Renault dan Nissan Diterpa COVID-19, Mantan Bos Sebut Begini

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Renault dan Nissan Diterpa COVID-19, Mantan Bos Sebut Begini
Eks bos Nissan, Carlos Ghosn kabur ke Lebanon setelah berhasil meloloskan diri dari tahanan Jepang. Ia, pada Selasa (31/12/2019), mengaku berada di Libanon [AFP/Eric Piermont].

Carlos Ghosn, mantan pimpinan Nissan menyebutkan kata "menyedihkan" untuk menggambarkan situasi Nissan dan Renault.

Suara.com - Mantan orang nomor satu Nissan Motor Corporation, Carlos Ghosn berkomentar soal kondisi Renault dan Nissan pasca diterpa pandemi COVID-19. Lelaki asal Lebanon kelahiran Brasil ini menggunakan kata "menyedihkan" sebagai gambaran.

"Ada masalah dengan kepercayaan pasar yang menimpa aliansi. Secara pribadi, saya menemukan hasil yang menyedihkan dari Nissan dan Renault," ujar Carlon Ghosn, seperti dikutip dari Autoblog.

Aliansi Nissan, Renault, dan Mitsubishi. [Shutterstock]
Aliansi Nissan, Renault, dan Mitsubishi. [Shutterstock]

Ia lantas membandingkan penurunan harga saham dari November 2018 hingga Juni 2020 dari para kompetitor. Menurutnya, General Motors hanya mengalami penurunan 12 persen. Sementara Toyota Motor Corporation mengalami penurunan 15 persen. Penurunan ini tentunya berbanding jauh dengan perusahaan yang pernah dipimpinnya.

Tercatat, selama pandemi COVID-19, Nissan mengalami penurunan sampai 55 persen. Sedangkan Renault mengalami penurunan yang lebih dalam, yaitu sampai 70 persen.

"Semua pabrikan otomotif menghadapi krisis COVID-19 yang sama, tetapi Renault dan Nissan turun lebih jauh dari yang lain," ungkap Carlos Ghosn.

Sebagai latar belakang, Carlos Ghosn adalah sosok yang berhasil menyelamatkan Nissan dari keterpurukan, sekitar 20 tahun lalu. Di bawah pimpinannya, perusahaan ini tumbuh pesat, bahkan menggalang Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.

Ia ditangkap di Jepang pada akhir 2018 dengan tuduhan tidak melaporkan gajinya dan menggunakan dana perusahaan untuk keperluan pribadi. Namun ia membantah tuduhan itu saat menjalani pengadilan di Tokyo.

Kemudian ia melarikan diri ke Lebanon pada akhir Desember tahun lalu.Lantas diperiksa di negara asalnya pada Januari 2020. Dia mengatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan proses peradilan di negeri itu.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS