Ingin Mobil Militer Angkut Jasad Korban COVID-19? Jangan Covidiot!

RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 21 Maret 2020 | 18:00 WIB
Ingin Mobil Militer Angkut Jasad Korban COVID-19? Jangan Covidiot!
Mobil militer tanpa awak. Sebagai ilustrasi [Youtube].

Suara.com - Setelah Wuhan di Provinsi Hubei, China menjadi episentrum penyebaran Virus Corona baru atau Novel Coronavirus yang berkode COVID-19, episentrum baru untuk Benua Eropa adalah Italia. Bikin makin sedih, karena jumlah korban meninggal lebih banyak dibandingkan episentrum perdana.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa Italiano atau orang Italia, punya rasa guyub dan kekeluargaan begitu besar. Akhir pekan biasa diisi dengan anak-anak muda mengunjungi kerabat lebih tua. Dan tak jarang dalam kapasitas besar. Acara kumpul-kumpul begini yang membuat petaka. Virus Corona merajalela.

Mobil militer angkut peti jenazah korban COVID-19 [Twitter: albertissimo78].
Mobil militer angkut peti jenazah korban COVID-19 [Twitter: albertissimo78].

Aturan kuncitara atau kunci sementara alias lockdown sudah dilakukan pemerintah Italia. Namun kabarnya masih juga ada yang jail, curi-curi kesempatan untuk berkumpul, tanpa peduli aturan "tidak boleh bergerombol", "tidak boleh berkumpul" yang intinya agar si virus tidak mudah menempel di sini dan di sana!

Dan karena situasi lockdown, pemandangan kota-kota di Italia secara umum menjadi sepi. Gantinya adalah konvoi kendaraan militer melintasi ruas jalan raya.  Untuk mentertibkan yang masih suka berkumpul-kumpul memudahkan Virus Corona hinggap?

Mungkin saja, namun fungsinya ternyata sebagai pengangkut peti-peti jenazah para korban COVID-19!  Seram? Tentu saja. Dikutip dari harian Dailymail, Inggris, mobil-mobil militer jenis truk dikerahkan mengangkut peti-peti jasad itu, karena ambulans sudah angkat tangan saking banyaknya korban berjatuhan.

Italia kewalahan menangani pasien Corona, dan rumah sakit pun dibikin bingung dengan terus bertambahnya pasien yang masuk. Sementara kompleks-kompleks permakaman dan krematorium di beberapa kota sudah kelebihan beban. Para petugasnya harus bekerja 24 jam untuk menerima puluhan sampai ratusan jasad korban COVID-19 setiap hari. Padahal krematorium hanya bisa menerima 24 jenazah setiap hari.

Penumpukan itu membuat beberapa jenazah harus diangkut ke pemakaman atau krematorium di luar Kota Bergamo, Provinsi Lombardy, kota yang termasuk paling parah terdampak Corona di Italia. Simak video tayangannya di sini. Apakah ada anggota keluarga yang dibolehkan mendampingi pemakaman anggota keluarga mereka tercinta? Tentu tidak, karena situasi tanggap darurat serta kuncitara atau lockdown.

Karena itu, mari bertindak tidak covidiot--istilah baru tentang mereka yang tidak mau mengikuti protokol untuk social distancing. Singkatan dari (maaf) coronavirus - idiot. Bagaimanapun, pemerintah Indonesia dan setempat telah mengimbau agar warga melakukan social distancing di kediaman masing-masing.

Social distancing adalah wacana penting untuk mencegah cepatnya laju Novel Coronavirus. Dengan menerapkan Working From Home (WFH), tidak bepergian kecuali sangat penting atau mendesak, serta membatasi lingkup gerak sosial termasuk bertemu dengan banyak orang, semoga kondisi masyarakat Indonesia terutama aspek kesehatan terus menunjukkan grafik aman terkendali dalam kurva eksponensial melawan laju Virus Corona baru atau COVID-19.

baca juga

Catatan dari Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119

Mobimoto.com/Gagah Radhitya Widiaseno

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

COVID-19: Jaguar Land Rover Hentikan Produksi, Beri Salut Petugas Medis

COVID-19: Jaguar Land Rover Hentikan Produksi, Beri Salut Petugas Medis

Otomotif | Sabtu, 21 Maret 2020 | 16:00 WIB

Cegah Penularan Virus Corona, Uskup Semarang Siarkan Misa Online

Cegah Penularan Virus Corona, Uskup Semarang Siarkan Misa Online

Jawa Tengah | Sabtu, 21 Maret 2020 | 14:55 WIB

Inovatif, TNI-Polri Berikan Imbauan Cegah COVID-19 Pakai Motor

Inovatif, TNI-Polri Berikan Imbauan Cegah COVID-19 Pakai Motor

Otomotif | Sabtu, 21 Maret 2020 | 11:08 WIB

Terkini

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:35 WIB

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 20:30 WIB

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:18 WIB

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:16 WIB

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:15 WIB

×