Setelah Volkswagen, Volvo Diduga Memanipulasi Hasil Uji Emisi

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 27 Januari 2020 | 10:28 WIB
Setelah Volkswagen, Volvo Diduga Memanipulasi Hasil Uji Emisi
Logo Volvo [Shutterstock].

Suara.com - Pada 2015, perusahaan otomotif asal Jerman, Volkswagen mengakui telah memasang sofware manipulator tertentu pada 11 juta mobil diesel produksinya yang beredar di seluruh dunia. Dikenal sebagai kasus "Dieselgate", kejadian itu menjadi perhatian para ahli lingkungan dan meningkatkan kesadaran untuk memeriksa produk-produk otomotif lebih ketat.

Dikutip dari kantor berita Antara, kini untuk pertama kalinya, perusahaan otomotif dari Swedia, Volvo, mendapatkan tuduhan kasus kecurangan emisi serupa kejadian Volkswagen.

Volvo XC90 dipamerkan di Manila, Filipina pada April 2017 lalu (Shutterstock).
Volvo XC90 yang masih sekeluarga dengan Volvo XC60, dipamerkan di Manila, Filipina pada April 2017. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Kejadian itu bermula saat sebuah asosiasi perlindungan konsumen dan lingkungan, Deutsche Umwelthilfe (DUH) menyatakan bahwa dari hasil penyelidikan, ditemukan bahwa pada Volvo XC60 yang kategori Sport Utility Vehicle (SUV) menghasilkan nitrogen oksida sebesar 12 kali lebih banyak dari ambang batas seperti diberlakukan untuk kawasan Uni Eropa.

Perangkat itu disebut-sebut mampu mengelola mesin mobil sehingga menghasilkan emisi lebih tinggi dari sesungguhnya di jalan raya, namun rendah saat diuji oleh otoritas berwenang.

Dalam temperatur antara sembilan hingga 22 derajat Celsius, motor diesel Volvo mengeluarkan empat kali lebih banyak nitrogen oksida berbahaya (NOx) daripada yang diizinkan di bawah standar Euro 5, demikian penjelasan DUH.

Atau dengan kata lain, tingginya emisi mencapai 12 kali lipat, ketika sensor suhu eksternal didinginkan antara -4C dan 0C.

"Kendaraan dengan emisi sedemikian tinggi tidak dapat dibiarkan terus mencemari udara kota," tutur Juergen Resch, Direktur DUH.

Namun Volvo yang telah dibeli oleh Geely China menyatakan bantahan atas penipuan software sebagai pemanipulasi hasil pengujian emisi tadi. Disebutkan bahwa emisi lebih tinggi dalam temperatur dingin tidak berarti bahwa ada perangkat ilegal dipasang di kendaraan, demikian papar juru bicara Volvo, sebagaimana dikutip kantor berita Antara dari media Swedia, The Local, pada Jumat (24/1/2020).

Sebaliknya dipaparkan bahwa setiap mesin pembakaran internal memiliki "fungsi perlindungan" yang mengurangi perawatan knalpot dalam cuaca dingin, demi mencegah kerusakan pada motor dari kondensasi dan pembentukan es.

baca juga

"Semua kendaraan memiliki lisensi sesuai ketentuan hukum dari pihak berwenang," demikian bunyi lanjutan keterangan juru bicara Volvo.

Sebagai catatan, nitrogen oksida diperkirakan menyebabkan ribuan kematian dini di Jerman setiap tahun. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gas memperburuk gejala asma, bronkitis dan terkait dengan penyakit kardiovaskular serta pernapasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Volvo S80 Masih Kokoh Usai Diseruduk Truk Kontainer, Ini Cerita Pemilik

Volvo S80 Masih Kokoh Usai Diseruduk Truk Kontainer, Ini Cerita Pemilik

Otomotif | Rabu, 22 Januari 2020 | 18:08 WIB

Kia Seltos Meluncur Pekan Depan, Siap Tantang Wuling Almaz

Kia Seltos Meluncur Pekan Depan, Siap Tantang Wuling Almaz

Otomotif | Rabu, 15 Januari 2020 | 11:25 WIB

Kejar Volkswagen, Toyota Geber Produksi Kendaraan Listrik

Kejar Volkswagen, Toyota Geber Produksi Kendaraan Listrik

Otomotif | Selasa, 14 Januari 2020 | 12:25 WIB

Terkini

Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?

Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:48 WIB

Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160

Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:30 WIB

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV

Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:25 WIB

Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:15 WIB

Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?

Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:50 WIB

Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line

Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:42 WIB

DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia

DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:35 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua

Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:13 WIB

Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia

Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:57 WIB