Convenicle, Info Transportasi Bebas Delay Buatan Toshiba dan JUNPUZI

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Minggu, 04 Agustus 2019 | 11:00 WIB
Convenicle, Info Transportasi Bebas Delay Buatan Toshiba dan JUNPUZI
Ilustrasi kecerdasan buatan [Shutterstock].

Suara.com - Convenicle adalah sistem informasi transportasi bebas delay hasil kolaborasi Toshiba dengan JUNPUZI, yang beroperasi dengan cara memanfaatkan Mobility-as-a-Service (MaaS).

Dikutip dari kantor berita Antara, luaran data ini menjadi solusi yang mengintegrasikan transportasi publik dan pribadi ke dalam satu sistem dengan dukungan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, analitik big data, dan Internet of Things (IoT). Tujuannya adalah menyediakan informasi sesuai permintaan dari operator dan pemerintah daerah di seluruh Jepang.

Layanan bus umum di Tokyo, Jepang. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Layanan bus umum di Tokyo, Jepang. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Sehingga pada akhirnya, tercipta sebuah mobilitas manusia yang efisien, di mana pengguna akan segera dijemput oleh kendaraan, dan dibawa ke tujuan lewat rute langsung tanpa jalan memutar atau penundaan yang tidak diinginkan.

"Ini adalah visi yang menggabungkan kenyamanan taksi dengan utilitas layanan bus," demikian jelas Toshiba dalam pernyataan pers sebagaimana diterima kantor berita Antara pada Sabtu (3/8/2019).

Adapun kecerdasan buatan yang digunakan Convenicle adalah AI analytics Toshiba bernama SATLYS.

"Sistem SATLYS mampu mengidentifikasi, memperkirakan, sekaligus membuat prediksi," tukas Hirozou Yoshitomi, Presiden JUNPUZI.

Deskripsi cara kerjanya, seperti dipaparkan oleh Seiji Kamiya, Manajer Departemen Perencanaan dan Pengembangan Proyek JUNPUZI adalah seperti berikut, "Bus telah menetapkan rute, sehingga pengguna sering harus mengambil jalan memutar. Namun Convenicle menggabungkan beberapa titik penjemputan dan pengantaran yang dicadangkan untuk membuat rute dengan cara paling efisien, sehingga mudah digunakan penumpang. Dengan menggambar data operasional dari JUNPUZI, SATLYS menghadirkan prediksi permintaan untuk titik penjemputan dan pengantaran, disertai jadwal dalam sehari dan jumlah penumpang."

Dengan cara seperti ini, selain efisien, bus juga lebih berpotensi untuk mengangkut dan menurunkan orang-orang bertujuan sama, sehingga memaksimalkan pemanfaatan kapasitas atau daya angkutnya.

"Kami menganalisis permintaan di setiap area operasi dan memplotnya sebagai hot map, beserta warna yang mewakili permintaan. Dari sini, kami bisa membuat perkiraan permintaan kendaraan," jelas Hiroki Ueda, seorang peneliti di Toshiba Digital Solutions Corporation, Perangkat Lunak & Pusat Teknologi AI.

Hal yang dibutuhkan untuk terus memperbarui data ini adalah konektivitas kendaraan real-time dan kecerdasan buatan untuk merencanakan perjalanan, mengoptimalkan rute, sekaligus mempersingkat waktu perjalanan.

Algoritma mobilitas akan menghitung opsi perjalanan yang paling sesuai dari lokasi pengguna ke tujuan dan memberikan kombinasi optimal dari jenis transportasi. Opsi perjalanan akan memperhitungkan pemeliharaan terjadwal (berdasarkan pemanfaatan aset) dan gangguan yang tidak terduga.

Uniknya, selain terus memperbarui data kebutuhan pengguna bus, sistem Convenicle dari JUNPUZI yang dioperasikan bersama SATLYS Toshiba juga melibatkan data cuaca milik Badan Meteorologi Jepang. Sehingga dari informasi tentang karakteristik hari yang berbeda, bisa diketahui bermacam variabel seperti hari hujan membutuhkan kendaraan lebih banyak.

"Sehingga bisa diketahui bahwa pada hari hujan, di daerah tertentu dibutuhkan 20 persen kendaraan lebih banyak, serta waktu tempuh pada Minggu akan dua kali lebih lama dibandingkan hari-hari kerja," imbuh Yuji Irimoto dari Toshiba Digital Solutions Corporation.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Jokowi Minta Anies Perbanyak Bus Listrik

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Jokowi Minta Anies Perbanyak Bus Listrik

News | Kamis, 01 Agustus 2019 | 11:08 WIB

Mewah dan Unik, Begini Akses Penumpang di Bus Laksana SR2 Suites Class

Mewah dan Unik, Begini Akses Penumpang di Bus Laksana SR2 Suites Class

Otomotif | Senin, 22 Juli 2019 | 18:05 WIB

Bus Listrik Masuk dalam Peta Jalan Jakarta Cleaner Air 2030

Bus Listrik Masuk dalam Peta Jalan Jakarta Cleaner Air 2030

Otomotif | Sabtu, 13 Juli 2019 | 00:20 WIB

Terkini

Rahasia Bensin Motor Tetap Irit Meski Dipakai Jarak Jauh, Modal Rp2 Ribu Saja

Rahasia Bensin Motor Tetap Irit Meski Dipakai Jarak Jauh, Modal Rp2 Ribu Saja

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:15 WIB

Apakah Motor Listrik Bisa Dicas di Rumah? Jangan Keliru Agar Tak Tersetrum

Apakah Motor Listrik Bisa Dicas di Rumah? Jangan Keliru Agar Tak Tersetrum

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:02 WIB

Pemerintah Jepang Pangkas Subsidi BYD Hingga Setengah Harga Demi Lindungi Produk Lokal

Pemerintah Jepang Pangkas Subsidi BYD Hingga Setengah Harga Demi Lindungi Produk Lokal

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:30 WIB

Berapa Harga Mitsubishi Destinator Bekas? Segini Selisihnya dengan yang Baru

Berapa Harga Mitsubishi Destinator Bekas? Segini Selisihnya dengan yang Baru

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mobil Luxio Bekas di Bawah Rp100 Juta, Dapat Unit Tahun Berapa?

Mobil Luxio Bekas di Bawah Rp100 Juta, Dapat Unit Tahun Berapa?

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:14 WIB

Impor Pikap India Belum Cukup dan Agrinas Impor Lagi dari China untuk Kopdes Merah Putih

Impor Pikap India Belum Cukup dan Agrinas Impor Lagi dari China untuk Kopdes Merah Putih

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:25 WIB

Mobil Terasa Aneh Usai Dipakai Mudik? Cek Area Ini Biar Tetap Aman

Mobil Terasa Aneh Usai Dipakai Mudik? Cek Area Ini Biar Tetap Aman

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Pemerintah Respons Isu BBM Naik, Begini 5 Tips Pakai Motor agar Irit Bensin

Pemerintah Respons Isu BBM Naik, Begini 5 Tips Pakai Motor agar Irit Bensin

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:05 WIB

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:45 WIB

7 Motor yang Kurang Cocok Pakai Pertamax, Jangan Sampai Salah Isi BBM!

7 Motor yang Kurang Cocok Pakai Pertamax, Jangan Sampai Salah Isi BBM!

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:44 WIB