KBL Berpotensi Jadikan Indonesia Pemain Otomotif Utama di ASEAN

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 27 November 2019 | 13:26 WIB
KBL Berpotensi Jadikan Indonesia Pemain Otomotif Utama di ASEAN
Mobil yang siap diekspor di IPC Car Terminal, PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sebagai ilustrasi [ANTARA Foto].

Suara.com - Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menjadi produsen utama otomotif di Kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Untuk mencapai target ini, ada beberapa tantangan yang perlu diselesaikan.

"Saat ini Indonesia masih di bawah Thailand untuk urusan ekspor. Perpres No. 55 Tahun 2019 bisa menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama kendaraan listrik di ASEAN," ujar Rosan Perkasa Roeslani, dalam acara Electric Vehicle Indonesia Forum & Exhibition, di gedung Tribrata, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Ekspor PT AHM pada Februari ini didominasi Honda Vario [Dok. PT AHM].
Ekspor PT AHM pada Februari ini didominasi Honda Vario [Dok. PT AHM].

Ia memaparkan, berdasarkan data ASEAN Automotive Federation, produksi kendaraan di Thailand sudah mencapai 2,1 juta unit pada 2018. Sedangkan Indonesia baru 1,3 juta unit.

Sementara dari sisi ekspor, Negeri Gajah Putih sudah memiliki porsi 53 persen. Kendaraan Indonesia masih lebih banyak dipasarkan di dalam negeri, ekspornya baru mencapai 26 persen.

"Majunya industri kendaraan Thailand tidak lepas dari dukungan kebijakan yang berpihak pada industri itu," tukas Rosan Perkasa Roeslani.

Salah satunya, menurutnya, adalah dukungan insentif berupa pengurangan bea masuk impor barang modal dan komponen, dukungan kegiatan riset dan pengembangan melalui insentif pajak penghasilan minimal tiga tahun dan insentif perpajakan berdasarkan lokasi pabrik.

Di era kendaraan listrik atau KBL, pemerintah Thailand bahkan siap memberikan insentif berupa pembebasan pajak 6-10 tahun.

"Indonesia perlu mengeluarkan kebijakan serupa sebagai implementasi Perpres No. 55 tahun 2019 agar bisa berkompetisi dengan Thailand dalam produksi kendaraan listrik," harap Rosan Perkasa Roeslani.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Datsun dan Chevrolet Angkat Kaki, Kemenperin Sebut Beda Kasus

Datsun dan Chevrolet Angkat Kaki, Kemenperin Sebut Beda Kasus

Otomotif | Rabu, 27 November 2019 | 12:10 WIB

Wah, Chevrolet Gelar Cuci Gudang, Diskon Mencapai Rp 80 Juta!

Wah, Chevrolet Gelar Cuci Gudang, Diskon Mencapai Rp 80 Juta!

Otomotif | Senin, 04 November 2019 | 14:03 WIB

Pabrik Nissan Tersisa Hanya Akan Produksi Datsun

Pabrik Nissan Tersisa Hanya Akan Produksi Datsun

Otomotif | Selasa, 24 September 2019 | 10:10 WIB

Terkini

Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor

Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 16:50 WIB

Harga Mirip Kisaran 100 Jutaan: Mending Beli Mitsubishi Pajero Sport atau Isuzu Panther Bekas?

Harga Mirip Kisaran 100 Jutaan: Mending Beli Mitsubishi Pajero Sport atau Isuzu Panther Bekas?

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 16:50 WIB

Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia

Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 16:43 WIB

Foto Jokowi Rapikan Berkas di Lantai Viral: Ajudan Sampai Mohon Maaf, Netizen Sindir Tajam

Foto Jokowi Rapikan Berkas di Lantai Viral: Ajudan Sampai Mohon Maaf, Netizen Sindir Tajam

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:42 WIB

Detik-Detik Menegangkan: Bandar Sabu 1,5 Kg di Kalsel Dilumpuhkan Usai Mau Tusuk Polisi

Detik-Detik Menegangkan: Bandar Sabu 1,5 Kg di Kalsel Dilumpuhkan Usai Mau Tusuk Polisi

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:38 WIB

Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus

Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus

Bali | Jum'at, 06 November 2026 | 16:37 WIB

Cegah Disinformasi, UNESCO Perkuat Penggunaan AI yang Etis bagi Kreator Konten

Cegah Disinformasi, UNESCO Perkuat Penggunaan AI yang Etis bagi Kreator Konten

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:37 WIB

Sejak SD Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, Remaja di Sungkai Barat Akhirnya Speak Up ke Polisi

Sejak SD Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, Remaja di Sungkai Barat Akhirnya Speak Up ke Polisi

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 16:37 WIB

BRI Perluas Benefit Nasabah Prioritas melalui Kerja Sama Pendidikan dengan Sequoia School

BRI Perluas Benefit Nasabah Prioritas melalui Kerja Sama Pendidikan dengan Sequoia School

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 16:34 WIB

Prosedur Ekspor SDA Tak Berubah Meski Lewat DSI

Prosedur Ekspor SDA Tak Berubah Meski Lewat DSI

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 16:31 WIB

×