Amelia Tjandra - Susy Susanti: Sinergi Bulu Tangkis dan Otomotif

RR Ukirsari Manggalani
Amelia Tjandra - Susy Susanti: Sinergi Bulu Tangkis dan Otomotif
Q and A Daihatsu Astec Open 2019, tampak Susy Susanti [kedua dari kiri] dan Amelia Tjandra [kedua dari kanan] [Suara.com/ukirsari].

Seremoni Daihatsu Astec Open 2019 International Series, ngobrol dan nonton bersama Susy Susanti dan Amelia Tjandra.

Suara.com - Senang rasanya bisa menyaksikan sosok dua perempuan keren ini bersama-sama di sebuah panggung. Disebut pertama adalah Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM), dan satu lagi adalah Susy Susanti, legenda bulu tangkis dengan reputasi puncak sebagai peraih medali emas tunggal putri pertama dari Indonesia, di Olimpiade Barcelona 1992.

Tak cukup sampai di situ, kekasih Susy Susanti saat itu (kini suami), Alan Budikusuma juga berhasil meraih medali emas tunggal putra di olimpiade sama. Sehingga keduanya berhasil menyandingkan dua medali dan dijuluki sebagai "Pengantin Olimpiade Barcelona 1992".

Seremoni diresmikannya Daihatsu Astec Open 2019 [Suara.com/ukirsari].
Seremoni Daihatsu Astec Open 2019 di CGV FX Sudirman, Jakarta [Suara.com/ukirsari].

Tampil dalam seremoni launching Daihatsu Astec Open 2019 International Series, Final Jakarta, Susy Susanti dan Amelia Tjandra mengungkap, betapa sebuah nilai keselarasan bisa dicapai lewat semangat yang menyatukan.

"Daihatsu tidak memiliki klub bulu tangkis sendiri, namun bersama Alan-Susy Technology atau Astec, kami ingin ikut mencetak calon-calon bintang pebulutangkis di masa depan," papar Amelia Tjandra, yang di waktu senggangnya gemar diving atau menyelam.

Tambahan lagi, selaras tagline Daihatsu, yaitu "Daihatsu Sahabatku", sebagai produsen otomotif, PT ADM ingin menjadi sahabat masyarakat Indonesia dalam skala lebih luas. Nah, turnamen bulu tangkis kelas nasional dan internasional dari Astec dirasa tepat untuk digandeng.

Adapun pemilihan cabang olah raga atau cabor ini sendiri adalah berangkat dari fakta bahwa bulu tangkis adalah salah satu olah raga paling favorit di Tanah Air, mampu membangun semangat kebersamaan, sekaligus terbukti sukses mengharumkan dan mengantar nama Indonesia sebagai bangsa dan negara ke tingkat dunia.

Sementara Susy Susanti menyebutkan, bahwa ia dibesarkan di dunia bulu tangkis. Sehingga ingin mengembalikannya kepada masyarakat. Bersama suaminya, Alan Budikusuma, mereka menggelar Astec Open mulai 2005.

"Setiap tahun, kami menggelar satu kejuaraan, namun setelah bersinergi dengan Daihatsu, kami bisa menggelar tujuh seri dalam setahun. Dan tidak sebatas kelas nasional, namun masuk di kalender internasional," tukas Susy Susanti dalam kesempatan sama, di CGV Cinemas, FX Sudirman, Senayan, Jakarta.

Kejuaraan bulu tangkis Astec Open digelar bersama Daihatsu mulai 2016 dan pada 2019 juga didukung perusahaan dairy product Frisian Flag. Pelaksanaan tahun ini berlangsung di Medan, Balikpapan, Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan Surabaya, serta final di Gelanggang Olah Raga (GOR) Tanjung Priok, Jakarta (4-9/11/2019). Levelnya adalah kejuaraan bertaraf internasional, dan masuk dalam daftar Badminton Asia Confederation (BAC) serta agenda Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

"Dan tahun depan, akan digelar Daihatsu Astec Youth Championship 2020 U-15 dan U-17 di Jakarta. Kejuaraan ini akan menjadi turnamen bulu tangkis tertinggi di Asia," tukas Amelia Tjandra.

Semangat sinergi Susy Susanti serta Amelia Tjandra terasa makin seru, saat ditanya tentang hadiah bagi para juara, khususnya pebulutangkis Indonesia. Selain hadiah berupa nominal uang dan piala kejuaraan.

"Oh, tenang saja. Kami akan membawa para juara ini ke Jepang, untuk ditarungkan lagi dengan para pebulutangkis di sana. Pasalnya, prinsipal Daihatsu Jepang memiliki program serupa," tandas Amelia Tjandra.

Sebagai penutup kebersamaan itu, diputarlah film biopic Susi Susanti: Love All. Lebih dalam dari potret perjalanan panjang Susy Susanti menjadi "Pengantin Olimpiade Barcelona 1992" bersama Alan Budikusuma, kisah nyata ini menyuarakan rasa patriotisme dan nasionalisme, termasuk melintasi sejarah hitam Kerusuhan Mei 1998.

Serta tak ketinggalan adalah semangat mencintai sesama tanpa rasisme. Seperti menilik petikan judulnya sendiri, "love all". Istilah skor nol-nol (0-0) saat sebuah pertandingan bulu tangkis siap dimulai. Lawan pun perlu dikasihi, karena bagaimana pun ia ikut andil dalam memperlihatkan reputasi sang juara sebagai yang terbaik.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS