AISI dan Gaikindo Dukung Produksi Ventilator, Kemenperin Terus Koordinasi

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
AISI dan Gaikindo Dukung Produksi Ventilator, Kemenperin Terus Koordinasi
Pengrajin melakukan uji coba ventilator di Industri UMKM Agusta, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Sebagai ilustrasi ventilator [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Ventilator sangat dibutuhkan pasien Covid-19 dan mesti direalisasikan untuk turut melandaikan grafik pandemi.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini terus melakukan koordinasi dan memberikan dukungan kepada tim perguruan tinggi yang tengah melakukan proses produksi ventilator atau alat bantu pernapasan. Peranti ini merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk membantu penanganan pasien Covid-19 di Indonesia.

"Pada prinsipnya, Kemenperin sangat terbuka dan mendukung tim perguruan tinggi yang saat ini sedang melakukan proses produksi ventilator. Kami akan mendukung dari sisi regulasi maupun pemberian alat bantu uji sehingga ventilator dapat segera diproduksi," ujar Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier di Jakarta.

Katup masker selam buatan Ferrari untuk dipasangkan dengan produk Mares dan digunakan untuk ventilator pasien Covid-19 [Dok Ferrari.com].
Katup buatan Ferrari untuk dipasangkan dengan produk peralatan selam Mares dan digunakan untuk ventilator pasien Covid-19. Sebagai ilustrasi alat kesehatan dari pabrikan otomotif [Dok Ferrari.com].

Taufiek Bawazier menekankan agar ventilator yang nantinya diproduksi dapat sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Hal terpenting dalam produksi ventilator ini adalah kesesuaian dengan standar dan parameter yang ditentukan oleh Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kemenkes," jelasnya.

Dari laporan yang diterima, Taufiek Bawazier menjelaskan kendala yang saat ini sedang dihadapi oleh tim adalah ketersediaan komponen yang sebagian besar masih harus diimpor. Terkait dengan hal ini, ia menyampaikan bahwa pemerintah telah mengeluarkan Perpres No. 58 tahun 2020 tentang Penataan dan Penyederhanaan Izin Impor.

"Kami berharap regulasi ini dapat digunakan dan membantu tim dari perguruan tinggi dalam melakukan impor komponen-komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi ventilator," ungkapnya.

Sementara itu Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengungkapkan bahwa sudah ada salah satu supplier dari Gaikindo yang mengembangkan ventilator.

"Ventilator yang saat ini dikembangkan oleh PT Darma, sedang berada pada tahap tes daya tahan (endurance test) di BPFK Kemenkes. Setelah tahap ini selesai dan bila perusahaan ini membutuhkan komponen tambahan, industri otomotif siap bekerja sama," ungkapnya.

Hal serupa juga ditunjukkan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Sekretaris Jenderal AISI Hari Budianto menjelaskan, pihaknya mendukung pengembangan produksi ventilator yang dilakukan di dalam negeri.

"AISI akan membantu dalam upaya pemenuhan rantai pasok dan berusaha melakukan lokalisasi komponen yang dibutuhkan dalam mengembangkan ventilator," ujarnya.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan tetap tinggal di rumah kecuali untuk keperluan mendesak seperti berbelanja atau berobat. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama cuci tangan rutin. Dengan pengertian saling bantu dan saling dukung, kita bisa mengatasi pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS