4) yang produknya digunakan oleh manufaktur-manufaktur otomotif kondang dunia ini menggunakan zat berupa senyawa kimia sodium azide.

Lalu pada 1998, Takata melaporkan telah menemukan zat baru yang lebih aman, yaitu tetrazole yang terdiri dari senyawa nitrogen dan karbon. Sayangnya, karena pembuatan tetrazole memakan biaya produksi tinggi, produsen airbag ini mengambil solusi yang lebih ekonomis. Yaitu menggunakan amonium nitrat.

Namun, rupanya airbag buatan Takata yang mengandung amonium nitrat malahan sangat berbahaya. Airbag ini memiliki inflator berpotensi meledak terlalu keras sehingga membahayakan nyawa manusia yang mestinya dilindungi.

Amonium nitrat sendiri adalah senyawa kimia berupa garam nitrat dari kation amonium. Disebutkan bahwa amonium nitrat atau NH4NO3 juga banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk.

Namun zat ini juga memiliki fungsi lain, yaitu sebagai campuran bahan peledak. Sekitar 80 persen bahan peledak yang digunakan di Amerika Serikat memakai zat tadi sebagai campurannya. Itulah alasan mengapa airbag buatan Takata berpotensi bisa meledak.

Dilansir dari Popular Science, dalam kasus Takata, ada banyak penyebab mengapa sebuah kantong udara bisa meledak. Di antaranya adalah terpapar panas yang tinggi dan kelembapan di wilayah tertentu selama bertahun-tahun.

Ilustrasi: Airbag. (Shutterstock)
Ilustrasi: Airbag [Shutterstock].

Panas dan kelembapan seperti itu sanggup membuat amonium nitrat bereaksi sehingga menciptakan tekanan yang berlebihan dan berpotensi meledak.

baca juga

Zat ini memiliki sifat yang tidak stabil, terutama apabila terkena perubahan suhu. Ammonium nitrat mampu berubah dalam jangka waktu lama sehingga rusak karena pengaruh temperatur dan kelembapan. Ini yang menyebabkan tidak ada yang mau menggunakan amonium nitrat sebagai bahan kantung udara, kecuali Takata.

Amonium nitrat juga mudah menyerap uap air. Apabila hal ini terjadi maka zat itu akan berakselerasi dari bentuk padat menjadi gas dengan mudah.

Biasanya, sensor dalam kantong udara akan memberitahu kapan airbag harus mengembang. Yaitu jika terjadi tabrakan dengan kecepatan 16 hingga 24 km per jam.

Namun, body inflator airbag atau komponen mekanis pengembang kantong udara bisa pecah. Hal itu mampu membuat material komponen terpental sehingga berpotensi melukai pengemudi atau penumpang depan, saat airbag mengembang setelah terjadi tabrakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mitsubishi Umumkan Kampanye Perbaikan Terhadap Tiga Model

Mitsubishi Umumkan Kampanye Perbaikan Terhadap Tiga Model

Otomotif | Jum'at, 01 Februari 2019 | 15:00 WIB

Mutakhir: Hyundai Kenalkan Airbag Multi-crash

Mutakhir: Hyundai Kenalkan Airbag Multi-crash

Otomotif | Selasa, 22 Januari 2019 | 18:00 WIB

Tesla Tarik 14.123 Unit Kendaraan Akibat Masalah Airbag

Tesla Tarik 14.123 Unit Kendaraan Akibat Masalah Airbag

Otomotif | Selasa, 22 Januari 2019 | 15:00 WIB

Terkini

Pecahkan Rekor Elit Izan Guevara, Pembalap Sleman Siap Ancam Takhta Moto3 Junior Akhir Pekan Ini

Pecahkan Rekor Elit Izan Guevara, Pembalap Sleman Siap Ancam Takhta Moto3 Junior Akhir Pekan Ini

Otomotif | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:05 WIB

Mepet Harga Honda Forza 250, Apa Istimewanya Honda Monkey Terbaru yang Alami Evolusi?

Mepet Harga Honda Forza 250, Apa Istimewanya Honda Monkey Terbaru yang Alami Evolusi?

Otomotif | Sabtu, 04 Juli 2026 | 07:29 WIB

Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku

Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:50 WIB

Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026

Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:38 WIB

Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas

Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:19 WIB

Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian

Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:10 WIB

Daftar Mobil SUV 1500cc 2 Baris Terlaris Sepanjang 2026, Fronx Dikeroyok Duo Honda

Daftar Mobil SUV 1500cc 2 Baris Terlaris Sepanjang 2026, Fronx Dikeroyok Duo Honda

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:35 WIB

Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar

Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:13 WIB

Membongkar Fakta MPV Penggerak Roda Depan yang Sering Dianggap Remeh Saat Menanjak

Membongkar Fakta MPV Penggerak Roda Depan yang Sering Dianggap Remeh Saat Menanjak

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:05 WIB

Penjualan Toyota GR Supra Justru Melejit saat Produksinya Resmi Dihentikan

Penjualan Toyota GR Supra Justru Melejit saat Produksinya Resmi Dihentikan

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:05 WIB

×