Muncul Isu Beberapa Produk Royal Enfield Discontinue, Begini Kata Manajemen

Rabu, 20 November 2019 | 18:38 WIB
Muncul Isu Beberapa Produk Royal Enfield Discontinue, Begini Kata Manajemen
Logo Royal Enfield. [Shutterstock]

Suara.com - Impelemntasi kebijakan emisi India Bharat Stage IV membawa dampak bagi produsen otomotif India, tak terkecuali Royal Enfield (RE).

Dilansir dari Ride Apart, produsen motor klasik ternama tersebut dirumorkan bakal mengehentikan produksi dari beberapa produk mereka.

Rumor tersebut menyebutkan bahwa sederet produk berkapasitas 500 cc dari RE bakal dihentikan produksinya, termasuk lini motor Classic, Bullet dan Thunderbird.

Tak cuma untuk pasaran India, hal ini juga mempengaruhi lini produk mereka untuk segmen global.

Pertimbangan untuk menghentikan produk tersebut diduga karena biaya untuk membuat motor tersebut lolos standar emisi BSVI tak efisien jika dibandingkan dengan volume penjualan motor tersebut secara regional.

Deretan Motor Royal Enfield Sebelum Melakukan Rolling Thunder di Yogyakarta. (Mobimoto.com/Praba Mustika)
Deretan Motor Royal Enfield Sebelum Melakukan Rolling Thunder di Yogyakarta. (Mobimoto.com/Praba Mustika)

Hal tersebut diutarakan oleh narasumber yang tak disebutkan namanya pada Live Mint.

"RE berenencana untuk memulihkan segmen 350 cc dengan powertrain baru lantaran penjualan mereka yang dominan di segmen tersebut. Sementara segmen 500 cc bakal dihentikan." ujar sumber tersebut.

Namun isu tersebut dibantah oleh pihak RE Indonesia. Mereka mengatakan pada Suara.com bahwa saat ini kabar discontinue dari produk tersebut hanya berupa rumor.

"Sampai saat ini tidak ada berita/statemen resmi bahwa RE akan berhenti produksi dari 500 cc." ujar Erwin Katunde, perwakilan dari pihak RE.

Baca Juga: Soal Warna Mobil, Ternyata Marcus Fernaldi Gideon Tidak Ambil Pusing

Terlepas dari rumor tersebut, standar emisi BSVI merupakan hasil 'racikan' pemerintah India untuk mengatur polusi udara dari mesin pembakaran internal dan perangkat pengapian pada kendaraan, mirip dengan standar EURO.

Aturan tersebut diterapkan pemerintah India, mengingat banyaknya kasus kematian mencapai 620 ribu jiwa pada 2010 karena masalah pernapasan dan jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI