Inovatif dan Edukatif, Balap Karung 17 Agustusan Pakai Helm

RR Ukirsari Manggalani

Minggu, 18 Agustus 2019 | 10:00 WIB
Inovatif dan Edukatif, Balap Karung 17 Agustusan Pakai Helm
Sejumlah peserta beradu cepat dalam lomba balap karung helm di lapangan RT 02 dan 03/04, Desa Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/8/2019). Lomba balap karung helm ini diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI [ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc].

Suara.com - Helm, peranti pelindung kepala untuk kegiatan bersepeda motor sampai balap kaliber dunia Formula One (F1) serta MotoGP ternyata memiliki makna yang lebih luas. Yaitu digunakan sebagai salah satu persyaratan ikut serta lomba 17 Agustusan. Yaitu acara seru mulai tingkat Rukun Tetangga (RI) di seantero Tanah Air, dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke-74.

Dikutip dari kantor berita Antara, paling tidak ada tiga area penyelenggaraan lomba balap karung menggunakan peranti safety kepala bernama helm ini. Yaitu di Desa Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sampai Way Tatan, Kota Bandarlampung.

Peserta saat mengikuti lomba balap karung dengan memakai helm ala Formula 1 di Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). Para peserta yang mengikuti lomba balap karung dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan Indonesia ini diharuskan memakai helm, dan peserta harus mencapai garis finish dengan cara ngesot tidak boleh berjalan atau lompat [ANTARA FOTO/Syaiful Arif/foc].
Peserta saat mengikuti lomba balap karung dengan memakai helm ala Formula 1 di Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). Para peserta yang mengikuti lomba balap karung dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan Indonesia ini diharuskan memakai helm, dan peserta harus mencapai garis finish dengan cara ngesot tidak boleh berjalan atau lompat [ANTARA FOTO/Syaiful Arif/foc].

Di Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (17/8/2019)digelar lomba balap karung memakai helm ala balap F1. Dan lucunya, peserta tidak diperkenankan melompat, namun harus duduk dan maju dengan cara menggerakkan bagian kaki sampai pantat alias ngesot. Bayangannya, memang serasa ikut balap jet darat yang kendaraannya memiliki ground clearance sangat rendah. Bedanya, yang satu ini tak bermesin.

Sementara warga Way Tatan, Kota Bandarlampung, memang sengaja menggelar lomba balap karung lain dari biasanya.

"Lomba balap karung telah kami modifikasi menjadi bentuk dan aturan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Selain untuk bergembira, sekalian kami mengedukasi warga pentingnya keselamatan berkendara, khususnya pemakaian helm," ujar Arif, Ketua Panitia Lomba, pada Sabtu (17/8/2019).

Ia melanjutkan, menumbuhkan kesadaran safety dan etika berkendara di jalan raya bisa disosialisasikan bagi peserta lomba dengan cara menunjukkan tindak preventif keamanan bila menggunakan helm.

"Dengan menggunakan helm, selain menjaga agar kepala peserta tidak terluka, kami juga ingin memberi contoh kepada warga. Lomba balap karung yang hanya menggunakan karung dan berjalan jongkok saja menggunakan helm, apalagi saat berkendara menggunakan motor", ilustrasi Arif.

Dia mengatakan warga antusias mengikuti gelaran lomba memeriahkan HUT RI Ke-74, hal ini terlihat dari banyaknya warga yang mendaftarkan diri ataupun sanak keluarga mengikuti lomba, terlebih lagi lomba balap karung helm.

"Tahun ini lomba HUT RI lebih ramai dibanding tahun sebelumnya, kalau saya tertarik mengikuti lomba balap karung helm karena unik dan belum pernah dilombakan sebelumnya," ujar Anggi, salah satu peserta.

baca juga

Menurutnya, lomba balap karung helm cukup seru dan menantang, dan baginya lebih aman dibandingkan dengan balap karung biasanya karena kepala peserta terlindungi dengan helm.

"Seru sekali, dan kepala kita aman dari batu. Selain itu dengan adanya berbagai lomba HUT RI ke-74 menjadi lebih meriah dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi warga," tandasnya dalam euforia balap karung mengenakan helm.

Dirgahayu NKRI, salam Merdeka, Saudara Sebangsa dan Setanah Air Indonesia!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sia-sia Bersolek dari Subuh, Istri Menhan Dapat Sepeda dari Jokowi

Tak Sia-sia Bersolek dari Subuh, Istri Menhan Dapat Sepeda dari Jokowi

News | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 14:25 WIB

Aksi Heroik Siswa SMP, Rizky Nekat Panjat Tiang Perbaiki Pengait Bendera

Aksi Heroik Siswa SMP, Rizky Nekat Panjat Tiang Perbaiki Pengait Bendera

News | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 13:12 WIB

Luhut: Sepeda Motor Gesits Buatan Anak Bangsa Bisa Jadi Kendaraan Dinas

Luhut: Sepeda Motor Gesits Buatan Anak Bangsa Bisa Jadi Kendaraan Dinas

Otomotif | Rabu, 14 Agustus 2019 | 04:05 WIB

Terkini

Kasus ISPA Tembus 4.500! Pemprov Banten Perpanjang PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik

Kasus ISPA Tembus 4.500! Pemprov Banten Perpanjang PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik

News | Rabu, 09 September 2026 | 09:07 WIB

Menteri PANRB: Arsitektur Pemerintah Digital dan Keadilan Digital Harus Dibangun Bersama

Menteri PANRB: Arsitektur Pemerintah Digital dan Keadilan Digital Harus Dibangun Bersama

News | Rabu, 09 September 2026 | 09:05 WIB

7 Dampak Letusan Gunung Anak Krakatau: Apa Saja yang Bisa Terjadi?

7 Dampak Letusan Gunung Anak Krakatau: Apa Saja yang Bisa Terjadi?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 09:05 WIB

AS Resmi Jatuhkan 36 Sanksi Baru untuk Lumpuhkan Iran, Pesawat Sipil Dilarang Melintas

AS Resmi Jatuhkan 36 Sanksi Baru untuk Lumpuhkan Iran, Pesawat Sipil Dilarang Melintas

News | Rabu, 09 September 2026 | 09:03 WIB

Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bisa Picu Peradangan Paru hingga Sesak Napas

Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bisa Picu Peradangan Paru hingga Sesak Napas

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 09:02 WIB

Segera Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2,61 Juta/Gram

Segera Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2,61 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:01 WIB

5 Tanda Kulit Butuh Eksfoliasi, Jangan Diabaikan agar Wajah Tidak Kusam

5 Tanda Kulit Butuh Eksfoliasi, Jangan Diabaikan agar Wajah Tidak Kusam

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 08:58 WIB

Purbaya Klaim Ekonomi RI Membaik karena Aksi Demo Lebih Sedikit

Purbaya Klaim Ekonomi RI Membaik karena Aksi Demo Lebih Sedikit

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:55 WIB

800 Aset Pemprov Dikuasai Pihak Luar! Kejati Sultra Dikerahkan Tuntaskan Temuan BPK

800 Aset Pemprov Dikuasai Pihak Luar! Kejati Sultra Dikerahkan Tuntaskan Temuan BPK

News | Rabu, 09 September 2026 | 08:52 WIB

Strategi Efisiensi Budidaya Tingkatkan Hasil Panen Bawang Merah hingga 12 Persen

Strategi Efisiensi Budidaya Tingkatkan Hasil Panen Bawang Merah hingga 12 Persen

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:46 WIB

×