Wah, Lebih dari 300 Ribu Unit Tunggangan BMW Ditarik Kembali!

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 22 April 2019 | 12:01 WIB
Wah, Lebih dari 300 Ribu Unit Tunggangan BMW Ditarik Kembali!
Logo BMW [Shutterstock].

Suara.com - Perusahaan otomotif Bayerische Motoren Werke (BMW) baru saja melakukan pemanggilan kembali atau dikenal sebagai recall, terhadap lebih dari 300 ribu unit kendaraan roda empat (R4) produksinya. Kejadian ini berlangsung di China.

Sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara (20/4/2019) di Beijing, Ibu Kota China, sebanyak 360.001 unit kendaraan R4 produksi BMW dipanggil kembali dari pemiliknya. Persoalannya adalah kerusakan atas kantong udara atau airbag.

"Harus dilakukan penggantian kantong udara yang rusak," demikian pernyataan Badan Regulasi Pemasaran China atau State Administration for Market Regulation (SAMR) yang dikutip media resmi setempat, pada Sabtu (20/4/2019).

Menurut rencana, penarikan kembali atau recall atas kasus airbag ini akan dimulai 30 Agustus 2019, terhadap 272.880 unit R4 BMW yang diproduksi BMW Brilliance Automotive Ltd., periode 2 Januari 2014 - 16 Oktober 2017.

Selain itu, penarikan juga dilakukan terhadap 87.121 unit kendaraan R4 BMW yang diimpor selama periode 5 April 2000 - 21 Februari 2018.

Dan seluruh produk terdampak airbag tadi akan diganti oleh BMW tanpa dikenai beaya sepeser pun alias secara cuma-cuma.

SAMR menyatakan lebih detail bahwa kerusakan pada kantong udara atau airbag berpotensi menyemburkan debris pada saat mengembang sebagai proses mekanis hasil energi tabrakan.

Airbag ini adalah buatan perusahaan Jepang Takata yang kini sudah tutup. Takata didirikan di Jepang pada 1933 dan menutup usahanya pada 2017.

Konsep airbag mutakhir: saat terjadi benturan merobek wadah perlahan dan kantong pun mengembang aman. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Konsep airbag mutakhir: saat terjadi benturan merobek wadah perlahan dan kantong pun mengembang aman. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Secara kronologis, bisa dipaparkan bahwa awalnya, perusahaan kantong udara R4 menggunakan zat berupa senyawa kimia sodium azide. Lalu pada 1998, Takata melaporkan penemuan zat baru yang lebih aman, yaitu tetrazole, terdiri dari senyawa nitrogen dan karbon. Sayangnya, karena pembuatan tetrazole memakan biaya produksi tinggi, produsen airbag ini mengambil solusi yang lebih ekonomis. Yaitu menggunakan amonium nitrat.

baca juga

Namun, rupanya airbag buatan Takata yang mengandung amonium nitrat malahan sangat berbahaya. Airbag ini memiliki inflator berpotensi meledak terlalu keras sehingga membahayakan nyawa manusia yang mestinya dilindungi.

Amonium nitrat sendiri adalah senyawa kimia berupa garam nitrat dari kation amonium. Disebutkan bahwa amonium nitrat atau NH4NO3 juga banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk.

Namun zat ini juga memiliki fungsi lain, yaitu sebagai campuran bahan peledak. Sekitar 80 persen bahan peledak yang digunakan di Amerika Serikat memakai zat tadi sebagai campurannya. Itulah alasan mengapa airbag buatan Takata berpotensi bisa meledak.

Dilansir dari Popular Science, dalam kasus Takata, ada banyak penyebab mengapa sebuah kantong udara bisa meledak. Di antaranya adalah terpapar panas yang tinggi dan kelembapan di wilayah tertentu selama bertahun-tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Diperkirakan Penjualan BMW Meluncur Bebas Akibat Recall

Duh, Diperkirakan Penjualan BMW Meluncur Bebas Akibat Recall

Otomotif | Selasa, 09 April 2019 | 14:00 WIB

Mitsubishi Indonesia Kembali Recall 7.932 Outlander Sport dan Delica

Mitsubishi Indonesia Kembali Recall 7.932 Outlander Sport dan Delica

Otomotif | Kamis, 04 April 2019 | 20:51 WIB

Ford Menarik Produknya yang Dipasarkan di China. Ada Apakah Gerangan?

Ford Menarik Produknya yang Dipasarkan di China. Ada Apakah Gerangan?

Otomotif | Senin, 01 April 2019 | 15:22 WIB

Terkini

Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama

Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama

Otomotif | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:05 WIB

IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung

IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung

Otomotif | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:10 WIB

Ofero Carria 1 Motor Listrik dengan Jarak Tempuh 130 KM untuk Pelaku UMKM

Ofero Carria 1 Motor Listrik dengan Jarak Tempuh 130 KM untuk Pelaku UMKM

Otomotif | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:14 WIB

TVS Callisto 110 Terbaru Meluncur, Apa yang Baru?

TVS Callisto 110 Terbaru Meluncur, Apa yang Baru?

Otomotif | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:46 WIB

Neraca Perdagangan Defisit Pemerintah Harus Permudah Ekspor Komponen Otomotif Dkk

Neraca Perdagangan Defisit Pemerintah Harus Permudah Ekspor Komponen Otomotif Dkk

Otomotif | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:24 WIB

Pecahkan Rekor Elit Izan Guevara, Pembalap Sleman Siap Ancam Takhta Moto3 Junior Akhir Pekan Ini

Pecahkan Rekor Elit Izan Guevara, Pembalap Sleman Siap Ancam Takhta Moto3 Junior Akhir Pekan Ini

Otomotif | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:05 WIB

Mepet Harga Honda Forza 250, Apa Istimewanya Honda Monkey Terbaru yang Alami Evolusi?

Mepet Harga Honda Forza 250, Apa Istimewanya Honda Monkey Terbaru yang Alami Evolusi?

Otomotif | Sabtu, 04 Juli 2026 | 07:29 WIB

Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku

Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:50 WIB

Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026

Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:38 WIB

Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas

Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:19 WIB

×