Chevrolet Stop Penjualan di Indonesia: Masalah GM Ada di Kantor Pusat

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 31 Oktober 2019 | 14:00 WIB
Chevrolet Stop Penjualan di Indonesia: Masalah GM Ada di Kantor Pusat
Logo General Motors di sebuah gedung di Amerika Serikat. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Soal General Motors Indonesia menyatakan berhenti menjual produk Chevrolet di Tanah Air, seorang pengamat otomotif nasional, Yannes Martinus Pasaribu, melihat permasalahannya sebagai berikut ini.

Bahwa keputusan General Motor (GM) untuk pergi dari Indonesia tidak hanya didasari persaingan yang ketat di industri otomotif Tanah Air.

Menurut pengamat yang berprofesi sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, keputusan General Motors disebabkan permasalahan yang melanda perusahaan secara global.

All-New Chevrolet Spark (warna merah) dan New Chevrolet Trax mengaspal di Tanah Air, Jakarta, Kamis (23/2/2017). [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]
All-New Chevrolet Spark (warna merah) dan New Chevrolet Trax mengaspal di Tanah Air, Jakarta, Kamis (23/2/2017). [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]

"Saat ini tampaknya GM sedang dalam proses reorganisasi besar-besaran. Proses re-engineering yang dilakukan memaksa mereka menutup banyak pabriknya yang tidak menguntungkan di berbagai negara (termasuk Indonesia)," ujar Yannes Martinus Pasaribu saat dihubungi Suara.com.

Sementara itu, pengamat otomotif yang dahulu berkiprah di salah satu Agen Pemegang Merek (APM), Bebin Djuana, menyatakan, "Bila menyimak berita di sana (kantor pusat), sepertinya yang bermasalah kantor pusat di negara asal."

Ditambahkannya pula, di luar negara asal, kita tidak pernah tahu masalah internal perusahaan. Kemungkinan yang terjadi di Indonesia karena dampak dari kantor pusat.

"Kalah bersaing adalah hal biasa dalam bisnis, selama masih ada semangat juang tentu ada jalan keluar, bukan menyerah kalah. Pasti ada masalah yang lebih serius dari sekadar kalah bersaing," imbuh Bebin Djuana.

Seperti diketahui, pada Selasa (29/10/2019), PT General Motors Indonesia selaku Agen Pemegang Merek (APM) Chevrolet mengumumkan menghentikan aktivitas penjualan kendaraan merek Chevrolet di pasar Indonesia, mulai akhir Maret 2020.

Hector Villarreal, President General Motors Asia Tenggara mengatakan bahwa keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan menyeluruh dari berbagai rencana bisnis yang memungkinkan bagi General Motors Indonesia di masa mendatang.

baca juga

Dan sebagai catatan, sebelum mengumumkan penghentian aktivitas penjualan ini, pabrikan asal Amerika Serikat ini telah menutup pabrik perakitannya di Bekasi, Jawa Barat, sejak 2015.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

General Motors Indonesia Tutup, Terdampakkah Industri Otomotif Kita?

General Motors Indonesia Tutup, Terdampakkah Industri Otomotif Kita?

Otomotif | Rabu, 30 Oktober 2019 | 09:00 WIB

General Motors Hengkang, Wuling Produksi Chevrolet di Indonesia?

General Motors Hengkang, Wuling Produksi Chevrolet di Indonesia?

Otomotif | Selasa, 29 Oktober 2019 | 19:59 WIB

Mundur dari Pentas Otomotif Indonesia, Ini Komitmen Chevrolet

Mundur dari Pentas Otomotif Indonesia, Ini Komitmen Chevrolet

Otomotif | Selasa, 29 Oktober 2019 | 17:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×