Bersitegang, Oknum Ojol Sebut Satpam Layaknya Anjing Penjaga

Angga Roni Priambodo

Sabtu, 13 Juli 2019 | 08:07 WIB
Bersitegang, Oknum Ojol Sebut Satpam Layaknya Anjing Penjaga
Ilustrasi para pengemudi Gojek. [Shutterstock]

Suara.com - Sejak beberapa waktu lalu, banyak ditemukan permasalahan antara oknum ojek online (ojol) dengan oknum petugas keamanan (Satpam) di suatu gedung. Kini, kejadian serupa terjadi lagi dan viral di media sosial.

Diunggah di grup Facebook Forum Komunitas Satuan Keamanan (Satpam) Indonesia, sebuah video berdurasi 1 menit 24 detik menjadi bahan perbincangan warganet.

Dalam video tersebut, terlihat seorang driver ojol sedang bersitegang dengan seorang satpam di depan sebuah gedung di Jakarta.

Tak diketahui penyebab pastinya, namun driver ojol yang tak diketahui namanya tersebut terlihat sangat emosi dan nyaris beradu fisik dengan sang satpam.

Meski akhirnya tak terjadi adu fisik, namun warganet menyesalkan omongan kasar yang keluar dari mulut oknum ojol dari Gojek tersebut.

Oknum ojol bersitegang dengan petugas keamanan di Jakarta.(Facebook/Forum Komunitas Satuan Keamanan (Satpam) Indonesia)
Oknum ojol bersitegang dengan petugas keamanan di Jakarta.(Facebook/Forum Komunitas Satuan Keamanan (Satpam) Indonesia)

Dalam kejadian tersebut, driver ojol yang sedang terpancing emosinya tersebut menyebut Satpam layaknya anjing penjaga.

"Elu (petugas satpam) sama kayak anjing, diiket leher lu, nggak jagain gedung nggak dibayar," hardik driver ojol tersebut.

Beruntung, ketegangan antara dua lelaki yang sedang mencari nafkah tersebut tak berlarut-larut. Beberapa orang termasuk seorang polisi kemudian melerai keduanya. Si ojol kemudian kembali ke motornya dan melanjutkan perjalanan.

Oknum ojol bersitegang dengan petugas keamanan di Jakarta.(Facebook/Forum Komunitas Satuan Keamanan (Satpam) Indonesia)
Oknum ojol bersitegang dengan petugas keamanan di Jakarta.(Facebook/Forum Komunitas Satuan Keamanan (Satpam) Indonesia)

Meski begitu, dengan viralnya video tersebut di media sosial, banyak warganet yang menyayangkan ucapan driver ojol tersebut yang dianggap melecehkan profesi satpam.

baca juga

"Kata-katanya nggak boleh begitu seharusnya. Saya juga security+ driver gojek, seharusnya driver itu ngertiin tugas dari seorang security& security bahasanya harus dijaga jangan mancing amarah," komentar Slamet Setiyawan.

"Nggak tahu kronologinya, tapi miris sekali mendengar cacian driver tsb. Boleh kita benci dengan seseorang tapi jangan hina profesinya," tambah Joan Hendrik.

Semoga kedepannya baik Ojol maupun Satpam bisa menghargai profesi masing-masing sehingga tak ada lagi insiden seperti ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ladies, Begini Cara Antisipasi Kekerasan saat Naik Ojek Online

Ladies, Begini Cara Antisipasi Kekerasan saat Naik Ojek Online

Otomotif | Jum'at, 12 Juli 2019 | 15:30 WIB

Diberondong Bintang Satu, Komplain Penumpang Ojol Ini Bikin Salah Fokus

Diberondong Bintang Satu, Komplain Penumpang Ojol Ini Bikin Salah Fokus

Otomotif | Rabu, 10 Juli 2019 | 20:30 WIB

Diminta Antar Barang, Driver Ojol Malah Dapat Pemandangan Mengerikan

Diminta Antar Barang, Driver Ojol Malah Dapat Pemandangan Mengerikan

Otomotif | Selasa, 09 Juli 2019 | 18:23 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×