Luar Biasa: Bus, Komuter, dan Kereta Api "Kalahkan" Ambulans

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 07 Februari 2019 | 15:00 WIB
Luar Biasa: Bus, Komuter, dan Kereta Api "Kalahkan" Ambulans
Ambulans kecelakaan darurat di Britania raya, tengah melintas sebuah ruas jalan bebas hambatan (motorway). Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Seorang lelaki berkebangsaan Inggris, Mark Clements berhasil "mengalahkan" kecepatan ambulans  sejauh 321 km. Caranya dengan melakukan perjalanan menggunakan bus, kereta komuter London--dikenal sebagai London Underground atau Tube--, ditambah dua kali berganti kereta.

Dikutip dari i-News, pengalaman menegangkan ini terjadi saat Mark Clements  yang berdiam di Brixton, bagian selatan London, mendengar kabar bahwa sang ibu, berusia 77 tahun, terjatuh di kediaman keluarga mereka di Exmouth, Devonshire, England.

Ambulans bernomor panggilan darurat "999" telah dihubungi oleh kerabatnya yang tidak tinggal serumah dengan sang ibu. Jumlahnya mencapai enam kali dalam durasi tujuh jam penantian pertolongan. Ketidakberhasilan inilah yang mereka sampaikan kepada Mark Clements.

Ia pun bertekad untuk memberikan bantuan langsung ke Exmouth, lewat  semua moda transportasi massal yang bisa memberikan akses tercepat dari London.

Setelah bus dan Tube di London, dua kali berganti kereta api dengan tujuan akhir Exmouth, Mark Clements berhasil tiba di lokasi dalam waktu tiga jam dan 40 menit, pada pukul 15.10 waktu setempat (GMT). Atau 50 menit lebih cepat dari ketibaan ambulans.

Saat tiba, Mark Clements mendapati sang ibu dalam kondisi terbaring di lantai ruang bersantai tanpa bisa bergerak sama sekali. Komentarnya, "Ibu saya adalah perempuan yang sangat kuat. Melihatnya dalam kondisi demikian membuat saya sungguh prihatin."

Senada, saat paramedis dari South Western Ambulance Service (SWAS) tiba. Mereka takjub melihat ibunda Mark Clements terus bertahan dalam kondisi sekitar tujuh jam.

Mereka pun menyampaikan permintaan maaf akibat penundaan penjemputan, karena operator SWAS salah mengklasifikasikan panggilan darurat yang dibuat keluarga Clements sebagai kasus kategori empat. Yaitu hanya perlu dibawa ke rumah sakit, tanpa keterangan mengalami cedera berat.

Bertugas menolong korban kondisi darurat, waktu ketibaan ambulans di kawasan ini  rata-rata dua jam dan 21 menit. Sementara catatan waktu rata-rata nasional Britania Raya adalah satu jam dan 24 menit.

baca juga

Kini ibunda Mark Clements tengah berada dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi pinggul. Kecepatan putranya memadukan moda transportasi bus, Tube, dan kereta antarwilayah dalam waktu mendekati empat jam ternyata tidak sia-sia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenalkan: Stanley si Robot Parkir Valet Bandara

Kenalkan: Stanley si Robot Parkir Valet Bandara

Otomotif | Sabtu, 02 Februari 2019 | 16:10 WIB

Imbas Brexit, Jaguar Land Rover Tutup Pabrik dan PHK Karyawan

Imbas Brexit, Jaguar Land Rover Tutup Pabrik dan PHK Karyawan

Bisnis | Rabu, 30 Januari 2019 | 09:08 WIB

Suka Produk Ford ? Miliki Fiesta Zaman Old yang Sangat "Ori"

Suka Produk Ford ? Miliki Fiesta Zaman Old yang Sangat "Ori"

Otomotif | Jum'at, 25 Januari 2019 | 15:00 WIB

Terkini

Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan

Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan

Bogor | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:17 WIB

4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering

4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Pelantikan DHD 45 Sumut, Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Gelorakan Semangat Juang '45

Pelantikan DHD 45 Sumut, Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Gelorakan Semangat Juang '45

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan

Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan

Sumut | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar

Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar

Jatim | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:07 WIB

OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online

OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:05 WIB

7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu

7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik

Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:46 WIB

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:45 WIB

×