Pakai Supercars Membuat Lelaki Makin Badung, Benarkah?

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 03 Maret 2020 | 11:00 WIB
Pakai Supercars Membuat Lelaki Makin Badung, Benarkah?
Gaya dan cara mengemudi yang memacu adrenalin, berpadu dengan supercar keren. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Tampil pakai mobil keren, apalagi hypercars atau supercars menjadi impian banyak lelaki. Bisa tekan gas dalam-dalam, sembari unjuk performa kecanggihan tunggangan tak ubahnya ajang adu nyali.

Namun apa benar perilaku badung atau nakal atau bengal seperti doyan ngebut ini muncul gara-gara pakai kendaraan yahud?

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa manusia yang memiliki mobil mewah cenderung mempunyai sifat-sifat dan kepribadian buruk. Utamanya para lelaki. Sifat nakal atau badung mereka muncul dari sini. Demikian dituliskan di laman nypost.com, berdasarkan studi yang dipublikasikan International Journal of Psychology.

"Saya meneliti bahwa pelanggar lampu merah, dan pengemudi yang tidak mau memberikan kesempatan kepada pejalan kaki, memegang setir atau kemudi dengan ceroboh, serta terlalu ngebut adalah mereka yang memiliki supercars. Termasuk buatan Jerman," papar Professor Jan-Erik Lönnqvist dari Universitas Helsinki, Bidang Ilmu Sosial ,Swedia, seperti dikutip dari nypost.com.

Ia pun meneliti apakah ada tipe orang tertentu yang berkeinginan membeli mobil dengan tipe khusus, seperti kaliber supercar mahal. Dengan kondisi terlepas dari status keuangan mereka. Diharapkan dari hasil penelitian ini bisa ditarik kesimpulan model orang seperti apakah yang memiliki kecenderungan untuk mengemudi tanpa melibatkan etika.

Sang professor dan tim penelitinya melakukan survei pada sekitar 1.892 pemilik mobil. Kategori mobil dipilah-pilah, lantas perilaku mereka dalam memenuhi kebutuhan atau konsumsi, serta kepribadian orang per orang juga diamati.

Hasilnya menunjukkan bahwa lelaki yang kurang memiliki empati, suka berdebat, keras kepala, ternyata kemungkinan mempunyai mobil mahal.

Professor Jan-Erik Lönnqvist mengatakan sifat-sifat yang sama itu mampu menjelaskan mengapa sifat-sifat dari golongan orang yang samaini  juga berpotensi melanggar lampu merah dan melaju sangat kencang.

"Ini adalah orang-orang yang sering melihat diri mereka sebagai sosok superior dan tertarik untuk menampilkan diri kepada orang lain," demikian kesimpulan Professor Jan-Erik Lönnqvist.

baca juga

Nah, benarkah seperti demikian adanya? Mari kita lihat cara membawa kendaraan masing-masing.

Mobimoto.com/Hikmawan Muhamad Firdaus

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren, Ussy Sulistiawaty Nyetir Porsche Buat Beli Hidangan Ini

Keren, Ussy Sulistiawaty Nyetir Porsche Buat Beli Hidangan Ini

Otomotif | Senin, 24 Februari 2020 | 11:00 WIB

Obituari Ashraf Sinclair, Ini Kenangannya di Balik Kemudi

Obituari Ashraf Sinclair, Ini Kenangannya di Balik Kemudi

Otomotif | Selasa, 18 Februari 2020 | 10:53 WIB

Warna Mobil Ternyata Cerminkan Kepribadian Pemiliknya, Mana Favoritmu?

Warna Mobil Ternyata Cerminkan Kepribadian Pemiliknya, Mana Favoritmu?

Otomotif | Selasa, 24 September 2019 | 22:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun

Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 14:47 WIB

Berapa Kapasitas Mesin Cuci untuk Mencuci Bedcover King Size?

Berapa Kapasitas Mesin Cuci untuk Mencuci Bedcover King Size?

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:43 WIB

Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus

Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 14:41 WIB

Mengapa Krim Malam Tidak Boleh Digunakan pada Siang Hari Meski di Dalam Ruangan?

Mengapa Krim Malam Tidak Boleh Digunakan pada Siang Hari Meski di Dalam Ruangan?

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:31 WIB

Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak

Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 14:31 WIB

Pasti Ada Jalan Keluar: Mengubah Cara Pandang dalam Menghadapi Masalah

Pasti Ada Jalan Keluar: Mengubah Cara Pandang dalam Menghadapi Masalah

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 14:30 WIB

Mengenal BIOSRA Kasihan: Bioskop Rakyat yang Satukan Warga Lewat Film

Mengenal BIOSRA Kasihan: Bioskop Rakyat yang Satukan Warga Lewat Film

Video | Sabtu, 19 September 2026 | 14:30 WIB

Apakah Sheet Mask Boleh Dibawa Tidur Semalaman? Ketahui Risikonya

Apakah Sheet Mask Boleh Dibawa Tidur Semalaman? Ketahui Risikonya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:25 WIB

×