Asyik, Banyak Penggemar Sport Otomotif Energi Terbarukan di Indonesia

RR Ukirsari Manggalani
Asyik, Banyak Penggemar Sport Otomotif Energi Terbarukan di Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9). Sebagai ilustrasi Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) yang menggunakan energi terbarukan [Suara.com/Arya Manggala]

Pentas balap mengandalkan berbagai macam bahan bakar. Formula E memilih energi terbarukan. Fansnya di Indonesia banyak.

Suara.com - Berbicara soal balap atau laga kecepatan, bahan bakar adalah salah satu kunci bagaimana mobil dan motor kencang melesat. Dan era energi terbarukan atau renewable telah dimulai. Yaitu dengan munculnya balapan menggunakan pemasok daya alternatif atau non-minyak bumi. Salah satu contohnya adalah balap single seater Formula E.

Dikutip dari kantor berita Antara, Dwi Wahyu Darwoto, Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) menyatakan bahwa penggemar Formula E di Indonesia mencapai 3,3 juta orang. Mayoritas berdomisili di Ibu Kota DKI Jakarta.

Adapun data ini berdasarkan hasil riset dari Sport Management Database yang berbasis di Inggris, Britania Raya.

Ilustrasi balap mobil listrik Formula E. [AFP/Andreas Solaro]
Ilustrasi balap single seater dengan energi terbarukan, yaitu listrik. Salah satunya adalah  Formula E. [AFP/Andreas Solaro]

"Fans Formula E di Indonesia ada 3,3 juta," demikian papar Dwi Wahyu Darwoto dalam media briefing mengenai ajang balap mobil Formula E di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Dari jumlah itu, ia menambahkan bahwa 54 persennya berasal dari kawasan DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan usia yang jauh lebih muda dibandingkan penggemar balap jet darat atau Formula One (F1).

"Biasanya penyuka Formula E adalah anak-anak muda yang suka dengan teknologi canggih. Jadi tidak heran juga, mereka akan cari yang kualitasnya terbaik atau premium," ungkap Dwi Wahyu Darwoto.

Dan ditambahkan pula, bahwa diadakannya Formula E di Jakarta bakal menyenangkan penggemar Formula E karena bisa menghadirkan suasana yang berbeda dari ajang balap lainnya.

Ia juga menyatakan perbandingan banyaknya tim balap Formula E yang turun berlaga.

"Kalau F1 manufacturing brandnya cuma empat. Tapi kalau Formula E ini ada sembilan," tandasnya. Sembari menyatakan ada 12 tim dan 24 driver dipastikan bergabung dalam ajang yang menggunakan Jalan Medan Merdeka Selatan sebagai rute terpanjangnya.

Untuk menghadirkan ajang balap ramah lingkungan itu, Pemprov DKI menggelontorkan dana sebesar Rp 1,16 miliar dan memastikan penyelenggaraannya pada 6 Juni 2020 di kawasan Monumen Nasional atau Monas.

Nantinya, rute Formula E di Jakarta akan disesuaikan dengan standar Federation Internationale l'Automotive atau FIA dengan grade III.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS