Komponen Aman dari COVID-19, Pabrik Honda di China Buka Hari Ini

RR Ukirsari Manggalani
Komponen Aman dari COVID-19, Pabrik Honda di China Buka Hari Ini
Honda Skill Contest 2020 yang digelar PT Honda Prospect Motor (HPM). Sebagai ilustrasi komponen mobil [Dok PT HPM].

Berharap wabah Wuhan Coronavirus atau COVID-19 segera berlalu, beberapa pabrikan otomotif global mulai buka.

Suara.com - Meski dikhawatirkan berbagai pengamat bisnis otomotif karena rantai pasokan komponen mobil bakal terputus diguncang wabah Wuhan Coronavirus atau COVID-19, kini semangat optimisme mulai diembuskan.

Contohnya seperti yang dilakukan pihak Honda. Dikutip dari kantor berita Antara, PT Honda Prospect Motor (HPM), Agen Pemegang Merek (APM) mobil ini di Indonesia menyatakan bahwa Wuhan Coronavirus tak terlalu mempengaruhi produksi maupun rantai pasokan komponen Honda.

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan aktivitas pada hari ketigabelas di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (14/2).  [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan aktivitas pada hari ketigabelas di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (14/2). Sebagai ilustrasi mendunianya wabah Coronavirus dan diharap segera berakhir  [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

"Sejauh ini tidak mengganggu supply chain di Honda, ya. Saya tidak tahu bila di perusahaan otomotif lainnya terjadi," ujar Yusak Billy, Business Innovation Sales & Marketing Director PT HPM saat ditemui di Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (16/2/2020).

Dan kabar baik juga disampaikan menyoal kelanjutan COVID-19 di sektor produksi otomotif. Yusak Billy menyatakan bahwa pabrik Honda yang terletak di China seperti wilayah terdampak Wuhan, juga akan segera beroperasi seperti sediakala pada Senin ini (17/2/2020).

"Tanggal 17 besok pabrik di Wuhan mulai start ya. Paling cepat tanggal 17," tandasnya.

Dan Yusak Billy juga menyebutkan bahwa rantai pasokan Honda di beberapa negara tak akan terputus karena wabah COVID-19.

"Maka dari itu di tempat kami ada risk management action untuk supply chain. Pemasokan massal kami harus jalan, apalagi Honda ada di Thailand, Jepang, dan lainnya. Supply chain itu tidak boleh putus," kata Yusak Billy.

"Risk management action itu berat sekali. Kalau berlarut-larut (kondisi wabah) ya nanti dilihat. Sejauh ini kami monitoring terus hour by hour progress-nya seperti apa," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS