Honda Tegaskan Tidak Akan Turunkan Harga Skutik 110 - 125 cc

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Sabtu, 04 Mei 2019 | 16:00 WIB
Honda Tegaskan Tidak Akan Turunkan Harga Skutik 110 - 125 cc
Honda PCX dalam Bangkok Motor Show 2018, sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya menegaskan bila tidak akan ada penurunan harga terhadap model skutik 110 - 125 cc dari Honda. Sebab menurutnya, harga ditawarkan kepada konsumen sudah disesuaikan dengan kemampuan pasar.

"Kami tidak akan pernah menurunkan harga. Karena harga yang kami berikan sudah disesuaikan dengan masing-masing segmen konsumen," ujar Thomas Wijaya, saat dijumpai di lokasi penyelenggaraan Telkomsel Indonesia International Motor Show atau Telkomsel IIMS 2019, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Karena selain produk, tambah Thomas Wijaya, pihaknya juga memberikan layanan aftersales atau purna jual, seperti ketersedian bengkel, ketersedian spare part atau suku cadang. Sehingga tidak hanya dari sisi produksi, namun biaya kerja dan ongkos produksi. Selain itu juga dari sisi layanan purna jual menyiapkan hal terbaik bagi konsumen.

All New Honda PCX dipamerkan di Jakarta, Rabu (7/2). [Suara.com/Liberty Jemadu]
All New Honda PCX dipamerkan di Jakarta. Sebagai ilustrasi produk Honda [Suara.com/Liberty Jemadu]

"Jadi konsumen kalau ingin menikmati produk berkualitas baik, teknologinya tinggi, layanannya prima, itulah harga yang sesuai dan pas," terang Thomas Wijaya.

Sebagai informasi, Mahkamah Agung (MA), pada 23 April 2019 menolak permohonan kasasi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) dalam kasus pengaturan harga jual skuter matik (skutik) 110-125 cc di Indonesia.

Upaya kasasi Honda dan Yamaha itu diajukan setelah Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, pada Desember 2017, menguatkan keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan bahwa kedua produsen sepeda motor Jepang tadi melakukan praktek kartel.

KPPU sendiri menetapkan Honda dan Yamaha bersalah dalam kasus ini pada Februari 2017 di Jakarta. Dalam perkara itu, Honda diwajibkan membayar denda sebesar Rp 22,5 miliar sementara Yamaha harus membayar denda senilai Rp 25 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Honda Sangat Kecewa Divonis MA Bersalah dalam Kasus Kartel Skutik

Honda Sangat Kecewa Divonis MA Bersalah dalam Kasus Kartel Skutik

Otomotif | Jum'at, 03 Mei 2019 | 23:02 WIB

Soal Kartel Yamaha - Honda: KPPU Harusnya Ikut Cerdaskan Masyarakat

Soal Kartel Yamaha - Honda: KPPU Harusnya Ikut Cerdaskan Masyarakat

Otomotif | Selasa, 30 April 2019 | 15:00 WIB

Majelis KPPU Segera Putus Dugaan Kartel Yamaha-Honda

Majelis KPPU Segera Putus Dugaan Kartel Yamaha-Honda

Otomotif | Kamis, 05 Januari 2017 | 22:40 WIB

Terkini

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

×