Array

Kerennya Royal Enfield Photon: Motor Klasik Bermesin Listrik

Rabu, 22 April 2020 | 15:15 WIB
Kerennya Royal Enfield Photon: Motor Klasik Bermesin Listrik
Classic 500 Pegasus yang diluncurkan di Jakarta. Sebagai ilustrasi desain motor klasik [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Suara.com - Sepeda motor listrik kini menjadi tren masa depan yang terus dikembangkan oleh para produsen kendaraan roda dua. Dan umumnya, desain sepeda motor listrik cenderung lebih modern atau meninggalkan gaya konvensional.

Melansir financialexpress, Electric Classic Cars sebuah pabrik di Britania Raya justru mengembangkan motor listrik bergaya klasik. Dikenalkan sebagai Royal Enfield Photon, fisiknya mempertahankan gaya klasik. Sangat identik dengan Royal Enfield Bullet 500, bedanya hanya pada luaran suara. Sama sekali tidak ada gaung khas mesin gahar, karena telah menggunakan mesin listrik.

Royal Enfield Photon yang mengadopsi baterai listrik sebagai sumber daya [YouTube: Bradn Life India].
Royal Enfield Photon yang mengadopsi baterai listrik sebagai sumber daya [YouTube: Bradn Life India].

Mungkin timbul pertanyaan mengapa pihak Electric Classic Cars yang mengembangkan motor listrik ini, bukan perusahaan roda dua. Jawabnya, seperti dikemukakan laman Electric Cars di kanal YouTube, disebabkan Electric Classic Cars adalah pembuat kendaraan klasik dengan konversi tenaga listrik. Itu sebabnya mampu menangani mobil pun motor yang akan diproduksi menggunakan suplai tenaga non-bensin.

Walaupun mempertahankan gaya klasik, pada headlamp sudah menyematkan LED dan Daytime Running Light (DRL) berbentuk cincin. Desain tangki bahan bakar tidak banyak ubahan agar tetap menjadi ciri khas dengan diberikan sentuhan sedikit di tiap sisinya.

Sekujur body diguyur warna British Racing Green berpadu garis-garis emas. Sementara bagian jok dibalut warna cokelat yang semakin menonjolkan aura klasik.

Selain itu, Electric Classic Cars mendesain ulang rangka bagian bawah, agar bisa menopang powertrain yang cukup besar. Sedangkan suspensi dan bagian pengereman masih identik dengan Royal Enfield Bullet.

Untuk urusan tenaga, Photon dibekali 4 baterai lithium-ion yang dibuat oleh LG Chem yang diletakkan di bawah tangki. Masing-masing memproduksi 2,5 kWh atau 10 kWh secara keseluruhan. Semua baterai tertutup case yang sangat rapi.

Pengisian membutuhkan waktu 90 menit hingga penuh dan mampu menjangkau sekitar 128-160 km. Dengan catatan dikendarai secara konstan antara 80-96 km per jam. Kecepatan maksimalnya sendiri bisa mencapai 112 km perjam.

Daya motor listrik sebesar 13 kW atau 17 daya kuda dipasang langsung di hub roda belakang dan tanpa adanya rantai seperti jenis konvensional.

Baca Juga: Amerika Serikat Izinkan Tes Covid-19 Pertama di Rumah

Untuk mendapatkan motor ini, Electric Classic Cars memberikan kisaran harga 20 ribu Pounsterling atau sekitar Rp 395 juta dan sudah mulai dipasarkan di Britania Raya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI