Trauma Pasca Perang, Mantan Tentara Ini Mengkustom Motor sebagai Terapi

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
Trauma Pasca Perang, Mantan Tentara Ini Mengkustom Motor sebagai Terapi
Ilustrasi trauma (Pixabay/Free-Photos)

Terapi ini mungkin serupa dengan terapi melukis atau sejenisnya.

Suara.com - PTSD (post-traumatic stress disorder) merupakan kondisi kejiwaan yang dipicu oleh kejadian tragis, baik yang pernah dialami atau disaksikan.

Kondisi ini menyebabkan penderitanya tak bisa melupakan pengalaman traumatis tersebut, membuat dirinya merasa kesal, mimpi buruk bahkan bisa sulit tidur.

Terkait kondisi tersebut, seorang tentara bernama Paul Flower dikabarkan melakukan terapi terkait kondisi tersebut dengan sarana motor.

Dilansir dari Ride Apart, veteran perang Afghanistan ini menyibukkan diri dengan mengkustom motor dengan spesialisasi pada pengecatan.

Terapi ini serupa dengan terapi menggambar yang kerap dilakukan oleh para pakar-pakar kejiwaan.

Motor berbahan bakar diesel. (rideapart.com)
Motor berbahan bakar diesel, Kawasaki KLR 650. (rideapart.com)

Hanya saja yang menjadi sarana melukis bukanlah kanvas melainkan komponen-komponen motor. Di sisi lain, ia sendiri merupakan seorang biker.

"PTSD membuat anda banyak mengalami hari-hari gelap. Namun selalu ada cahaya, anda cuma harus menemukannya entah di mana." tutur Paul.

Sebelum terapi tersebut, sepulang dari dinas, ia seperti veteran perang lainnya, mulai banyak minum dan kebut-kebutan di jalan lantaran kondisi kejiwaan tersebut.

Akhirnya ia memutuskan untuk 'membangun' motor seperti yang ia gambarkan saat bertugas di Afgantistan.

Ia pun sempat 'melukis' di sebuah motor militer Kawasaki KLR 650 yang juga merupakan miliknya. Motor inipun ia modifikasi dengan warna cat ala motor-motor jaman perang dunia kedua.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS