Mobil Listrik Bisa Perparah Polusi Jika Tak Didukung Energi Bersih

Liberty Jemadu | Suara.com

Rabu, 31 Juli 2019 | 21:46 WIB
Mobil Listrik Bisa Perparah Polusi Jika Tak Didukung Energi Bersih
Sejumlah mobil listrik tengah mengisi ulang baterainya. [Shutterstock]

Suara.com - Beberapa negara, termasuk Prancis, Norwegia, dan Inggris berencana untuk melarang mobil yang berbahan bakar fosil sebelum 2050. Hal ini untuk mengurangi polusi udara serta memerangi perubahan iklim. Ke depan, semua kendaraan konvensional akan diganti dengan kendaraan listrik atau electric vehicles (EVs). Namun, upaya ini tidak berdampak baik pada lingkungan selama mobil listrik masih menggunakan listrik yang dihasilkan dari bahan bakar fosil yang sama kotor.

Konsumsi listrik global dari mobil listrik diperkirakan tumbuh hingga 1.800 Terawatt hour (TWh) pada 2040, atau sekitar lima kali lipat dari penggunaan listrik Inggris saat ini.

Menggunakan data Inggris sebagai rujukan, listrik yang digunakan mobil listrik akan menambah 510 megaton emisi karbon yang berasal dari sektor listrik di seluruh dunia. Dampak besar ini dapat dikurangi jika listrik seluruhnya dihasilkan dari sumber energi terbarukan, bukan bahan bakar fosil.

Masalah yang berkembang

Jika dihitung, 510 Megaton setara sekitar 1,6% emisi karbon global pada 2018. Sementara ini, angka tersebut belum tampak seperti jumlah yang besar. Panel para ilmuwan untuk perubahan iklim (IPCC) merekomendasikan agar emisi karbon berkurang hinggal nol pada 2050 untuk membatasi kenaikan suhu global rata-rata hingga 1,5 derajat Celcius di atas pada masa pra-industri. Untuk itu, peningkatan 1,6% dalam emisi karbon adalah hal yang serius dan kemungkinan bisa menjadi masalah besar.

Mungkin peningkatan ini dapat teratasi dengan adanya penurunan emisi, yang dihasilkan dari penghapusan kendaraan berpolusi secara bertahap. Walaupun begitu, mengurangi emisi karbon global tidaklah mudah. Kenyataannya pada 2018, emisi mencapai titik tertinggi meskipun tingkat penggunaan energi terbaru juga yang tertinggi.

Meskipun emisi dari mobil listrik jauh lebih rendah dibanding mobil konvensional, mobil listrik juga menghasilkan karbon dioksida selama proses pembuatannya - seperti halnya teknologi energi terbarukan itu sendiri.

Penawaran dan permintaan

Masalah besar lainnya dari mobil listrik adalah faktor ketersediaan, produksi, serta pasokan logam tanah dan unsur alam langka lainnya. Untuk baterainya sendiri , mobil listrik mengandung logam mulia seperti litium dan kobalt. Kobalt adalah bahan langka yang sudah mengancam produksi mobil listrik. Kini produsen mobil sedang mengeksplorasi desain alternatif yang tidak bergantung pada bahan langka.

Ini artinya memperbanyak pabrik daur ulang untuk memproses logam dan unsur langka lainnya untuk mobil listrik agar dapat digunakan kembali menjadi penting. Permasalahan lain adalah rencana pengurangan kendaraan konvensional dengan cara membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal tersebut mustahil untuk dilakukan.

Masalah selanjutnya yang menghambat mobil listrik dalam membantu mengurangi emisi global dan mencegah bencana iklim, adalah orang-orang yang cenderung mengisi mobil listriknya selama jam malam setelah mereka pulang kerja. Hal ini membuat jaringan energi meningkat di malam hari dan dapat menyebabkan masalah untuk distribusi listrik dan sistem transimisi di tingkat masyarakat atau kota.

Sistem pengisian bahan bakar ini tersebut mungkin perlu diperbaiki. Para pemasok energi juga dapat memberlakukan tarif yang lebih tinggi pada waktu jam-jam sibuk, dan tarif lebih rendah di luar jam sibuk atau saat permintaan listrik sedang kecil. Hal ini akan mendorong para pengguna untuk mengisi daya mobil listrik mereka di luar jam sibuk.

Smart Charging atau sistem pengisian bahan bakar yang cerdas adalah solusi lain yang mungkin bisa dilakukan. Konsep ini menawarkan pengisian daya kendaraan dengan energi terbarukan melalui angin dan matahari yang sedang tinggi. Sedangkan saat energi lokal tersebut belum cukup, pengisian kendaraan dikurangi. Waktu pengisian daya mobil listrik dapat disesuaikan dengan produksi energi yang dihasilkan dengan menggunakan sistem pintar dan kecerdasan buatan untuk menyeimbangkan jaringan listrik lokal.

Solusi

Tingginya biaya dan kurangnya tempat pengisian daya untuk mobil listrik menjadi permasalahan selanjutnya ketika Oxford Institute fo Energy Studies di Inggris telah mengidentifikasi penggunaan mobil listrik secara massal. Seperti perumpamaan telur dan ayam, biaya mobil listrik mungkin tidak turun kecuali jika diproduksi secara massal, dan mereka mungkin tidak diproduksi secara massal kecuali biaya turun. Hal yang sama berlaku untuk stasiun pengisian tambahan yang harus dibangun ketika penyerapan mobil listrik meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah, 7 Motor Listrik Tangguh untuk Harian

Terpopuler: Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah, 7 Motor Listrik Tangguh untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:50 WIB

Berapa Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah? Cek Batas Minimalnya

Berapa Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah? Cek Batas Minimalnya

Otomotif | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:51 WIB

Volkswagen Pangkas Kapasitas Produksi Satu Juta Unit Akibat Laba Anjlok

Volkswagen Pangkas Kapasitas Produksi Satu Juta Unit Akibat Laba Anjlok

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 19:47 WIB

Pasar Mobil Bekas Turut Merasakan Dampak Kehadiran Mobil Listrik China

Pasar Mobil Bekas Turut Merasakan Dampak Kehadiran Mobil Listrik China

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 17:27 WIB

Usai Insiden di Rel Bekasi, Korlantas Kumpulkan Pengusaha Taksi Listrik

Usai Insiden di Rel Bekasi, Korlantas Kumpulkan Pengusaha Taksi Listrik

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:59 WIB

Mau Beli EV Bekas? Jangan Sampai Battery Health-nya di Bawah Angka Ini

Mau Beli EV Bekas? Jangan Sampai Battery Health-nya di Bawah Angka Ini

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 15:21 WIB

Kenapa KA Argo Bromo Anggrek Bisa Menembus Gerbong KRL? Ini Penjelasannya

Kenapa KA Argo Bromo Anggrek Bisa Menembus Gerbong KRL? Ini Penjelasannya

Entertainment | Kamis, 30 April 2026 | 07:33 WIB

Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang

Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 15:20 WIB

Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?

Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 15:40 WIB

Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD

Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?

Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?

Otomotif | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:00 WIB

Bukan Cuma Debu, Ini 7 Pembunuh Senyap Warna Bodi Motor Jadi Tak Estetik

Bukan Cuma Debu, Ini 7 Pembunuh Senyap Warna Bodi Motor Jadi Tak Estetik

Otomotif | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:00 WIB

Budget Rp30 Juta? Tinggalkan Motor, Pilih 5 Mobil Bekas Bertampang Timeless Ini

Budget Rp30 Juta? Tinggalkan Motor, Pilih 5 Mobil Bekas Bertampang Timeless Ini

Otomotif | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:00 WIB

Budget setara Harga Motor tapi Dapat Honda Brio: Iritnya Jago, Kehalusan Mesin Kelas Maestro

Budget setara Harga Motor tapi Dapat Honda Brio: Iritnya Jago, Kehalusan Mesin Kelas Maestro

Otomotif | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:12 WIB

Update Harga BBM Pertamina dan Swasta Mei 2026: Ada yang Naik Diam-Diam, Ada yang Stabil

Update Harga BBM Pertamina dan Swasta Mei 2026: Ada yang Naik Diam-Diam, Ada yang Stabil

Otomotif | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:05 WIB

Makin Mudah Perpanjang STNK: 8 Provinsi Bebaskan Syarat KTP Lama, Ternyata Tak Berlaku Seumur Hidup

Makin Mudah Perpanjang STNK: 8 Provinsi Bebaskan Syarat KTP Lama, Ternyata Tak Berlaku Seumur Hidup

Otomotif | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:50 WIB

5 Skutik Yamaha Super Irit Mei 2026, Tarikan Responsif Gas Buang Bersih

5 Skutik Yamaha Super Irit Mei 2026, Tarikan Responsif Gas Buang Bersih

Otomotif | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:00 WIB

Adu Performa dan Fitur Yamaha Lexi 155 vs Honda Vario 160, Mending Mana?

Adu Performa dan Fitur Yamaha Lexi 155 vs Honda Vario 160, Mending Mana?

Otomotif | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:57 WIB

5 Pilihan Motor Matic Honda Jawara Irit Mei 2026: Dompet Merdeka, Bebas Pusing Mikir Bensin

5 Pilihan Motor Matic Honda Jawara Irit Mei 2026: Dompet Merdeka, Bebas Pusing Mikir Bensin

Otomotif | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:21 WIB

Terpopuler: Daftar 5 Kendaraan Bebas Pajak, Solusi Atasi Mobil Mendadak Mati di Jalan

Terpopuler: Daftar 5 Kendaraan Bebas Pajak, Solusi Atasi Mobil Mendadak Mati di Jalan

Otomotif | Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50 WIB