Bike Boyz, Sebuah Solidaritas Komunitas Otomotif Roda Dua

RR Ukirsari Manggalani
Bike Boyz, Sebuah Solidaritas Komunitas Otomotif Roda Dua
Vespa Club. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Vespa sebagai produk ikonik telah melahirkan penggemar serta komunitas seru. Film "Bike Boyz" buktinya.

Suara.com - Vespa termasuk produk roda dua atau sepeda motor. Tak saja ikonik, namun unik. Sederhana saja, solidaritas penggunanya. Bahwa antara para biker atau pengguna merek sejenis memang berpotensi jadi akrab. Utamanya bila disatukan dalam wadah sebuah komunitas.

Akan tetapi, pengguna produk Italia ini lain daripada yang lain. Asal sama-sama saling melihat atau berpandangan menggunakan produk sama, maka klakson dan sapaan khas persaudaraan langsung terasakan.

Sederet Vespa klasik dan colourful dalam film "Bike Boyz" [screen shot official trailer Bike Boyz, Starvision - ANP].
Sederet Vespa klasik dan colourful dalam film "Bike Boyz" [screen shot official trailer Bike Boyz, Starvision - ANP].

Tak percaya, simak saja film "Bike Boyz" yang mulai beredar pekan lalu (14/11/2019). Yup, di tengah "gempuran" film layar lebar bertema otomotif, "Ford v Ferrari", dan laga dengan produk-produk otomotif, "Charle's Angels" dari Amerika Serikat, produk negeri kita ini turut memeriahkan film tematis kendaraan bermotor. Khususnya sektor roda dua. Bersama humor serta jalan cerita yang lekat dengan keseharian para pengguna motor serta mobil di Tanah Air.

Dialog yang segar, antara lain saat berboncengan mengendarai Vespa dan terjadi dialog. Kurang lebihnya begini,  yang dibonceng memberitahu, "Itu, gang motor yang kemarin mengganggu saya". Saat itu, keduanya melihat segerombolan penunggang motor melewati perempatan serta traffic light. Dan sang pengemudi balik bertanya dengan santai, "Terus mau diapakan? Kita kejar? Kita hanya berdua sementara mereka begitu banyak."

Pendek kata tanpa perlu spoiler, film "Bike Boyz" terasa menghibur dalam bertutur, khas anak motor. Termasuk unsur dan lambang yang disertakan di dalamnya, seperti jaket merah "Scoojek" atau scooter ojek, hingga aksi konvoi.  Yaitu melintasi Jalan Asia Afrika di Bandung, sudut-sudut lama kota, dengan bangunan sarat nuansa Art Deco.

Komunitas Vespa tengah konvoi melintasi Jalan Asia Afrika, Bandung dalam film "Bike Boyz" [screen shot official trailer Bike Boyz, Starvision - ANP].
Komunitas Vespa tengah konvoi melintasi Jalan Asia Afrika, Bandung dalam film "Bike Boyz" [screen shot official trailer Bike Boyz, Starvision - ANP].

Pendek kata, mulai kisah percintaan, semangat brotherhood, sampai pencurian Vespa dan aksi ngebut bersama produk Negeri Pizza bisa disaksikan. Jangan lupa pula, Vespa yang ditampilkan adalah edisi-edisi klasik super mulus dan sangat colourful. Berpotensi bikin iri buat membangun motor lama.

Film "Bike Boyz" disutradarai dan sekaligus ditulis skripnya oleh Aris Nugraha, yang pernah menggarap film "Preman Pensiun", "Bajaj Bajuri", serta serial "Ojek Pengkolan". Judul-judul yang bernuansa otomotif, dan semangat komunitas otomotif pula ia tuangkan dalam karyanya bersama skuter Vespa kini. Ditambah kasus pencurian, gang motor, teroris, sampai Polisi.

Beberapa aktor pendukungnya adalah Aep Bancet (memerankan tokoh Agus), Gariz Luiz (Marwan), Damar RM (Ichan), Andy Josalim (Koko), Dicky Satria (Andi), Fadly Dodun (Pendi), serta Aline Manza (Lilis). Dan diproduksi Starvision Plus bersama Aris Nugraha Production (ANP).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS